Beranda blog

Sentra Quran Berhasil Sedekah 2.000 Mushaf Al-Qur’an Untuk Sumatera & Nusantara

1

Nusavoxmedia.id – Peradaban yang kuat selalu diawali dengan pendidikan yang benar, kepedulian sosial yang nyata, dan dakwah yang menghadirkan manfaat bagi umat. Berangkat dari semangat itulah Sentra Qur’an Indonesia berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa dan Gramedia menghadirkan Gerakan Sedekah 2.000 Mushaf Al-Qur’an untuk Sumatera dan Nusantara.

Sejak 2 Mei 2026, gerakan ini menjadi ikhtiar bersama untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap mushaf Al-Qur’an yang layak. Ribuan mushaf disalurkan kepada masjid, TPQ/TPA, pesantren, rumah tahfidz, majelis taklim, hingga pelosok daerah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap sarana pembelajaran Al-Qur’an.

Sedekah mushaf bukan sekadar memberikan kitab suci, melainkan menghadirkan keadilan pendidikan. Ketika seorang anak mampu membaca Al-Qur’an dengan mushaf yang baik, ketika seorang santri dapat menghafal dengan lebih mudah, dan ketika sebuah majelis kembali hidup karena hadirnya Al-Qur’an, maka di situlah investasi peradaban sedang dibangun.

Program ini juga menjadi gerakan dakwah kolaboratif. Dakwah hari ini tidak cukup hanya dengan lisan, tetapi harus diwujudkan melalui aksi sosial, pemberdayaan pendidikan, dan sinergi antarlembaga. Kolaborasi Sentra Qur’an Indonesia, Dompet Dhuafa, dan Gramedia membuktikan bahwa persatuan dalam kebaikan mampu melahirkan manfaat yang lebih luas bagi bangsa.

Puncak kegiatan akan dilaksanakan pada 22 Agustus 2026 di Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, sebagai momentum syukur atas perjalanan dakwah dan distribusi mushaf yang telah menjangkau berbagai wilayah Sumatera dan Nusantara.

“Membangun Indonesia tidak cukup dengan membangun gedung, tetapi harus membangun manusianya. Dan membangun manusia dimulai dengan membangun kedekatannya kepada Al-Qur’an. Satu mushaf yang kita sedekahkan hari ini mungkin dibaca oleh puluhan orang, dihafal oleh generasi muda, diajarkan kembali kepada anak-anak, lalu menjadi amal jariyah yang terus mengalir sepanjang zaman. Inilah misi besar Sentra Qur’an Indonesia, membumikan Al-Qur’an sebagai fondasi sosial, pendidikan, dan peradaban bangsa.” Ungkap Ahmad Hizbullah Al Faridi selaku ketua umum Sentra Qur’an Indonesia

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus.”
(QS. Al-Isra: 9)»

Mari menjadi bagian dari gerakan ini. Karena setiap mushaf yang sampai ke tangan umat bukan hanya menghadirkan huruf-huruf wahyu, tetapi juga menyalakan harapan, mencerdaskan generasi, dan menguatkan dakwah di seluruh penjuru Nusantara.

Karhutla Riau Melonjak di 2026, 900 Hektar Lahan Masih Membara

0

Nusavoxmedia.id – Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau periode Januari hingga Agustus 2026 tercatat telah mencapai 16.277,50 hektar. Lonjakan luasan lahan terbakar tersebut dilaporkan langsung oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Provinsi Riau, M Edy Afrizal, dalam rapat penanganan bencana bersama Presiden RI Prabowo Subianto.

“Untuk luasan terbakar dari di Provinsi Riau dari Januari sampai dengan bulan Agustus ini berjumlah sebanyak 16.277,50 hektar. Titik hotspot total dari Januari-Agustus itu sebanyak 10.514 titik,” kata Edy, melaporkan ke Presiden RI Prabowo Subianto, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (24/8/2026). Di lansir kompas.com

Edy merincikan, dari belasan ribu hotspot yang terpantau, sebanyak 521 titik telah berubah menjadi titik api dan mayoritas telah berhasil ditangani oleh tim satgas darat maupun udara. “Sudah menjadi firespot 521 titik. Alhamdulillah sudah kami padamkan, tinggal saat ini tujuh titik,” imbuh Edy.

Saat ini, tujuh titik api yang masih tersisa tersebar di empat wilayah kabupaten, meliputi satu titik di Pelalawan, serta masing-masing dua titik di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Kabupaten Kampar.

Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo menanyakan langsung luasan area yang masih membara hingga hari ini. “Total di Provinsi Riau hari ini 7 titik itu luasnya berapa?” tanya Prabowo.

“Lebih kurang sekitar 900 hektar, Pak,” jawab Edy.

Meningkatnya eskalasi karhutla di Riau sepanjang 2026 dipicu oleh cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino kuat yang menyebabkan kekeringan parah.

Kondisi ini jauh meningkat dibandingkan periode Januari–Mei 2025 yang mencatatkan luas karhutla di Riau sebesar 751,8 hektare. “Ini memang dipicu oleh fenomena El Nino yang sangat kuat sehingga dibandingkan dengan tahun 2025 ada peningkatan,” kata Edy.

Meski demikian, Presiden Prabowo tetap mengapresiasi kerja keras petugas di lapangan yang berhasil mengendalikan ratusan titik api, sembari meminta jajaran daerah tetap siaga. “Kalau perlu tambahan (bantuan), tapi saya percaya kalian, tinggal 900 (hektar) itu. Tetap waspada untuk ke depan,” kata Prabowo.

Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK, Dinilai Punya Keistimewaan

0

Nusavoxmedia.id – Aturan mengenai masa jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 resmi digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Gugatan tersebut diajukan oleh dua warga negara Indonesia, Saras Sandriyanti (Pemohon I) dan Lisdawati Manao (Pemohon II), lantaran regulasi saat ini dinilai memberikan keistimewaan yang tidak proporsional bagi Kapolri jika dibandingkan dengan pimpinan lembaga negara lainnya.

Permohonan uji materiil ini secara resmi terdaftar di Mahkamah Konstitusi dengan nomor perkara 315/PUU-XXIV/2026. Para pemohon menilai ketiadaan pembatasan periodisasi jabatan yang tegas di luar batas usia pensiun bagi Kapolri telah mencederai prinsip kesetaraan di hadapan hukum (equality before the law).

Hal tersebut berbanding terbalik dengan posisi pimpinan lembaga penegak hukum lain seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memiliki masa jabatan lima tahun maupun Hakim Konstitusi dengan masa jabatan maksimal 10 tahun dan batas usia pensiun 70 tahun.

“Jabatan-jabatan strategis lain yang pengangkatannya memerlukan persetujuan DPR dan bertanggung jawab kepada Presiden (seperti Pimpinan KPK atau Hakim Konstitusi) diikat oleh mekanisme akuntabilitas yang sangat ketat dan terukur,” tulis pemohon dalam berkas permohonannya, dikutip Senin (24/8/2026). Di lansir kompas.com

Selain isu kesetaraan, pemohon menyoroti risiko pembiaran posisi pimpinan institusi bersenjata tanpa skema evaluasi yang memadai dari pihak luar.

“Menempatkan Kapolri sebagai satu-satunya pimpinan lembaga koersif bersenjata tanpa adanya kejelasan instrumen, merupakan bentuk diskriminasi normatif yang merusak harmoni tata kelola kelembagaan negara hukum,” papar gugatan pemohon.

Pemohon menegaskan bahwa jaminan kepastian hukum yang adil melarang adanya perbedaan perlakuan terhadap jabatan publik yang secara fungsional setara. Posisi Kapolri dinilai tidak boleh dibiarkan menjadi pengecualian yang elastis ketika pimpinan organ penegak hukum lainnya diikat oleh indikator pertanggungjawaban baku serta periodisasi yang rigid.

“Pembiaran posisi Kapolri berjalan tanpa jangkar pengawasan berkala eksternal, melahirkan hak istimewa (privilege) yang tidak proporsional bagi sebuah lembaga koersif (coercive power) yang memegang senjata,” tulis pemohon.

Dalam petitum permohonannya, para pemohon meminta MK menyatakan Pasal 11 ayat (2) UU Nomor 5 Tahun 2026 bertentangan dengan UUD 1945 sepanjang tidak dimaknai bahwa usulan pengangkatan dan pemberhentian Kapolri didasarkan pada indikator evaluasi kinerja yang transparan, objektif, dan akuntabel secara berkala oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Tak hanya itu, mereka juga meminta MK membatasi masa jabatan Kapolri secara tegas selama 5 tahun dan hanya dapat diperpanjang maksimal satu kali dengan persetujuan DPR, serta menetapkan alasan-alasan pemberhentian Kapolri yang sah menurut hukum.

Demo di Jakarta Pusat Hari Ini, 1.358 Personel Gabungan Disiagakan

0

Nusavoxmedia.id – Polisi menyiagakan sebanyak 1.358 personel gabungan untuk mengamankan aksi demonstrasi yang digelar sejumlah elemen masyarakat di beberapa titik di wilayah Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026).

Personel tersebut berasal dari jajaran Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga polsek di wilayah Jakarta Pusat.

“1.358 personel gabungan (Polda, Polres, Polsek jajaran), dan pelayanan unjuk rasa wilayah Jakpus lainnya,” kata Kasi Humas Polres Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri kepada wartawan, Senin (24/8/2026). Di kutip dari Detik.com

Sejumlah kelompok dijadwalkan menggelar aksi di lokasi berbeda. Massa yang mengatasnamakan Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia bersama beberapa elemen lainnya akan menyampaikan aspirasi di kawasan Gambir.

Sementara itu, Aliansi Masyarakat Jakarta dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI. Aksi lainnya juga akan berlangsung di depan Kedutaan Besar Jepang di Jalan MH Thamrin.

“Gerakan Pemuda dan Aktivis Muslim Indonesia di depan Kedubes Jepang Jl. MH. Thamrin Jakpus,” ujarnya.

Erlyn mengatakan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi akan dilakukan secara situasional dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Masyarakat diimbau menggunakan jalur alternatif untuk menghindari kepadatan lalu lintas.

Polisi juga mengingatkan seluruh peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara tertib dan mematuhi ketentuan yang berlaku. Di sisi lain, personel pengamanan diminta tetap mengedepankan pendekatan humanis dan dialog selama menjalankan tugas.

Forum Rakyat Pati Temui DPR, Minta Kejelasan Pembahasan RUU Perampasan Aset

4

Nusavoxmedia.id – Pimpinan DPR RI menerima aspirasi dari perwakilan Forum Komunikasi Rakyat Pati yang menyampaikan sejumlah persoalan terkait kondisi Kabupaten Pati. Dalam pertemuan tersebut, mereka juga meminta kejelasan mengenai perkembangan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset di DPR RI.

Pertemuan itu berlangsung di Ruang Abdul Muis, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2026). Sejumlah pimpinan dan anggota DPR hadir, di antaranya Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Sari Yuliati, serta Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade.

Pengurus Pusat Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Pemuda Ansor, Lukman Hakim, yang hadir sebagai perwakilan Forum Komunikasi Rakyat Pati, mengatakan masyarakat berharap kondisi di daerahnya dapat segera pulih.

“Saya juga ikut tergerak bagaimana masyarakat Pati ini kembali pulih. Saya kira selama ini, selama satu tahun sakit, Pak. Sakit sekali. Di media sosial yang digoreng-digoreng yang kebenarannya saya kira nggak sesuai yang ada di lapangan,” kata Lukman. Di lansir Detik.com

Menurut Lukman, Forum Komunikasi Rakyat Pati terdiri atas sejumlah unsur masyarakat, mulai dari LDII, Pemuda Pancasila, tokoh nelayan, hingga kelompok perempuan. Salah satu aspirasi yang mereka sampaikan adalah mengenai percepatan pembahasan dan pengesahan RUU Perampasan Aset.

“Yang pertama, poin yang akan kami sampaikan terkait dengan percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset, Pak. Sampai sejauh mana Bapak-bapak, Ibu-ibu Wakil Ketua DPR RI hari ini, walaupun sebenarnya ada di Komisi III, paling tidak biar kami tahu sampai sejauh mana pembahasannya. Itu poin yang pertama,” ujar Lukman.

Selain itu, ia menyoroti situasi di Kabupaten Pati yang menurutnya belakangan kurang kondusif. Lukman meminta adanya ketegasan dalam menyikapi berbagai persoalan yang terjadi dan berdampak pada masyarakat.

“Sudah satu tahun kami diacak-acak, di media sosial yang nggak tahu kebenarannya, yang masih disangsikan kebenarannya. Kami menuntut ketegasan. Seperti contoh, sebelum tanggal 13 kemarin, sound horeg itu di tengah alun-alun, Pak, sampai jam 00.00 malam, kami resah. Kedua, kantor DPRD diacak-acak sampai malam. Ada apa ini?” tambahnya.

Lukman juga mengusulkan adanya regulasi yang berkaitan dengan konten di media sosial. Menurut dia, penyebaran informasi yang belum tentu benar melalui konten kreator dapat membentuk persepsi negatif terhadap kondisi Kabupaten Pati.

“Terus selanjutnya ada poin yang ketiga. Perlu adanya sebuah regulasi. Mungkin ini di Komisi I ya kaitan dengan, apa namanya, media sosial, konten-konten kreator. Jadi gorengannya itu sampai media resmi kalah, Pak. Hoaks-hoaksnya luar biasa,” ujar Lukman.

Ia menilai pemberitaan melalui media sosial terkadang membuat persoalan yang melibatkan segelintir orang seolah-olah menggambarkan kondisi masyarakat Pati secara keseluruhan.

“Padahal yang ada di lapangan mereka-mereka paling 10 orang, 7 orang. Tapi ketika sudah konten kreator ini sudah bermain, jadi seolah-olah-olah ini Pati jelek. Selalu negatif, selalu negatif. Kami perlu adanya sebuah regulasi yang mengatur itu. Sampai media yang berizin pun kalah secara pemberitaan. Nggak akan didengar gitu,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan nelayan Pati, Agung, mengatakan kondisi yang berkembang di daerah tersebut turut berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk minat investor untuk masuk ke Kabupaten Pati.

“Nelayan Kabupaten Pati sangat terasa dampaknya. Dari investor-investor yang akan masuk, semuanya ketakutan akan Kabupaten Pati. Mohon dari bapak semuanya perwakilan kita, minta turun ke lapangan, turun ke Pati. Lihat ini Pati,” ujar Agung.

Agung berharap para wakil rakyat dapat melihat langsung kondisi di lapangan. Menurut dia, Kabupaten Pati selama ini dikenal sebagai daerah yang aman, ramah, dan menjunjung kehidupan yang damai.

“Keadaan Pati yang sebetulnya cinta damai, ramah, ingin kita kondusif semuanya. Tapi dengan adanya segelintir orang yang mengatasnamakan rakyat Pati, membuat kita sangat-sangat tidak beradab,” imbuhnya.

4 Kebiasaan yang Dikaitkan dengan Ciri Orang Narsistik, Apa Saja?

0

Nusavoxmedia.id – Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsistik merupakan kondisi kesehatan mental yang berkaitan dengan pola rasa keagungan diri, kebutuhan akan kekaguman, rasa berhak, serta kesulitan berempati terhadap orang lain.

Namun, kebiasaan tertentu dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk mendiagnosis seseorang mengalami NPD. Diagnosis gangguan kepribadian memerlukan penilaian profesional oleh tenaga kesehatan mental.

Meski demikian, sejumlah perilaku disebut dalam beberapa pembahasan psikologi memiliki keterkaitan dengan sifat atau ciri narsistik.

Dikutip dari Daily Mail, salah satunya adalah kecenderungan gemar membicarakan orang lain atau merasa tidak nyaman melihat orang lain memperoleh kebahagiaan dan kesuksesan.

Psikolog klinis Seth Meyers mengatakan, pada sebagian individu dengan sifat narsistik yang kuat, pola tersebut dapat berkaitan dengan pengalaman emosional pada masa perkembangan.

“Sebagian besar orang narsistik berat kemungkinan pernah terluka secara emosional pada masa perkembangan penting,” kata Meyers.

“Karena luka itu membuat mereka merasa tidak diperhatikan, dipermalukan, atau direndahkan, mereka bereaksi intens dan negatif ketika orang lain, terutama yang dekat dengan mereka, bahagia, sukses, atau bersinar,” sambungnya sambil menekankan orang yang narsistik juga cenderung suka melihat orang lain menderita. Di kutip dari Detikhealth

Perilaku lain yang kerap dikaitkan dengan ciri narsistik adalah kecenderungan mencari orang-orang yang terus memberikan perhatian, pujian, atau memenuhi keinginannya. Mereka dapat membangun lingkungan sosial yang membuat dirinya merasa lebih penting dan unggul.

Profesor psikologi Susan Krauss Whitbourne menyebut, individu dengan ciri narsistik dapat menunjukkan respons negatif ketika keinginannya tidak terpenuhi.

“Seseorang yang narsis hampir tidak punya empati, mudah marah jika keinginannya tidak terpenuhi, dan merasa berhak mendapat perlakuan istimewa dari orang-orang di sekitarnya,” ujar Profesor psikologi Susan Krauss Whitbourne.

Selain itu, perhatian berlebihan terhadap citra diri juga sering dibahas dalam kaitannya dengan sifat narsistik. Media sosial dapat menjadi salah satu ruang untuk menampilkan kehidupan yang dianggap ideal, termasuk melalui unggahan foto diri atau aktivitas yang membangun kesan tertentu.

Namun, kebiasaan mengunggah selfie atau aktif di media sosial tidak serta-merta menunjukkan seseorang mengalami NPD. Perilaku tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor dan perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas.

Sebuah penelitian tahun 2018 dari Brunel University, misalnya, membahas motivasi di balik unggahan terkait olahraga, termasuk keinginan menampilkan penampilan dan usaha memperbaiki diri sebagai bentuk comparative self-enhancement.

Perilaku lain yang juga pernah dikaji adalah kecenderungan melakukan pengawasan berlebihan terhadap orang lain melalui media sosial. S

tudi tahun 2016 di Personality and Individual Differences menemukan adanya keterkaitan antara tingkat sifat narsistik yang tinggi dengan risiko perilaku intrusif dalam hubungan, termasuk setelah mengalami penolakan.

Dalam konteks hubungan interpersonal, seseorang dengan sifat narsistik yang kuat juga dapat mengalami kesulitan melepaskan hubungan secara sehat. Sikap yang terlihat sebagai bentuk perhatian atau kemurahan hati, dalam kondisi tertentu, dapat memiliki unsur manipulatif.

“Tujuannya adalah membuat penerima merasa bergantung dan berhutang,” ujar psikolog Alexander Burgemeester.

Meski sejumlah kebiasaan tersebut dapat dibahas dalam kaitannya dengan sifat narsistik, penentuan apakah seseorang mengalami NPD tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan perilaku di media sosial, kebiasaan bergosip, atau pola hubungan tertentu. Penilaian kondisi kesehatan mental memerlukan pemeriksaan menyeluruh oleh profesional yang kompeten.

Gibran Tinjau Sekolah Rusak akibat Gempa M 7,7 di NTT

0

Nusavoxmedia.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau SMA Negeri 2 Sambi Rampas di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengalami kerusakan akibat gempa magnitudo 7,7.

Dalam kunjungannya pada Jumat (21/8/2026), Gibran melihat langsung kondisi sejumlah bangunan sekolah yang terdampak gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026).

Kerusakan dilaporkan terjadi pada gedung A dan gedung C yang terdiri atas beberapa ruangan. Sementara gedung B yang memiliki dua ruang kelas mengalami kerusakan berat hingga bangunannya roboh.

Selain ruang kelas, fasilitas perpustakaan juga terdampak. Plafon bangunan dilaporkan roboh, sementara lantai mengalami keretakan.

Sejumlah ruang kantor turut mengalami kerusakan. Ruang guru, ruang tata usaha, ruang sarana dan prasarana, serta ruang kepala sekolah dilaporkan mengalami kerusakan dengan kondisi sebagian dinding bangunan terlihat miring.

Akibat kerusakan tersebut, kegiatan belajar mengajar di SMAN 2 Sambi Rampas dihentikan sementara hingga 28 Agustus 2026.

Menanggapi kondisi itu, Gibran menekankan perlunya percepatan perbaikan fasilitas pendidikan di wilayah terdampak. Menurut dia, penanganan harus diawali dengan identifikasi serta klasifikasi tingkat kerusakan agar perbaikan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

Ia juga meminta agar penanganan bangunan sekolah memperhatikan tingkat urgensi dan keselamatan seluruh warga sekolah.

“Sekolah dengan kondisi bangunan yang tidak memungkinkan digunakan perlu mendapatkan prioritas, termasuk melalui penyediaan ruang belajar sementara atau sekolah darurat,” ujarnya. Di kutip dari Kompas.com

Selain meninjau SMAN 2 Sambi Rampas, Gibran turut mengunjungi sejumlah lokasi terdampak gempa dan posko pengungsian di Manggarai Timur.

Beberapa lokasi yang didatangi di antaranya posko pengungsi Waso di Kecamatan Lamba Leda Utara. Gibran juga meninjau posko pengungsi di wilayah Kecamatan Sambi Rampas, yakni Pota, Paci Panda, Temba Lajar, serta Kampung Telage.

Gibran menyampaikan, penanganan pascabencana akan terus dilakukan secara terkoordinasi agar masyarakat terdampak dapat kembali menjalankan aktivitas seperti semula. Ia juga menekankan pentingnya memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak untuk belajar dalam kondisi yang aman dan layak.

Prabowo Akan Kunjungi NTT dalam Waktu Dekat untuk Tinjau Korban Gempa

0

Nusavoxmedia.id – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto tengah mempersiapkan kunjungan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau langsung kondisi warga yang terdampak gempa.

Menurut Prasetyo, agenda kunjungan Presiden ke NTT diharapkan dapat terlaksana dalam waktu dekat. Namun, ia belum merinci jadwal pasti keberangkatan Prabowo.

“Sedang dipersiapkan dalam waktu dekat, insyaallah akan ke sana,” ujar Prasetyo di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Saat ditanya kapan lebih tepatnya Prabowo mendatangi NTT, Prasetyo berjanji akan memberi kabar lanjutan.

“Nanti kita kabarin,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo sempat dijadwalkan mengunjungi Pulau Flores, NTT, pada Sabtu (22/8/2026) untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang menjadi korban gempa. Namun, kunjungan tersebut batal dilaksanakan dan dijadwalkan ulang.

Gubernur NTT Melki Laka Lena membenarkan penundaan agenda kunjungan Presiden tersebut. Ia mengatakan, kunjungan Prabowo ke Flores direncanakan berlangsung pada awal pekan depan.

“Diundur ke hari Senin atau Selasa,” kata Melki, Sabtu siang. Di lansir kompas.com

Di tengah rencana kunjungan Presiden, jumlah korban akibat gempa di NTT terus menjadi perhatian. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah warga meninggal dunia bertambah menjadi 87 orang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, angka tersebut merupakan pembaruan data BNPB yang disampaikan dalam konferensi pers secara daring pada Sabtu.

“Masih tetap ada bertambah jiwa yang meninggal dari pemberitahuan kemarin. Pada hari ini secara kumulatif jumlah yang meninggal ada 87 jiwa,” ujar Berton. Di kutip dari kompas.com

Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat sebanyak 1.298 orang mengalami luka-luka akibat gempa. Dari jumlah tersebut, 336 orang dilaporkan mengalami luka berat.

Pemerintah masih melakukan penanganan terhadap para korban serta memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak gempa. Sementara itu, persiapan kunjungan Presiden Prabowo ke NTT terus dilakukan.

Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalimantan Barat, 198 Titik Api Terdeteksi

1

Nusavoxmedia.id — Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung salah satu lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). Dalam peninjauan tersebut, Prabowo melihat kondisi lahan yang masih diselimuti asap tipis serta proses pemadaman yang dilakukan petugas di lapangan.

Berdasarkan tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo tampak meninjau area kebakaran tanpa mengenakan masker. Ia didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Di lokasi, sejumlah petugas terlihat berupaya memadamkan api dengan menggunakan selang yang mengalirkan air ke area terdampak. Asap tipis masih terlihat menyelimuti kawasan peninjauan.

Prabowo juga mengamati langsung kondisi lahan gambut yang menjadi salah satu titik karhutla. Jalur menuju lokasi berupa tanah gambut di atas parit yang dalam kondisi kering.

Sebelum menuju lokasi kebakaran, Prabowo tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kalimantan Barat, pada Sabtu siang. Kedatangannya disebut untuk memastikan langsung kondisi karhutla berdasarkan situasi terkini di lapangan.

Setibanya di Kalimantan Barat, Prabowo langsung meminta penjelasan mengenai perkembangan kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah.

“Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata dan sekarang saya minta siapa yang bisa kasih saya presentasi tentang situasi,” kata Prabowo, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Permintaan tersebut kemudian dijawab oleh Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo. Ia menyampaikan laporan mengenai kondisi titik panas di Kalimantan Barat berdasarkan pemantauan satelit dalam 24 jam terakhir.

“Izin menyampaikan bahwa Bapak Kepala BNPB masih di NTT, kami lanjut,” ujar Bulo.

Dalam paparannya, Bulo melaporkan terdapat 198 titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi yang terdeteksi di Kalimantan Barat. Titik tersebut menunjukkan adanya indikasi kebakaran yang disertai kemunculan api dan asap.

“Terpantau ada 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi. Ini artinya dengan tingkat kepercayaan tinggi ada titik api dan asap yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat,” kata Prabowo.

Selain titik dengan tingkat kepercayaan tinggi, pemantauan juga menemukan sekitar 3.100 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah serta 406 titik dengan tingkat kepercayaan rendah.

“3.100 ini berupa kepulan asap. Kami laporkan bahwa titik hotspot ini didominasi di wilayah Kabupaten Ketapang, kemudian Kubu Raya dan Kabupaten Kayong Utara,” ujar dia.

Menurut laporan tersebut, sebaran titik panas tidak hanya terkonsentrasi di Ketapang, Kubu Raya, dan Kayong Utara. Sejumlah wilayah di bagian timur Kalimantan Barat juga terpantau memiliki titik panas, di antaranya Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas.

Peninjauan langsung tersebut dilakukan Prabowo untuk melihat kondisi karhutla di lapangan sekaligus menerima laporan terkini mengenai sebaran titik panas di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Bawa 93 Kg Ganja dari Aceh ke Medan, Dua Kurir Sempat Kabur dari Polisi

0

Nusavoxmedia.id – Polrestabes Medan menangkap dua orang yang diduga membawa 93 kilogram ganja dari Aceh menuju Kota Medan. Kedua pelaku berinisial AR (19) dan K (30), yang diketahui merupakan warga Aceh.

Penangkapan dilakukan di Jalan AH Nasution, Kota Medan, pada Jumat (14/8/2026) malam. Saat akan ditangkap, keduanya sempat berusaha melarikan diri menggunakan mobil yang mereka kendarai.

“Keduanya merupakan warga Aceh,” kata Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha, Jumat (21/8/2026). Di kutip dari detik.com

Rafli mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil pengembangan dari penggerebekan sarang narkoba di kawasan bantaran rel kereta api Tembung pada Agustus 2026.

Dalam operasi sebelumnya, polisi menyita sekitar 3 kilogram ganja dan menangkap tiga orang. Hasil pengembangan mengarah pada dugaan adanya pasokan narkotika dari jaringan yang berasal dari Aceh.

Polisi kemudian memperoleh informasi mengenai rencana pengiriman ganja dari Aceh menuju kawasan Tembung. Petugas selanjutnya melakukan pengintaian dan memantau pergerakan para pelaku sejak dari wilayah Kabupaten Dairi yang berbatasan dengan Provinsi Aceh hingga menuju Kota Medan.

“Dari informasi yang diperoleh, personel kemudian melakukan pengintaian, mulai dari kawasan Kabupaten Dairi yang berbatasan dengan Provinsi Aceh tempat narkoba berasal, hingga ke pusat kota Medan,” jelasnya.

Setibanya di Jalan AH Nasution, petugas berupaya menghentikan kendaraan yang digunakan kedua pelaku. Namun, AR dan K diduga telah mengetahui keberadaan polisi dan berusaha melarikan diri.

Petugas kemudian melakukan upaya paksa dengan menabrak kendaraan yang digunakan para pelaku. Meski demikian, keduanya masih berusaha kabur melalui trotoar sebelum akhirnya berhasil dihentikan.

“Kami kemudian melakukan upaya paksa, tetapi pelaku ini kembali coba kabur melalui trotoar. Namun, upaya pelaku sia-sia karena pergerakan tim kami lebih cepat dengan menutup semua jalur pelarian, sehingga pelaku bisa kami ringkus,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan terhadap kendaraan tersebut, polisi menemukan 93 bungkus daun ganja kering yang dikemas dalam lima karung goni. Kedua pelaku diduga berperan sebagai kurir dalam pengiriman narkotika tersebut.

Berdasarkan keterangan sementara, puluhan kilogram ganja itu rencananya akan dibawa ke kawasan Tembung untuk diedarkan.

Polisi masih mendalami jaringan yang terlibat dan memburu pihak lain yang diduga terkait dengan pengiriman tersebut.

“Dalam kasus ini, kami masih berupaya mengejar pelaku lain yang identitasnya sudah kami ketahui,” pungkasnya.