Beranda blog Halaman 77

Joe Biden Didiagnosa Kanker Prostat Agresif, Trump dan Harris Beri Dukungan

1

Nusavoxmedia.id – Joe Biden seorang mantan presiden Amerika Serikat, menghadapi tantangan baru di usia 82 tahun. Kantor pribadinya mengumumkan bahwa Biden didiagnosa menderita kanker prostat agresif yang telah menyebar ke tulang. Kabar ini mengejutkan publik, mengingat Biden baru saja mengakhiri masa jabatannya pada 20 Januari 2025. Perjuangan akan kesehatannya ini menjadi perhatian public, karena akan mempengaruhi kehidupannya pasca-kepresidenan.

Joe Biden Didiagnosa Kanker Prostat

Pada 16 Mei 2025, Joe Biden didiagnosa kanker prostat oleh tim medisnya dengan Gleason score 9, menandakan kanker ini sangat agresif. Pengumuman resmi dirilis pada 18 Mei 2025. Kanker ini telah mencapai stadium 4 metastasis. Metastatis sendiri adalah kanker yang sampai menyebar ke tulang. Meskipun penyakit ini tidak dapat sembuh, hal ini masih responsif terhadap terapi hormon. “Biden dan keluarga sedang mempertimbangkan langkah pengobatan terbaik,” ujar pernyataan resmi kantornya.

Diagnosis ini menambah daftar panjang masalah kesehatan Biden. Selama pernah menjabat, Ia mengidap atrial fibrilasi non-valvular, gangguan refluks gastroesofageal, dan sleep apnea yang kemudian bergantung dengan mesin CPAP sejak 2023. Pada Februari 2023, Biden juga menjalani pengangkatan karsinoma sel basal, sejenis kanker kulit ringan. Namun, kanker prostat ini menjadi tantangan terbesarnya hingga kini.

Riwayat Kesehatan Joe Biden

Biden tetaplah manusia biasa yang bisa sakit dan Ia juga punya banyak masalah Kesehatan. Pada tahun 1988, ia menjalani operasi untuk aneurisma otak yang bocor, sebuah kondisi yang nyaris merenggut nyawanya. Selama kepresidenannya, laporan medis pada Februari 2024 mencatat adanya spondylosis, degenerasi tulang belakang yang membuat gaya jalannya kaku. Biden juga sering berdehem akibat refluks gastroesofageal, yang sempat memicu spekulasi tentang kesehatannya.

Sebuah buku berjudul Original Sin: President Biden’s Decline, Its Cover-Up, and His Disastrous Choice to Run Again karya Jake Tapper dan Alex Thompson, yang dijadwalkan rilis pada 20 Mei 2025, mengungkapkan sisi lain kesehatan Biden berdasarkan cuplikan yang telah terbit di berbagai media. Buku ini menyebutkan degenerasi tulang belakangnya begitu parah hingga staf mempertimbangkan kursi roda jika ia terpilih kembali pada 2024. Namun, juru bicara Biden membantah keras, menegaskan bahwa ia tetap mampu memimpin hingga akhir masa jabatannya.

Kontroversi Penurunan Kognitif: Fakta atau Spekulasi?

Selain masalah fisik, Biden sempat menjadi sorotan karena dugaan penurunan kognitif selama 2023–2024. Cuplikan dari buku Original Sin mengklaim Biden sering lupa nama, menatap kosong, dan tampak disorientasi saat lelah. Beberapa media juga berspekulasi tentang kemungkinan Parkinson, tetapi pemeriksaan resmi pada Februari 2024 tidak menemukan tanda-tanda penyakit tersebut.

Pendukung Biden menegaskan bahwa tuduhan ini berlebihan. “Penuaan memang memengaruhi fisik, tetapi itu bukan bukti ketidakmampuan mental,” kata juru bicara Biden. Meski begitu, transparansi kesehatan Biden selama kampanye 2024 terus menuai pertanyaan, dengan beberapa pihak menuduh adanya penyembunyian kondisi sebenarnya.

Trump dan Kamala Harris Beri Dukungan

Setelah mendengar kabar diagnosis Biden, beberapa tokoh seperti Donald Trump dan Kamala Harris memberian dukungan dan menunjukkan solidaritas meskipun pernah menjadi rival Biden. Presiden AS saat ini, Donald Trump menulis di Truth Social pada 18 Mei 2025, “Melania dan saya sedih mendengar diagnosis medis terbaru Joe Biden. Kami menyampaikan harapan terbaik untuk Jill dan keluarga, serta doa agar Joe cepat pulih dan sukses.” Nada hangat Trump ini kontras dengan kritik pedasnya selama kampanye, di mana ia kerap mengejek Biden sebagai “Sleepy Joe” dan mempertanyakan kemampuan kognitifnya.

Sementara itu, mantan wakil presiden AS, Kamala Harris, yang menjabat di bawah Biden, juga menyampaikan dukungan emosional. Dalam unggahan di X pada 18 Mei 2025, Harris menulis, “Doug dan saya sangat sedih atas diagnosis kanker prostat Presiden Biden. Kami menjaga dia, Dr. Biden, dan keluarga mereka dalam hati dan doa kami. Joe adalah pejuang dan saya tahu dia akan menghadapi tantangan ini dengan kekuatan, ketahanan, dan optimisme yang selalu menjadi ciri hidup dan kepemimpinannya.” Harris, yang juga menunjukkan sisi kemanusiaan di tengah dinamika politik yang keras.

Akhir Kata

Diagnosis kanker prostat agresif menjadi babak baru dalam perjalanan Joe Biden. Setelah menghadapi berbagai tantangan kesehatan selama hidupnya, mantan presiden AS ini kini berjuang melawan penyakit yang tak dapat sembuh. Respons hangat dari Trump dan Harris, meskipun di tengah rivalitas politik, menunjukkan sisi kemanusiaan yang menyentuh. Dengan dukungan keluarga dan kemajuan medis, Biden menunjukkan semangat yang sama seperti saat memimpin negara. Publik kini menanti kabar terbaru dari perjuangan ini, sambil mendoakan yang terbaik untuknya.

Persaingan Sengit di Serie A 2024/2025: Scudetto dan Tiket Liga Champions di Ujung Tanduk!

1

Nusavoxmedia.id – Serie A musim 2024/2025 menawarkan drama yang mendebarkan hingga detik-detik terakhir. Dengan hanya satu pekan tersisa, persaingan untuk gelar juara dan tiket Liga Champions dan Eropa masih terbuka lebar. Napoli dan Inter Milan bersaing ketat memperebutkan Scudetto, sementara Juventus, Lazio, Roma, dan Bologna saling sikut untuk slot terakhir ke kompetisi elit Eropa. Pekan ke-38, yang berlangsung 25 Mei 2025nanti, meninggalkan ketegangan luar biasa. Siapa yang akan tertawa di akhir musim?

Napoli vs Inter: Duel Sengit Perebutan Scudetto

Hingga pekan ke-37, Napoli memimpin klasemen dengan 79 poin, unggul satu poin atas Inter Milan yang mengoleksi 78 poin. Baca juga ulasan Bologna juara Coppa Italia di sini. 18 Mei atau tepatnya semalam, Napoli bermain imbang 0-0 melawan Parma, sedangkan Inter ditahan Lazio 2-2 di Giuseppe Meazza. Hasil ini membuat persaingan Scudetto harus ditentukan pada pekan terakhir yaitu tanggal 25 Mei 2025 nanti.

Napoli akan menjamu Cagliari di Stadio Diego Armando Maradona, sementara Inter bertandang ke markas Como. Dengan selisih poin yang sangat tipis, laga terakhir ini menjadi penentu. Napoli hanya butuh kemenangan untuk mengunci gelar, tetapi Inter, sebagai juara bertahan, siap mengintai jika sang pemuncak klasemen terpeleset. Persaingan ini diprediksi berlangsung hingga menit akhir, menguji mental kedua tim.

Perebutan Tiket Liga Champions: Empat Tim, Satu Slot

Di sisi lain Atalanta mengamankan posisi tiga besar dengan 74 poin usai mengalahkan Genoa 3-2 di Babak ke-37. Namun, slot keempat untuk Liga Champions masih menjadi rebutan sengit. Juventus memimpin dengan 67 poin, diikuti AS Roma dengan 66 poin, Lazio 65 poin, serta Bologna dan Fiorentina masing-masing 62 poin. Selain itu, AC Milan dengan 60 poin sudah pasti tidak akan ikut bersaing di liga Eropa musim depan.

babak ke-36 menjadi titik balik. Juventus dan Lazio bermain imbang 1-1, Roma kalah 1-2 dari Atalanta, dan Bologna takluk 1-3 dari Milan. Di pekan ke-37, Juventus menang 2-0 atas Udinese, Roma bangkit dengan kemenangan 3-1 atas Milan, Lazio menahan imbang Inter, dan Bologna kalah tipis 2-3 dari Fiorentina. Dengan hanya satu laga tersisa, setiap poin sangat berarti.

Juventus akan menghadapi Venezia, Roma melawan Torino, Lazio bertemu Lecce, dan Bologna menantang Genoa di pekan terakhir. Persaingan ini diprediksi berlangsung hingga detik terakhir, dengan masing-masing tim berjuang mati-matian untuk tiket Liga Champions.

Kegagalan Raksasa: Milan Tersingkir dari Zona Eropa

Musim ini menjadi mimpi buruk bagi AC Milan. Setelah kalah 1-0 dari Bologna di final Coppa Italia, Rossoneri pasti tak lolos ke kompetisi Eropa musim depan. Kekalahan 1-3 dari Roma di pekan ke-37 makin memperburuk situasi. Dengan hanya 61 poin, Milan tertinggal jauh dari zona empat besar. Ini menjadi musim pertama sejak 2018/2019 tanpa kehadiran Milan di kompetisi Eropa, menambah tekanan pada pelatih mereka.

Statistik dan Fakta Menarik

  • Selisih Ketat: Napoli (79 poin) unggul satu poin atas Inter (78 poin), menjadikan musim ini salah satu persaingan Scudetto terketat dalam sejarah Serie A.
  • Pertarungan Empat Besar: Hanya lima poin memisahkan Juventus (67 poin) dan Bologna (62 poin) untuk slot terakhir Liga Champions.
  • Atalanta Konsisten: La Dea mencatatkan 74 poin, tertinggi ketiga musim ini, dan tak terkejar di posisi tiga besar.
  • Kegagalan Milan: Rossoneri hanya meraih 60 poin, rekor terburuk mereka sejak musim 2018/2019.

Serie A Musim Ini Begitu Sengit

Persaingan ketat di Serie A musim ini tak lepas dari performa tim-tim papan atas yang inkonsisten. Inter Milan, meski juara bertahan, sempat kehilangan poin krusial melawan tim seperti Lazio. Napoli, di bawah asuhan Antonio Conte, tampil lebih stabil tetapi gagal memanfaatkan peluang mengunci gelar lebih awal. Sementara itu, Juventus, Roma, dan Lazio saling menjatuhkan di laga-laga krusial, membuat peta persaingan kian tak terduga.

Selain itu, keberhasilan tim seperti Bologna dan Atalanta menunjukkan bahwa Serie A kini tak lagi didominasi raksasa tradisional. Bologna, yang menjuarai Coppa Italia setelah 51 tahun, menjadi kuda hitam dengan lolos ke Liga Europa. Atalanta, dengan konsistensi mereka, terus memberi tekanan di papan atas. Pekan terakhir pada 25 Mei 2025 akan menjadi penutup yang mendebarkan bagi musim ini.

Siapa yang Akan Juara?

Serie A 2024/2025 telah membuktikan diri sebagai salah satu liga paling kompetitif di Eropa. Napoli dan Inter Milan akan memperebutkan Scudetto dalam laga pamungkas. Sementara Juventus, Lazio, Roma, dan Bologna bersaing habis-habisan untuk tiket terakhir Liga Champions. Sementara itu, kegagalan AC Milan menjadi pengingat bahwa tak ada yang pasti di liga ini. Siapakah yang akan tersenyum di akhir musim? Pekan terakhir akan memberikan jawabannya.

Crystal Palace 1-0 Manchester City: Sejarah Terukir, Trofi FA Cup Pertama untuk Eagles!

2

Nusavoxmedia.id – Crystal Palace mengukir Sejarah baru dengan meraih gelar juara FA Cup 2024/2025 setelah mengalahkan Manchester City 1-0 pada laga penentuan di Stadion Wembley. Laga itu terjadi tadi malam tepatnya (17/05) Pukul 22.30 WIB, menjadilan Stadion Wembley menjadi panggung momen bersejarah dalam sepak bola Inggris. Crystal Palace, klub yang menanti trofi besar selama 164 tahun, akhirnya mengukir nama mereka di piala tertua di dunia, FA Cup. Dengan skor tipis 1-0, Palace mengalahkan raksasa Premier League, Manchester City, dalam laga final yang penuh drama. Gol tunggal Eberechi Eze di babak pertama, penyelamatan penalti gemilang oleh Dean Henderson, dan disiplin taktik Oliver Glasner menjadi kunci kemenangan yang akan dikenang selamanya oleh pendukung Eagles.

Jalannya Pertandingan: Crystal Palace vs Manchester City

Babak pertama dimulai dengan tempo tinggi. Manchester City, favorit dengan rekor impresif di FA Cup (17 gol dan hanya kebobolan 3 gol dalam 5 laga sebelum final), langsung mendominasi penguasaan bola hingga 76.7%. Namun, Crystal Palace, di bawah arahan Oliver Glasner, menunjukkan disiplin luar biasa dengan formasi 3-4-3 yang fleksibel.

Pada menit ke-16, keajaiban terjadi. Eberechi Eze melepaskan tembakan voli akurat dari luar kotak penalti setelah memanfaatkan umpan Daniel Muñoz. Gol tersebut mengguncang Wembley dan membuat pendukung Palace bergemuruh. City berusaha membalas, tetapi lini belakang Palace, yang dikomandoi Marc Guéhi, tampil solid.

Kejutan lain terjadi pada menit ke-23. Dean Henderson nyaris mendapat kartu merah setelah menyentuh bola di luar kotak penalti saat menghadapi Erling Haaland. Namun, VAR memutuskan tidak ada pelanggaran serius karena Haaland tidak memiliki peluang mencetak gol yang jelas. Drama berlanjut pada menit ke-36, ketika wasit menunjuk titik putih setelah pelanggaran Tyrick Mitchell terhadap Bernardo Silva. Omar Marmoush maju sebagai eksekutor penalti City, tetapi Henderson tampil sebagai pahlawan dengan menepis tendangan tersebut, menjaga keunggulan Palace hingga turun minum.

Di babak kedua, City meningkatkan intensitas serangan, melepaskan 23 tembakan sepanjang laga. Pada menit ke-58, Palace nyaris menggandakan keunggulan melalui gol Daniel Muñoz, tetapi VAR menganulirnya karena offside. Erling Haaland dan Kevin De Bruyne menciptakan sejumlah peluang, tetapi Henderson kembali menjadi tembok kokoh. Penyelamatan gemilangnya atas sundulan Josko Gvardiol dan tembakan jarak dekat Haaland memastikan gawang Palace tetap aman. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang, dan Crystal Palace resmi menjadi juara FA Cup 2025.

Kemenangan Eagles: Taktik Glasner dan Pahlawan Palace

Kemenangan epik Crystal Palace tak lepas dari strategi brilian Oliver Glasner. Formasi 3-4-3, yang fleksibel beralih ke 5-4-1 saat bertahan, memungkinkan Palace menahan gempuran dalam blok rendah sekaligus mengancam lewat serangan balik cepat. Glasner, dalam wawancara dengan The Athletic, mengatakan, “Being patient, letting them cross, we can defend and wait for the moment. It was a great win.” Eberechi Eze, yang dinobatkan sebagai Man of the Match, menjadi motor serangan dengan kepiawaiannya mengolah bola, terutama dalam gol krusialnya. Sementara itu, Dean Henderson membuktikan diri sebagai kiper kelas dunia dengan tujuh penyelamatan, termasuk menepis penalti Omar Marmoush.

Di sisi lain, Manchester City tampak kehilangan ketajaman. Meski menguasai 76.7% penguasaan bola, tim asuhan Pep Guardiola gagal menembus pertahanan Palace yang terorganisasi, Marc Guéhi dan Chris Richards memimpin, yang mencatatkan 12 clearances tertinggi di laga ini. Erling Haaland, yang baru pulih dari cedera, hanya melepaskan satu tembakan tepat sasaran. Bernardo Silva, dalam wawancara dengan BBC Radio 5 Live, mengakui, “Palace bertahan dengan sangat sabar. Kami tidak cukup tajam hari ini.” Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi City, yang gagal meraih trofi di musim yang sulit setelah tersingkir dari Liga Champions dan tertinggal jauh di peringkat keenam Premier League.

Makna dan Sejarah Baru Kemenangan Crystal Palace

Bagi Crystal Palace, trofi FA Cup 2025 lebih dari sekadar gelar. Ini adalah puncak perjuangan panjang sejak klub berdiri sebagai entitas pada 1861 dan tim sepak bola pada 1905, menandai trofi besar pertama dalam sejarah mereka. Setelah hanya sekali mencapai final FA Cup pada 1990, kalah dari Manchester United, kemenangan ini menjadi penebusan sejarah. Trofi ini juga mengantarkan Palace ke Europa League 2025-2026, kompetisi Eropa besar pertama yang mereka ikuti. Eberechi Eze, dalam wawancara dengan The Guardian, mengungkapkan, “This is what dreams are made of, for me and this club.”

Bagi pendukung Palace, pertandingan ini adalah “hari terbesar dalam sejarah klub,” seperti melansir The Guardian. Penggemar di X ramai menyuarakan euforia, dengan banyak yang menyebut kemenangan ini sebagai kebangkitan era kejayaan 1990-an. Hal ini mengingatkan pada final FA Cup 1990 dan promosi Premier League 1994. Salah satu cuitan berbunyi, “This is our 1990 reborn!” Kemenangan ini juga menjadikan Palace klub ke-45 yang memenangkan FA Cup. Juga menjadi tim pertama sejak Leicester City pada 2021 yang meraih trofi ini untuk kali pertama, menurut Opta Analyst.

Grup Fantasi Sedarah dan Kasus Inses Medan: Gelombang Kecaman atas Perilaku Menyimpang

1

Nusavoxmedia.id– Pekan ini, Indonesia kembali diguncang oleh kasus-kasus perilaku menyimpang yang memicu kemarahan publik. Pertama, grup Facebook “Fantasi Sedarah” dengan lebih dari 32 ribu anggota viral karena menjadi wadah fantasi seksual terhadap keluarga kandung. Kedua, kasus inses di Medan menggegerkan warga setelah kakak beradik membuang bayi hasil hubungan sedarah mereka melalui ojek online. Kedua kasus ini menambah daftar panjang penyimpangan yang menuntut penanganan serius dari pihak berwenang.

Grup Fantasi Sedarah: Wadah Perilaku Menyimpang

Keberadaan grup “Fantasi Sedarah” pertama kali terungkap melalui unggahan viral di X pada Selasa malam (13/5/2025), sebelum memuncak ke public dan menimbulkan polemik pada Kamis (15/5/2025). Pengguna X membagikan tangkapan layar dari grup tersebut, yang berisi cerita fantasi seksual menyimpang, termasuk melibatkan anak-anak di bawah umur. Salah satu unggahan yang mencuri perhatian adalah pengakuan seorang ayah yang mengaku memiliki nafsu terhadap anaknya yang berusia dua tahun.

Anggota DPR Ahmad Sahroni mengecam keras kasus ini melalui media sosialnya. “Ini sangat menjijikkan. Saya minta Polisi dan Komdigi telusuri dan tindak para pengelola maupun anggota grup kotor tersebut,” tulisnya, Kamis (15/5/2025). Grup ini akhirnya netizen laporkan agar dapat tutup dan kebanned oleh Facebook, namun dampaknya telah menyebar luas, memicu trauma di kalangan netizen.

Kasus Inses Medan: Bayi Hasil Hubungan Sedarah Dibuang via Ojol

Sementara itu, kasus tragis lainnya terjadi di Medan, Sumatera Utara. Pada Kamis pagi (8/5/2025), seorang driver ojek online bernama Muhammad Yusuf terkejut menemukan jasad bayi laki-laki dalam paket yang ia antar ke Jalan Ampera III, Medan Timur. Paket tersebut dipesan oleh kakak beradik, Reynaldi (25) dan Najma (21), yang kemudian ditangkap polisi pada Jumat (9/5/2025) di sebuah kos di Medan Belawan.

Polrestabes Medan mengungkapkan bahwa bayi tersebut merupakan hasil hubungan inses antara kedua pelaku. Najma melahirkan secara prematur pada 3 Mei 2025 di Barak Tambunan, Sicanang, tanpa bantuan medis. Bayi itu meninggal pada 7 Mei 2025 setelah sempat dibawa ke RS Delima Martubung, tetapi tidak dirujuk lebih lanjut karena kekurangan gizi dan ketiadaan data keluarga. Reynaldi memalsukan identitas pengirim sebagai “Rudi” dan penerima sebagai “Putri,” lalu memilih lokasi pengiriman dekat masjid. Hal ini  diduga agar jasad bayi dapat dikuburkan tanpa menimbulkan kecurigaan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Gidion Arif Setyawan, menyatakan bahwa polisi masih menunggu hasil tes DNA untuk memastikan hubungan biologis bayi tersebut. “Keduanya dijerat Pasal 80 UU Perlindungan Anak terkait kekerasan yang mengakibatkan kematian anak,” ujar Gidion, Jumat (9/5/2025).

Kecaman Publik dan Dampak Psikologis

Kedua kasus ini memicu gelombang kecaman dari masyarakat. Salah satu netizen di X mengungkapkan kemuakannya terhadap grup “Fantasi Sedarah”, menulis, “Trauma kekerasan seksual kasus inses adalah trauma paling sulit. Ini benar-benar mual dan pusing membacanya.” Sementara itu, warga Medan juga terguncang dengan kasus pembuangan bayi, dengan banyak netizen menuntut hukuman berat bagi pelaku inses.

Pakar anak dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, Holy Ichda Wahyuni, menyoroti bahaya fenomena ini. “Fenomena ini mencoreng nilai-nilai kemanusiaan. Ruang aman anak semakin terkikis, bahkan di rumah yang seharusnya menjadi tempat teraman,” ujarnya, Jumat (16/5/2025). Ia juga menekankan bahwa korban inses membutuhkan dukungan psikologis intensif untuk pulih dari trauma yang mendalam, sebagaimana banyak pakar mengungkaplan dalam kasus serupa.

Tuntutan Penegakan Hukum dan Regulasi Digital

Kasus “Fantasi Sedarah” memunculkan desakan untuk memperketat regulasi konten digital. Sejumlah pihak, termasuk anggota DPR, meminta Komdigi dan Polri menyelidiki anggota grup yang aktif berkontribusi, bukan sekadar menutup grup. Polri menyatakan sedang menyelidiki kasus ini, sementara Komdigi telah berkoordinasi dengan Facebook untuk menangani grup tersebut.

Di Medan, psikolog Irna Minauli menilai kasus inses kakak beradik ini sebagai tanda degradasi moral. “Hubungan inses menunjukkan distorsi kognitif, di mana pelaku merasa berhak atas saudara kandungnya. Ini sangat tabu dan sering menimbulkan trauma,” katanya. Irna juga menyoroti faktor seperti paparan pornografi dan perubahan norma sosial sebagai pemicu perilaku menyimpang semacam ini.

Peringatan akan Bahaya Perilaku Menyimpang

Kasus ini menambah daftar panjang penyimpangan seksual yang mengkhawatirkan. Sebelumnya, kasus inses di Purwokerto pada 2023, di mana seorang ayah membunuh tujuh bayi hasil hubungan dengan anaknya, juga memicu kemarahan publik. Dr. Sophie King-Hill dari Universitas Birmingham memperingatkan bahwa hubungan sedarah, atau sibling sexual behavior (SSB), sering kali berada dalam spektrum perilaku abusif yang merusak, memperburuk normalisasi perilaku salah di masyarakat.

Baik kasus “Fantasi Sedarah” maupun inses di Medan menjadi pengingat bahwa dunia digital dan minimnya pengawasan keluarga dapat menjadi sarang perilaku menyimpang. Pemerintah, platform media sosial, dan masyarakat perlu bersinergi untuk mencegah penyebaran konten berbahaya dan melindungi anak-anak dari ancaman serius seperti ini.

Al Ittihad Juara Liga Pro Saudi 2024-2025: Benzema Angkat Trofi, Ronaldo Tertinggal

2

Nusavoxmedia.id – Al Ittihad mengukir sejarah dengan meraih gelar juara Liga Pro Saudi 2024-2025 setelah mengalahkan Al Raed 3-1 pada laga penentuan di Stadion King Abdullah Sports City, Jumat dini hari (16/5) Pukul 01.00 WIB. Karim Benzema menjadi pahlawan dengan total kontribusi 30 gol dan assist di liga (21 gol, 9 assist) sepanjang musim, mengangkat trofi lebih dulu dibandingkan rival lamanya, Cristiano Ronaldo, yang masih berjuang bersama Al Nassr. Kemenangan ini menandai gelar liga ke-10 Al Ittihad sepanjang sejarah klub.

Comeback Dramatis Al Ittihad di Laga Penentu

Al Ittihad memasuki laga melawan Al Raed dengan tekanan besar. Mereka tertinggal 0-1 di babak pertama setelah Oumar Gonzalez mencetak gol untuk Al Raed pada menit ke-9. Namun, semangat juang tim asuhan Laurent Blanc membalikkan keadaan pada babak pertama. Steven Bergwijn menyamakan kedudukan pada menit ke-21 setelah assist dari Abdulrahman Al Oboud. Danilo Pereira kemudian membawa Al Ittihad unggul pada menit ke-40 melalui sundulan, sebelum Al Oboud memastikan kemenangan pada menit ke-47.

Kemenangan ini memastikan gelar juara dengan dua laga tersisa, unggul sembilan poin dari Al Hilal di posisi kedua. Al Nassr, yang diperkuat Ronaldo, berada di posisi keempat dengan 63 poin, nyaris kehilangan peluang juara setelah kalah 2-3 dari Al Ittihad pada 8 Mei 2025. Benzema, dengan 21 gol dan 9 assist di liga, menjadi kunci sukses timnya, meski kalah dalam perburuan top skor dari Ronaldo, yang mencetak 23 gol.

Benzema vs Ronaldo: Persaingan Ikonik Berlanjut

Persaingan antara Benzema dan Ronaldo, yang pernah menjadi rekan setim di Real Madrid dari 2009 hingga 2018, kembali menjadi sorotan. Keduanya telah memikat penggemar Liga Pro Saudi sejak bergabung masing-masing pada 2023. Benzema, yang merapat ke Al Ittihad dengan kontrak bernilai sekitar Rp1,65 triliun per tahun, membuktikan diri sebagai pemimpin di lapangan. Sementara itu, Ronaldo, meski produktif dengan gol-golnya, belum mampu membawa Al Nassr meraih gelar liga.

Dalam duel head-to-head musim ini, Al Ittihad unggul atas Al Nassr. Pada 8 Mei 2025, Benzema mencetak gol pembuka dalam kemenangan dramatis 3-2 di Al Awwal Park, markas Al Nassr. Ronaldo gagal mencetak gol dalam laga tersebut, meskipun sempat mencoba tendangan salto spektakuler di menit-menit akhir. Kemenangan itu menjadi pukulan telak bagi Al Nassr, yang kini harus puas melihat Benzema mengangkat trofi lebih dulu.

Al Ittihad Juara Liga Pro Saudi

Gelar ini menjadi trofi liga pertama Benzema di Asia, sekaligus gelar liga ke-9 dalam kariernya. Total, ia telah mengoleksi 34 trofi, termasuk lima gelar Liga Champions bersama Real Madrid. Benzema juga masih berpeluang meraih dobel trofi musim ini, karena Al Ittihad akan menghadapi Al Qadsiah di final Piala Raja Arab Saudi pada 31 Mei 2025. Benzema juga tampak antusias merayakan gelar bersama tim dan pendukung usai laga.

Di sisi lain, Al Ittihad menegaskan dominasinya di sepak bola Saudi. Mereka berhasil mempertahankan performa konsisten sepanjang musim, hanya kalah dalam beberapa laga. Laurent Blanc, yang sempat diragukan di awal musim, kini menuai pujian atas strategi briliannya. Kante dan Steven Bergwijn juga menjadi pilar penting, dengan kontribusi signifikan di lini tengah dan serangan.

Ronaldo dan Al Nassr: Perjuangan yang Belum Usai

Bagi Ronaldo, musim ini meninggalkan rasa pahit. Meskipun ia memimpin daftar top skor dengan 25 gol, Al Nassr gagal bersaing di papan atas. Kekalahan dari Al Ittihad pada 8 Mei 2025 menjadi titik balik, di mana mereka kehilangan momentum. Ronaldo sempat menyamakan kedudukan dalam duel sebelumnya pada 7 Desember 2024, tetapi gol injury time Bergwijn memastikan kemenangan Al Ittihad 2-1. Al Nassr kini harus fokus pada Piala Raja Arab Saudi untuk menyelamatkan musim mereka.

Bagi Ronaldo, musim ini meninggalkan rasa pahit. Meskipun ia memimpin daftar top skor dengan 23 gol di Liga Pro Saudi, Al Nassr gagal bersaing di papan atas. Kekalahan dari Al Ittihad pada 8 Mei kemarin menjadi titik balik, di mana mereka kehilangan momentum. Ronaldo sempat menyamakan kedudukan dalam duel sebelumnya pada 7 Desember 2024, tetapi gol injury time Bergwijn memastikan kemenangan Al Ittihad 2-1. Setelah tersingkir dari Piala Raja Arab Saudi di babak 8 besar melawan Al Taawoun, Al Nassr kini harus fokus membangun kembali performa untuk musim depan.

Awal Era baru Klub Al Ittihad

Kemenangan Al Ittihad menandai kebangkitan mereka sebagai kekuatan utama di sepak bola Saudi. Dengan kehadiran bintang seperti Benzema, Kante, dan Bergwijn, klub ini menjadi magnet bagi penggemar sepakbola. Sementara itu, persaingan Benzema dan Ronaldo terus memberi warna tersendiri bagi Liga Pro Saudi. Ke depan, Al Ittihad berambisi mempertahankan gelar dan bersaing di Liga Champions Asia, sementara Ronaldo dan Al Nassr harus bangkit dari keterpurukan untuk mengejar trofi di musim mendatang.

Barcelona Juara La Liga 2024-2025: Kalahkan Espanyol 2-0 di Derbi Catalan

1

Nusavoxmedia.id – Barcelona mengunci gelar juara La Liga 2024-2025 setelah menang 2-0 atas Espanyol dalam laga Derbi Catalan di Stadion RCDE, Jumat dini hari (16/5) Pukul 02.30 WIB. Gol dari Lamine Yamal dan Fermin Lopez mengantarkan Blaugrana merengkuh trofi ke-28 sepanjang sejarah klub. Kemenangan ini menandai musim gemilang Barcelona di bawah asuhan Hansi Flick, yang juga berhasil meraih Supercopa de Espana dan Copa del Rey pada 2025.

Derbi Catalan Penentu Gelar La Liga

Barcelona memasuki laga jornada ke-36 dengan misi mengunci gelar juara. Setelah mengalahkan Real Madrid 4-3 dalam El Clasico pada 11 Mei kemarin, tim asuhan Hansi Flick hanya membutuhkan tiga poin lagi untuk memastikan trofi. Espanyol, yang bermain di kandang sendiri, mencoba memberikan perlawanan sengit dengan mengandalkan strategi bertahan dan serangan balik.

Babak pertama berlangsung ketat tanpa gol. Barcelona mendominasi penguasaan bola, tetapi Espanyol, yang diperkuat kiper Joan Garcia, berhasil menahan gempuran. Situasi berubah di babak kedua ketika Lamine Yamal mencetak gol pada menit ke-53. Pemain muda berusia 17 tahun itu melepaskan tendangan akurat setelah menerima umpan terobosan dari Pedri, membobol gawang Espanyol.

Espanyol semakin tertekan setelah Leandro Cabrera mendapat kartu merah pada menit ke-80, meninggalkan timnya dengan 10 pemain. Barcelona memanfaatkan keunggulan ini dengan baik. Di masa injury time, Fermin Lopez menggandakan skor menjadi 2-0 usai memanfaatkan assist brilian dari Lamine Yamal, memastikan kemenangan Blaugrana.

Lamine Yamal Bintang Lapangan

Lamine Yamal sekali lagi mencuri perhatian. Golnya tidak hanya membuka keunggulan Barcelona, tetapi juga menegaskan statusnya sebagai salah satu talenta muda terbaik dunia. Yamal menjadi satu-satunya pemain yang meraih dua gelar La Liga sebelum usia 18 tahun, menegaskan statusnya sebagai talenta muda terbaik dunia. Selain itu, ia juga memberikan assist untuk gol penutup Lopez, menunjukkan visi permainan yang luar biasa.

Hansi Flick memuji penampilan luar biasa Lamine Yamal usai laga, menegaskan bahwa sang pemain muda menjadi kunci kemenangan Barcelona. Kemenangan ini juga menjadi pembuktian bagi Flick, yang berhasil membawa Barcelona meraih tiga trofi domestik pada musim debutnya, meskipun gagal di Liga Champions setelah tersingkir di semifinal oleh Inter Milan.

Perjalanan Barcelona di La Liga

Barcelona menunjukkan dominasi sepanjang musim 2024-2025. Mereka hanya kehilangan poin dalam dua laga sepanjang 2025. Dengan 85 poin dari 36 pertandingan, Blaugrana unggul tujuh poin dari Real Madrid, yang berada di posisi kedua dengan 78 poin. Kemenangan atas Espanyol memastikan gelar juara dengan dua laga tersisa, sebuah pencapaian yang mengesankan mengingat persaingan ketat dengan Real Madrid dan Atletico Madrid di awal musim.

Namun, perayaan Barcelona sempat terganggu oleh insiden pasca-laga. Pihak Espanyol menyalakan penyiram rumput untuk mengganggu selebrasi pemain Barcelona di lapangan, sebuah tindakan yang menuai kritik. Meski demikian, Barcelona tetap melanjutkan perayaan bersama penggemar dalam parade juara di kota pada Jumat malam waktu setempat.

Real Madrid Ucapkan Selamat, Tunjukkan Sportivitas

Real Madrid menunjukkan sikap sportivitas dengan segera mengucapkan selamat kepada Barcelona melalui akun media sosial resmi mereka. “Selamat kepada FC Barcelona atas gelar La Liga 2024/2025,” tulis Madrid. Meski kalah dalam persaingan musim ini, Madrid tetap menjadi rival tangguh, terutama setelah El Clasico terakhir yang berakhir dengan skor 4-3 untuk kemenangan Barcelona.

Penutup

Gelar La Liga ini menjadi trofi ke-12 Barcelona sejak abad ke-21, unggul tiga gelar dari Real Madrid. Bagi Hansi Flick, trofi ini menjadikannya pelatih Jerman kedua yang memenangkan La Liga setelah Bernd Schuster pada 2008 bersama Real Madrid. Flick berhasil membawa perubahan signifikan di Barcelona, memberikan harapan baru setelah beberapa musim yang penuh tantangan.

Kemenangan ini juga menegaskan kebangkitan Barcelona sebagai kekuatan utama di sepak bola Spanyol. Dengan talenta muda seperti Yamal dan Gavi, serta kepemimpinan Flick, Blaugrana siap melanjutkan dominasi mereka di musim mendatang.

Polemik Pernyataan Menkes soal Celana Jeans: Edukasi atau Body Shaming?

2

Nusavoxmedia.id – Pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin tentang ukuran celana jeans sebagai indikator obesitas memicu polemik di tengah masyarakat. Dalam acara peluncuran Pasukan Putih Jakarta pada Rabu (14/5/2025), Budi menyebut pria dengan ukuran celana jeans di atas 32-33 berisiko lebih cepat “menghadap Allah” karena obesitas. Alih-alih diterima sebagai edukasi, pernyataan ini justru menuai kritik tajam, bahkan dianggap sebagai bentuk body shaming.

Pernyataan Menkes yang Mengundang Kontroversi

Budi Gunadi Sadikin awalnya bermaksud mengedukasi masyarakat tentang bahaya obesitas sentral, khususnya pada pria. Ia menjelaskan bahwa lingkar pinggang di atas 90 cm, yang sering tercermin dari ukuran celana jeans 33-34, menjadi tanda awal obesitas. “Pokoknya laki-laki kalau beli celana jeans masih di atas 32-33. Ukurannya berapa celana jeans? 34-33. Sudah pasti obesitas. Itu menghadap Allahnya lebih cepat dibandingkan yang celana jeansnya 32,” ujar Budi di Jakarta, Rabu lalu.

Menkes menegaskan bahwa pernyataannya bukan body shaming, melainkan cara sederhana untuk mengingatkan masyarakat akan risiko penyakit kronis seperti diabetes, stroke, dan jantung. Ia juga menyarankan pola hidup sehat, seperti olahraga 30 menit lima kali seminggu, mengatur asupan makanan, dan mengelola stres. Namun, gaya penyampaiannya yang dianggap kurang sensitif memicu reaksi beragam.

Kritik Tajam dari Berbagai Pihak

Pernyataan Budi langsung menuai kritik keras, salah satunya dari kader PKB, Umar Hasibuan. Melalui akun X pribadinya, Umar menyebut pernyataan Menkes “seperti orang kentut” dan menganggapnya sebagai bentuk body shaming. “Celana jeans saya nomor 38. Coba sampaikan ini di muka Pak Prabowo langsung? Berani nggak? Elu itu Menkes paling ngawur dalam sejarah,” tulis Umar pada Rabu malam (14/5/2025).

Umar bahkan menyinggung bahwa pernyataan tersebut bisa dianggap sebagai body shaming terhadap Presiden Prabowo Subianto. “Dan elu body shaming ke Presiden Prabowo,” tambahnya. Pengacara Hotman Paris Hutapea juga ikut menanggapi dengan sindiran khasnya melalui Instagram. “Tega banget kau!” tulis Hotman, disertai tangkapan layar berita terkait pernyataan Menkes, yang langsung ramai dikomentari warganet.

Sebaliknya, beberapa pihak membela Budi. Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP, Ribka Tjiptaning, menyatakan bahwa pernyataan Menkes tidak perlu dibesar-besarkan. “Tak perlu baper, ini demi kesehatan. Menkes hanya ingin mengedukasi masyarakat tentang risiko obesitas,” ujar Ribka kepada wartawan, Kamis (15/5/2025). Dokter konsultan metabolik juga mendukung, menjelaskan bahwa lingkar pinggang memang berkorelasi dengan risiko penyakit kronis, meskipun penyampaiannya perlu lebih hati-hati.

Celana Jeans dan Risiko Kesehatan: Apa Kata Pakar?

Pakar kesehatan setuju bahwa obesitas sentral, yang tandanya adalah lingkar pinggang berlebih, memang berbahaya. Lemak perut dapat menyelimuti organ vital seperti hati dan pankreas, meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Selain itu, pakar memperingatkan bahwa celana jeans ketat dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti sindrom tight pants syndrome, infeksi jamur, ruam kulit, hingga gangguan kesuburan pada pria karena panas berlebih di area testis.

Namun, pakar menilai pendekatan edukasi harus lebih inklusif. Mengukur obesitas hanya dari ukuran celana jeans dianggap terlalu simplistik, karena faktor genetik, gaya hidup dan distribusi lemak tubuh juga perlu perhatian.

Klarifikasi Menkes

Menanggapi polemik ini, Budi Gunadi Sadikin memberikan klarifikasi pada Kamis (15/5/2025). Ia menegaskan bahwa maksudnya adalah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya indeks massa tubuh (BMI) ideal untuk mencegah penyakit. “Saya bukan bermaksud body shaming, tetapi ingin masyarakat lebih sadar akan risiko kesehatan,” tegasnya.

Namun, kontroversi ini menunjukkan tantangan komunikasi publik di bidang kesehatan. Budi, yang bukan berlatar belakang dokter, kerap mendapat sorotan atas gaya penyampaiannya. Sebelumnya, Ia juga menuai kritik saat mengusulkan dokter umum di daerah 3T melakukan operasi caesar, yang dianggap berisiko oleh IDAI dan POGI.

Penutup

Polemik ini mengingatkan bahwa saat mengedukasi tentang kesehatan harus menyampaikan pesan dengan sensitivitas tinggi. Meskipun Menkes berupaya meningkatkan kesadaran tentang obesitas dengan niat baik, penyampaian yang kurang tepat dapat memicu salah paham. Kedepannya, Kementerian Kesehatan harus merancang strategi komunikasi yang lebih inklusif, agar masyarakat dapat menerima pesan kesehatan tanpa memicu kontroversi.

Bologna Juara Coppa Italia 2024-2025: Akhiri Penantian 51 Tahun Usai Kalahkan AC Milan

2

Nusavoxmedia.id – Bologna mencatatkan sejarah gemilang dengan menjuarai Coppa Italia 2024-2025 setelah mengalahkan AC Milan 1-0 pada laga final di Stadio Olimpico, Roma, Kamis (15/5) dini hari tadi pukul 02.00 WIB. Gol tunggal Dan Ndoye menjadi penentu kemenangan, sekaligus mengakhiri penantian panjang Bologna selama 51 tahun untuk meraih trofi besar. Kemenangan ini bukan hanya membawa kebanggaan, tetapi juga tiket otomatis ke Liga Europa musim depan.

Kemenangan Bersejarah Bologna Setelah 51 Tahun

Bologna terakhir kali mengangkat trofi Coppa Italia pada tahun 1974, menjadikan kemenangan ini sebagai momen bersejarah bagi klub yang berbasis di Emilia-Romagna tersebut. Di bawah asuhan pelatih Vincenzo Italiano, I Rossoblu menunjukkan performa luar biasa sepanjang turnamen. Mereka mengalahkan Monza, Atalanta, dan Empoli sebelum melangkah ke final.

Laga final melawan AC Milan berlangsung sengit. Bologna tampil lebih terorganisasi, dengan Emil Holm dan Lewis Ferguson menjadi motor serangan di babak pertama. Meski skor masih imbang 0-0 hingga turun minum, Bologna berhasil memecah kebuntuan di babak kedua. Pada menit ke-53, Dan Ndoye mencetak gol indah setelah memanfaatkan celah di lini belakang Milan. Gol ini membuat Stadio Olimpico bergemuruh, dengan para pendukung Bologna merayakan momen bersejarah.

Perjuangan AC Milan yang Berakhir Pahit

AC Milan, yang diasuh Sergio Conceicao pelatih AC Milan datang dengan ambisi besar untuk mengakhiri paceklik trofi Coppa Italia sejak 2003. Setelah mengalahkan Inter Milan 4-1 secara agregat di semifinal, Milan tampil percaya diri. Namun, di laga final, mereka kesulitan menembus pertahanan solid Bologna.

Rafael Leao dan Christian Pulisic berulang kali mencoba peruntungan, tetapi kiper Bologna, Lukasz Skorupski, tampil gemilang. Salah satu momen krusial terjadi pada menit ke-11, ketika Skorupski berhasil menghalau umpan silang Alex Jimenez yang nyaris menjadi gol bunuh diri. Luka Jovic juga gagal memanfaatkan peluang emas di babak pertama, memperparah kekecewaan Milan. Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Milan, meskipun mereka sebelumnya meraih Supercoppa Italiana pada Januari 2025. Kini, peluang Milan untuk tampil di kompetisi Eropa musim depan bergantung pada posisi mereka di Serie A, di mana mereka tertinggal tiga poin dari peringkat 6 untuk slot Conference League.

Dan Ndoye: Pahlawan Bologna di Stadio Olimpico

Dan Ndoye, penyerang asal Swiss, menjadi bintang di laga final. Golnya tidak hanya mengantarkan Bologna sebagai juara, tetapi juga mencatatkan namanya sebagai pencetak gol kedua dalam sejarah final Coppa Italia untuk Bologna, setelah Giuseppe Savoldi pada 1974. Ndoye, yang baru pulih dari cedera, tampil penuh semangat dan kerap merepotkan sisi kanan pertahanan Milan. Pelatih Vincenzo Italiano memuji perjuangan timnya. “Kami memainkan permainan kami dengan baik, dan organisasi tim sangat terlihat,” ujar Italiano usai laga. Kemenangan ini juga menjadi penebusan bagi Italiano, yang sebelumnya gagal di tiga final berturut-turut bersama Fiorentina, termasuk final Coppa Italia 2023 melawan Inter Milan.

Momen Kemenangan bagi Bologna

Kemenangan ini bukan hanya soal trofi, tetapi juga membawa Bologna kembali ke panggung Eropa. Mereka otomatis lolos ke Liga Europa 2025-2026 dan akan tampil di Supercoppa Italiana Final Four di Arab Saudi, bersama Inter Milan dan Napoli. Selain itu, Bologna masih berpeluang lolos ke Liga Champions musim depan, dengan posisi mereka di Serie A saat ini di peringkat ketujuh, hanya 2 poin di bawah Juventus yang berada di zona empat besar.

Para penggemar Bologna merayakan kemenangan ini dengan penuh suka cita. Media sosial diramaikan dengan unggahan seperti, “WE ARE THE COPPA ITALIA 2024/25 WINNERS”. dari akun resmi Bologna FC. Suporter juga memuji semangat tim yang “berlari seperti lebah” di lapangan, menunjukkan determinasi tinggi untuk meraih trofi.

Kegagalan Milan: Tekanan untuk Conceicao

Bagi AC Milan, kekalahan ini menambah tekanan pada Sergio Conceicao. Meski berhasil membawa Milan meraih Supercoppa Italiana awal tahun ini, musim 2024-2025 dianggap mengecewakan. “Saya kecewa kehilangan final dan kesempatan untuk memenangkan trofi,” ujar Conceicao pasca-pertandingan, menanggapi spekulasi tentang posisinya di klub. Kekalahan ini juga memicu kritik terhadap performa pemain kunci seperti Fikayo Tomori, Kyle Walker, dan Luka Jovic, yang dinilai tampil di bawah ekspektasi.

Penutup

Kemenangan Bologna di Coppa Italia 2024-2025 menandai kebangkitan mereka sebagai kekuatan baru di sepak bola Italia. Setelah perjuangan panjang dan berbagai tantangan di awal musim, Rossoblu berhasil membuktikan kualitas mereka. Momen ketika Lorenzo De Silvestri, Lewis Ferguson, dan Riccardo Orsolini mengangkat trofi di Stadio Olimpico akan dikenang selamanya oleh para penggemar Bologna.

Xi Jinping Tegaskan Dukungan China untuk Kemerdekaan Palestina di Tengah Konflik Gaza

1

Nusavoxmedia.id – Presiden China Xi Jinping kembali menegaskan dukungan penuh negaranya terhadap kemerdekaan Palestina di tengah eskalasi konflik di Gaza. Dalam pernyataan terbarunya, Xi Jinping menyerukan solusi dua negara sebagai jalan keluar dari krisis berkepanjangan. Sikap China ini memicu ketegangan dengan Israel, yang kini menghadapi penurunan kerja sama ekonomi dengan Beijing.

Dukungan China untuk Palestina

Xi Jinping menegaskan bahwa ketidakadilan terhadap rakyat Palestina tidak boleh terus berlanjut. Ia menyerukan pembentukan negara Palestina yang berdaulat, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota, berdasarkan garis perbatasan 1967. Xi Jinping juga mendorong keanggotaan penuh Palestina di PBB, sebuah langkah yang telah lama didukung China.

Langkah ini bukan yang pertama. Sejak 2013, Xi Jinping secara konsisten menyuarakan dukungan untuk Palestina. Pada tahun 2024, China berhasil memediasi perjanjian rekonsiliasi antara faksi Hamas dan Fatah di Beijing, menunjukkan ambisi Beijing sebagai penengah di Timur Tengah. Namun, langkah ini juga menuai kritik dari Israel, yang menilai China berpihak dan tidak netral.

Konflik Gaza yang kian memanas menjadi latar belakang pernyataan Xi. Hingga 15 Mei 2025, serangan Israel di Gaza diperkirakan telah menewaskan lebih dari 50.000 warga Palestina sejak Oktober 2023, berdasarkan tren eskalasi konflik, dengan 85% penduduk Gaza kehilangan tempat tinggal, menurut data PBB. Di tengah blokade Israel, warga Gaza menghadapi kelaparan dan krisis kemanusiaan yang parah.

Dampak Ekonomi bagi Israel

Sikap China ini membawa dampak signifikan bagi Israel. Sebelumnya, China merupakan mitra dagang besar Israel setelah AS, dengan volume perdagangan yang signifikan. Namun, sejak China memperkuat dukungan untuk Palestina, hubungan ekonomi China-Israel memburuk, dengan penurunan kerja sama di sektor teknologi.

Kepala Program Kebijakan Asia di Institut Diplomasi Israel, Gedaliah Afterman, menyebut sikap China sebagai pukulan telak. “Hubungan ekonomi Israel-China yang selama ini baik kini terancam,” ujarnya. Israel juga kesal karena China tidak mengutuk serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya. .

China: Kepentingan Geopolitik atau Kemanusiaan?

Dukungan China untuk Palestina bukan sekadar solidaritas. Sejak era Mao Zedong, China telah mendukung gerakan kemerdekaan global, termasuk dengan mengirim senjata ke Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Namun, sejak Deng Xiaoping berkuasa pada 1978, China mulai mengambil pendekatan pragmatis, membuka hubungan dengan Israel pada 1992.

Kini, di bawah Xi Jinping, China tampaknya kembali ke akar ideologisnya, sekaligus memanfaatkan konflik untuk memperluas pengaruh di Timur Tengah. China, yang mengimpor setengah kebutuhan minyaknya dari negara-negara Teluk, memiliki kepentingan ekonomi di kawasan ini. Dengan memposisikan diri sebagai penengah, China berupaya menyaingi dominasi AS, yang secara terang-terangan mendukung Israel.

Namun, langkah ini juga menuai kritik. Beberapa analis menilai China tidak benar-benar netral. “China ingin menarik simpati negara-negara Arab, tetapi dukungannya terhadap Palestina sering kali hanya retorika,” ujar Ahmed Aboudouh dari Chatham House. Selain itu, dukungan Palestina terhadap kebijakan China di Xinjiang, di mana Uighur menghadapi tuduhan pelanggaran HAM juga menuai kecaman sebagai bentuk pragmatisme politik.

Tanggapan Indonesia dan Dunia

Di tengah sikap China, Presiden Indonesia Prabowo Subianto juga menegaskan dukungan untuk kemerdekaan Palestina. Dalam pidato perdananya pada tahun 2024 kemarin, Prabowo menyerukan bantuan kemanusiaan untuk Gaza dan menolak rencana relokasi warga Gaza ke Indonesia. “Palestina harus merdeka, dan Indonesia akan terus mendukung perjuangan mereka,” tegasnya.

Di panggung global, sikap China mendapat dukungan dari negara-negara Arab, tetapi AS menuduh Beijing “mengabaikan penderitaan” Israel. Sementara itu, PBB terus mendesak gencatan senjata, meskipun upaya ini terhambat oleh veto AS di Dewan Keamanan.

Apa yang Akan Dilakukan China?

China telah menunjukkan komitmennya melalui bantuan nyata. Pada Agustus 2024, China menyerahkan donasi 3 juta dolar AS kepada UNRWA untuk mendukung layanan kesehatan primer dan bantuan pangan darurat di Gaza, sebagai tindak lanjut dari janji Xi Jinping pada Mei 2024. Selain itu, Xi menjanjikan bantuan 500 juta yuan (sekitar Rp1 triliun) untuk pengungsi Gaza, yang hingga Mei 2025 masih dalam proses implementasi, menurut China International Development Cooperation Agency.

Selain itu, China berencana menggelar konferensi perdamaian internasional untuk menyusun peta jalan solusi dua negara. Pada Februari 2025 kemarin, China juga mengumumkan bantuan makanan untuk 60.000 keluarga di Gaza, menunjukkan langkah berkelanjutan dalam mendukung rakyat Palestina. Konflik Gaza dan sikap China menunjukkan kompleksitas geopolitik di Timur Tengah. Di satu sisi, dukungan China memberikan harapan bagi Palestina. Di sisi lain, langkah ini memperdalam ketegangan dengan Israel dan Barat, yang bisa memperpanjang krisis.

Keracunan Massal MBG: 1.315 Siswa Terdampak, Program Prabowo Diuji

2

Nusavoxmedia.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu janji utama Presiden Prabowo Subianto, kini menjadi sorotan tajam setelah kasus keracunan massal menimpa ribuan siswa. Hingga 14 Mei 2025, setidaknya 1.315 siswa dari berbagai daerah seperti Bogor, Bandung, dan Tasikmalaya telah terdata mengalami keracunan setelah menyantap makanan MBG. Insiden ini memicu gelombang kritik dari masyarakat dan mempertanyakan efektivitas program yang menelan anggaran Rp71 triliun tersebut.

Gelombang Keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG)

Kasus keracunan MBG telah berulang sejak awal 2025 di berbagai wilayah, mulai dari Sukoharjo, Sumba Timur, hingga Bombana. Baca juga kunjungan Bill Gates ke Indonesia di sini. Insiden terbaru terjadi pada pekan sebelum 13 Mei 2025 di Kota Bogor, di mana ratusan siswa TK hingga SMP mengalami mual, diare, hingga tubuh membiru usai mengonsumsi MBG. Sebanyak 22 siswa harus dirawat di rumah sakit akibat insiden ini.

Pada 29 April 2025, 342 siswa SMP Negeri 35 Bandung juga mengalami gejala serupa karena makaroni dan sayuran yang basi. Di Tasikmalaya, 24 pelajar dari Kecamatan Rajapolah dirawat hingga 1 Mei 2025 malam, dengan 8 di antaranya dirawat inap dan 1 dirujuk ke rumah sakit. “Kami makan saja karena senang dapat MBG, eh keracunan,” ujar seorang siswa. Kasus ini menambah daftar panjang, termasuk di Cianjur (78 siswa), Sukoharjo (40 siswa), dan Sumba Timur (29 siswa). Di Cianjur, insiden pada 21 April 2025 menimpa 176 orang, termasuk 78 siswa, hingga ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Penyebab Keracunan

Kualitas makanan menjadi masalah utama dalam kasus ini. Di Bombana, Sulawesi Tenggara, 53 dari 1.026 paket MBG berbau amis pada 23 April 2025. Di Wonorejo, Jawa Tengah, kepala sekolah dan dua murid keracunan pada 24 April 2025 karena daging ayam yang tidak layak konsumsi, menurut BBC. Pakar gizi dari UGM, Prof. Dr. I Made Alit Gunawan, menilai sanitasi dapur dan suhu penyajian sering terabaikan, yang menjadi akar masalah.

Badan Gizi Nasional (BGN) mengklaim kasus ini hanya memengaruhi 0,005% dari 3 juta penerima manfaat, sesuai pernyataan Prabowo pada 5 Mei 2025. Namun, pernyataan ini terkesan meremehkan masalah. Banyak siswa membuang makanan karena rasa yang tidak enak. Postingan di X mencerminkan ketidakpuasan publik, dengan warganet menyebut MBG sebagai “Makan Beracun Gratis” dan meminta program ini agar berhenti.

Respon Pemerintah

BGN mulai memperketat prosedur, termasuk uji organoleptik sebelum distribusi. Selain itu, BGN berencana memberikan asuransi untuk korban keracunan dan menanggung biaya pengobatan. DPRD Tasikmalaya meminta dapur MBG Rajapolah agar tutup sementara untuk evaluasi. Prabowo memerintahkan “zero accident” dalam program ini, dengan target tidak ada lagi kasus serupa.

Di sisi lain, target pemerintah untuk menjangkau 6 juta penerima pada Juni 2025 tetap berjalan, dengan penambahan 219 dapur baru. Namun, banyak pihak menilai langkah ini terlalu ambisius tanpa perbaikan sistem yang mendasar. Misalnya, di Sumba Timur, makanan MBG terpaksa disimpan di ruang guru karena minimnya fasilitas penyimpanan, yang memperparah risiko kontaminasi.

Efektivitas MBG Dipertanyakan

MBG bertujuan mengatasi stunting, tetapi kasus keracunan berulang menunjukkan kegagalan sistemik, terutama dalam pengawasan dan distribusi. ICW menyoroti potensi korupsi dalam program ini, dengan anggaran yang mencapai Rp71 triliun. Realitas di lapangan juga jauh dari harapan. Di Sukoharjo, makanan MBG hanya berupa telur rebus dan pisang, jauh dari standar gizi yang sesuai program. Tanpa evaluasi menyeluruh, MBG berisiko menjadi program yang lebih membahayakan daripada memberi manfaat. Pemerintah perlu melibatkan masyarakat dan ahli gizi untuk memastikan kualitas makanan sesuai standar, bukan sekadar mengejar target jumlah penerima.

Penutup

Pemerintah perlu memperbaiki rantai distribusi dan sanitasi dapur secara menyeluruh. Pengawasan independen juga penting untuk memastikan kualitas makanan. Edukasi masyarakat tentang cara menyimpan dan mengonsumsi makanan MBG perlu diperkuat. Dengan langkah ini, harapannya program MBG dapat menjadi solusi nyata bagi gizi anak, bukan malah menjadi ancaman yang membahayakan.