Beranda blog Halaman 2

OTT KPK Unsoed, Uang Ratusan Juta Disita dalam Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru

0

Nusavoxmedia.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan penerimaan uang dalam proses penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan uang tersebut menjadi salah satu barang bukti yang diamankan penyidik dalam operasi yang berlangsung pada Kamis (20/8/2026).

“Barang bukti yang diamankan di antaranya uang tunai sejumlah ratusan juta rupiah,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/8/2026). Di kutip dari kompas.com

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan total 14 orang dari dua lokasi, yakni Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dan Jakarta.

Sebanyak 12 orang diamankan di Purwokerto. Mereka kemudian menjalani pemeriksaan awal di Polresta Banyumas. Setelah itu, tujuh orang dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK.

“12 orang yang diamankan di Purwokerto menjalani pemeriksaan awal di Polresta Banyumas. Selanjutnya, tujuh orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk permintaan keterangan lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu, dua orang lainnya yang diamankan di Jakarta langsung menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK. Dengan demikian, sebanyak sembilan orang diperiksa lebih lanjut oleh penyidik terkait operasi tersebut.

KPK sebelumnya membenarkan bahwa OTT ini menyasar sejumlah pejabat di lingkungan pimpinan Rektorat Unsoed. Operasi tersebut diduga berkaitan dengan penerimaan uang dalam proses penerimaan mahasiswa baru.

Sejumlah pejabat kampus yang turut diamankan dalam operasi itu antara lain Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq, Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed Prof. Noor Farid, serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsoed Prof. Norman Arie Prayogo.

Namun, KPK belum memerinci nilai keseluruhan transaksi yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Hingga kini, lembaga antirasuah baru mengonfirmasi adanya penyitaan uang tunai senilai ratusan juta rupiah sebagai barang bukti.

KPK masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap pihak-pihak yang telah diamankan untuk menentukan konstruksi perkara serta langkah hukum selanjutnya.

Pelni Gratiskan Pengiriman Bantuan Gempa NTT, 481 Koli Tiba di Maumere

0

Nusavoxmedia.id – Sebanyak 481 koli bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, Kamis (20/8/2026). Bantuan tersebut diangkut menggunakan KM Tidar milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dari Surabaya dan Makassar.

Setibanya di Maumere, bantuan diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka untuk dikoordinasikan sebelum didistribusikan kepada warga terdampak sesuai kebutuhan di lapangan.

Sekretaris Perusahaan Pelni Ditto Pappilanda mengatakan, pengangkutan bantuan kemanusiaan melalui kapal penumpang Pelni tidak dikenakan biaya. Kebijakan tersebut berlaku setelah Kementerian Perhubungan memberikan potongan tarif muatan barang sebesar 100 persen.

“Angkutan barang bantuan secara gratis ini karena Pelni telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perhubungan yang memberikan potongan harga 100 persen untuk tarif muatan barang di kapal penumpang,” kata Ditto di Jakarta, Jumat (21/8/2026), dikutip dari Antara.

Dengan adanya kebijakan tersebut, masyarakat, instansi, maupun lembaga yang ingin mengirimkan bantuan bagi korban gempa di NTT dapat memanfaatkan layanan angkutan Pelni tanpa dikenakan tarif pengiriman barang.

Menurut Ditto, kebijakan itu menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap penugasan Pelni dalam membantu distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak gempa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan yang mempercayai Pelni untuk menjalankan penugasan dalam angkutan bantuan kemanusiaan untuk NTT ini,” ujarnya.

Bantuan sebanyak 481 koli tersebut berasal dari sejumlah pihak, termasuk anak usaha Pelni, PT Sarana Bandar Nasional (SBN) dan PT Pelita Indonesia Djaya (PID), melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelni Group.

Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni Hana Suhardi menyerahkan bantuan tersebut kepada Koordinator Bidang Logistik BPBD Kabupaten Sikka Yohanes Carlous.

Sejumlah kebutuhan pokok dan perlengkapan bagi korban gempa turut dikirimkan dalam bantuan tersebut.

Di antaranya sembako, air mineral dalam kemasan, perlengkapan mandi, obat-obatan dan perlengkapan P3K, popok bayi, susu dan makanan bayi, perlengkapan sekolah, terpal, serta tenda.

Setelah diterima BPBD Kabupaten Sikka, bantuan akan dikoordinasikan untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang terdampak gempa di sejumlah wilayah NTT.

“Kami berharap bantuan ini dapat segera disalurkan dan bermanfaat bagi masyarakat NTT yang sedang menjalani masa pemulihan,” kata Hana.

Selain mengangkut bantuan, Pelni bersama Pelindo dan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kementerian Perhubungan juga membuka Posko Bantuan Kemanusiaan untuk NTT di sejumlah terminal penumpang pelabuhan.

Posko tersebut tersedia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, serta Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar. Masyarakat, instansi, dan lembaga dapat memanfaatkan posko tersebut untuk memperoleh informasi terkait pengiriman bantuan kemanusiaan ke NTT.

Pelni memastikan bantuan yang dipercayakan kepada perusahaan akan diangkut dengan aman sebelum disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur.

Spider-Man: Brand New Day Cetak Rekor, Raup 800 Juta Dollar dalam 19 Hari

3

Nusavoxmedia.idSpider-Man: Brand New Day mencatat pencapaian besar di industri perfilman dunia. Film terbaru hasil kolaborasi Marvel Studios dan Sony Pictures itu dilaporkan telah meraup pendapatan sebesar 800 juta dollar AS atau sekitar Rp13 triliun di pasar domestik Amerika Utara hanya dalam 19 hari penayangan.

Mengutip laporan The Hollywood Reporter, capaian tersebut membuat film yang kembali dibintangi Tom Holland sebagai Peter Parker itu memecahkan rekor sebelumnya. Star Wars: The Force Awakens yang dirilis pada 2015 membutuhkan waktu 23 hari untuk mencapai angka pendapatan serupa.

Dengan pencapaian tersebut, Spider-Man: Brand New Day disebut menjadi film keempat dalam sejarah yang berhasil menembus pendapatan 800 juta dollar AS di box office domestik.

Film ini bergabung dengan Star Wars: The Force Awakens, Avengers: Endgame, serta film pendahulunya, Spider-Man: No Way Home.

Kesuksesan Brand New Day juga terjadi di pasar internasional. Secara global, pendapatan film tersebut diklaim telah melampaui 2 miliar dollar AS atau sekitar Rp32,5 triliun, sehingga memperkuat posisinya dalam daftar film dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa.

Di Amerika Utara, target terdekat yang dibidik adalah melampaui capaian akhir Spider-Man: No Way Home yang mencatat pendapatan sebesar 814,8 juta dollar AS. Di lansir detikpop.

Sejumlah analis memperkirakan angka tersebut dapat terlampaui dalam waktu dekat apabila laju penjualan tiket tetap terjaga.

Setelah itu, Spider-Man: Brand New Day berpeluang mengejar pendapatan Avengers: Endgame yang mencapai 858,3 juta dollar AS di pasar domestik.

Rekor tertinggi masih dipegang Star Wars: The Force Awakens dengan pendapatan 936,6 juta dollar AS.

Performa box office tersebut menjadi kabar positif bagi Sony Pictures dan Marvel Studios.

Keberhasilan film terbaru Spider-Man ini juga dinilai menunjukkan bahwa film bergenre pahlawan super masih memiliki daya tarik besar di tengah munculnya kekhawatiran mengenai kejenuhan penonton terhadap film superhero.

Pencapaian tersebut turut memberikan dampak finansial bagi Tom Holland. Pemeran Peter Parker itu disebut memiliki kesepakatan kontrak yang mencakup pembagian keuntungan dan bonus berdasarkan performa box office.

Dengan skema tersebut, Holland diperkirakan berpotensi memperoleh pendapatan lebih dari 100 juta dollar AS dari proyek film keempatnya sebagai pemeran utama Spider-Man.

Pendapatan Spider-Man: Brand New Day masih berpeluang terus bertambah dalam beberapa pekan mendatang.

Minimnya film blockbuster pesaing pada periode penayangannya dinilai dapat membantu film tersebut mempertahankan performa di bioskop dan melanjutkan persaingannya dalam daftar film dengan pendapatan terbesar sepanjang masa.

Kunjungan Kerja ke NTT, Wapres Gibran Ajak Mahasiswa UI Trauma Healing

0

Nusavoxmedia.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming bertolak menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melakukan kunjungan kerja sekaligus memastikan penanganan dan pemulihan pascabencana berjalan optimal di lapangan, Kamis (20/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wapres memboyong perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas UI untuk membantu proses penanganan korban bencana.

Sekretariat Presiden menyatakan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi warga terdampak sekaligus memastikan seluruh kebutuhan pada masa tanggap darurat dapat terpenuhi.

Peninjauan langsung ini diharapkan dapat mengoptimalkan langkah pemulihan pemerintah agar sesuai dengan kondisi serta kebutuhan riil masyarakat di lokasi bencana.

Kehadiran perwakilan mahasiswa psikologi tersebut difasilitasi guna membantu proses pemulihan trauma (trauma healing) bagi warga terdampak.

Pemerintah menilai semangat serta kepedulian generasi muda perlu diwadahi dalam aksi nyata untuk mendukung penanganan bencana nasional.

Keterlibatan kalangan akademisi dan mahasiswa ini digambarkan sebagai bagian dari semangat gotong royong dalam menghadapi dampak bencana.

Selain memastikan penanganan kebutuhan dasar warga, pemerintah mendorong generasi muda untuk mengambil peran aktif dan berkontribusi sesuai dengan kapasitas keahlian yang dimiliki.

Selama berada di Nusa Tenggara Timur, Wapres bersama rombongan dijadwalkan meninjau sejumlah titik lokasi terdampak bencana serta melihat langsung kondisi fasilitas layanan dasar masyarakat.

Peninjauan lapangan tersebut mencakup beberapa wilayah kabupaten, antara lain Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Hadirkan 4 Ahli

0

Nusavoxmedia.id – Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menghadirkan empat orang ahli dalam sidang permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).

Langkah ini diambil untuk memperkuat gugatannya terhadap Polda Metro Jaya dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri sebagai termohon, serta Kejaksaan Agung selaku turut termohon.

Tim kuasa hukum Febrie membagi kehadiran para ahli tersebut ke dalam beberapa kelompok guna membedah aspek hukum dalam perkara nomor 134/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL ini.

“Izin, Yang Mulia. Ini empat orang ahli dari kami, rencananya kami usulkan di tiga klaster,” kata kuasa hukum Febrie, Febri Diansyah, di ruang sidang utama PN Jakarta Selatan, Kamis. Di kutip dari kompas.com

Adapun keempat ahli yang dipanggil yakni ahli hukum tata negara dan administrasi negara Universitas Tarumanagara Rasji, ahli hukum pidana Universitas Airlangga Nur Basuki, serta dua ahli hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII), M Arif Setiawan dan Mahrus Ali.

Di hadapan majelis hakim, Nur Basuki sempat mengungkapkan hubungan akademisnya dengan pemohon. “Saya dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Surabaya. (Spesifikasinya) Hukum Pidana Korupsi dan Hukum Acara Pidana. (Saya) kenal (Yang Mulia dengan Febrie). Dulu mahasiswa S3 saya,” ujar dia.

Langkah menghadirkan saksi ahli ini berakar pada rentetan tuntutan yang sebelumnya dibacakan oleh tim penasihat hukum Febrie lainnya pada persidangan terdahulu.

“Menyatakan Surat Penetapan Tersangka Nomor: S.Tap/02/VII/RES.3.3/2026/Polda Metro Jaya tanggal 10 Juli 2026 yang diterbitkan Termohon I (Polda Metro Jaya) atas diri Pemohon (Febrie) adalah tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat,” ucap Farizi dalam ruang sidang utama PN Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).

Melalui gugatan praperadilan tersebut, pihak Febrie meminta Hakim Tunggal Richard Edwin membatalkan seluruh proses hukum yang diterbitkan penyidik.

Objek yang digugat mencakup Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) tertanggal 6 Juli 2026, penggeledahan rumah keluarga di kawasan Sentul, hingga penyitaan aset pada 9 Juli 2026 karena dinilai cacat hukum.

Pihak pemohon juga menuntut pembatalan pencekalan ke luar negeri serta penolakan atas seluruh alat bukti yang disita agar tidak dapat digunakan dalam proses hukum berlandaskan Pasal 163 ayat (3) UU Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP.

Selain menyoroti tindakan Polda Metro Jaya dan Kortas Tipidkor Polri, gugatan ini turut menyasar sejumlah surat perintah penyidikan serta surat panggilan pemeriksaan dari Kejaksaan Agung tertanggal 11 dan 15 Juli 2026.

Pihak Febrie menganggap dokumen-dokumen Kejaksaan Agung tersebut merupakan derivasi dari penetapan tersangka oleh kepolisian yang dinilai tidak sah.

Oleh karena itu, hakim diminta memerintahkan Kejaksaan Agung untuk menghentikan seluruh penyidikan, mengembalikan barang-barang yang disita dalam kondisi utuh, serta mengabulkan rehabilitasi demi memulihkan hak, kedudukan, harkat, dan martabat Febrie seperti sediakala.

Kemenkes Dirikan RS Lapangan di NTT Pasca-gempa M 7,7

0

Nusavoxmedia.id – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mendirikan dua Rumah Sakit (RS) Lapangan yang berlokasi di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo. Langkah darurat ini diambil guna menjamin keberlangsungan layanan medis serta membantu pemulihan fasilitas kesehatan pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).

Kepala Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) Kemenkes, Agus Jamaludin, menegaskan bahwa kehadiran RS Lapangan sangat krusial mengingat kondisi bangunan fisik rumah sakit setempat yang mengalami kerusakan pascabencana.

“Saat ini kami tengah mendirikan dua RS Lapangan di RSUD Ruteng Kabupaten Manggarai dan RSUD Aeramo Kabupaten Nagekeo untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang optimal dan aman, mengingat kedua fasilitas tersebut mengalami kerusakan,” ujar Agus dalam keterangan resmi, Rabu (19/8/2026). Di kutip dari kompas.com

Langkah responsif ini merupakan bagian dari pengaktifan Health Emergency Operation Center (HEOC) untuk merespons dampak gempa pada sarana kesehatan.

Sebagai bagian dari percepatan di lapangan, Tim Emergency Medical Team (EMT) Komposit Nagekeo telah melakukan koordinasi intensif dengan pimpinan RSUD Aeramo pada Selasa (18/8/2026).

Selain itu, petugas gabungan juga menggandeng Instalasi Pemeliharaan Rumah Sakit (IPRS) untuk memeriksa tingkat kerusakan bangunan secara detail demi menjamin keamanan pasien maupun tenaga medis.

Dari pemetaan awal, RSUD Aeramo tercatat memerlukan pasokan tenda tambahan guna menunjang operasional RS Lapangan.

Untuk memperkuat penanganan medis, Kemenkes menerjunkan personel kesehatan lintas disiplin dari pelbagai fasilitas kesehatan terkemuka.

“Tim ini terdiri dari dua dokter spesialis ortopedi, satu dokter spesialis bedah umum, dua dokter spesialis anestesi, satu dokter umum, serta perawat spesifik (IGD, anestesi, dan kamar operasi),” ujar Agus.

Tenaga kesehatan tersebut tergabung dalam Tim Utama yang berasal dari Kupang, RS Wahidin Makassar, RS Leimena Ambon, serta RS Ben Mboi Kupang, dengan dukungan Tim Back Up dari RS Kariadi.

Di samping itu, personel medis di RSUD Ende juga disiagakan guna mem-backup RSUD Aeramo apabila terjadi lonjakan pasien akibat dampak lanjutan.

Penanganan darurat ini turut disokong oleh pengiriman logistik medis prioritas, seperti pasokan vaksin dari Bio Farma, satu unit Emergency Kit, 2.000 lembar masker, 1.000 kantong cairan infus HS NS, serta 400 pasang sarung tangan medis.

“Kemenkes melalui Pusat Krisis Kesehatan memastikan akan terus memantau perkembangan situasi,” ucap Agus.

Kemenkes berkomitmen untuk terus berkoordinasi secara berkala bersama pemerintah daerah setempat dalam menginventarisasi kebutuhan lanjutan guna memulihkan fungsi layanan kesehatan di seluruh area terdampak.

Agung Widyantoro Jadi Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Dirotasi

0

Nusavoxmedia.id – Anggota Fraksi Partai Golkar, Agung Widyantoro, resmi ditetapkan sebagai Ketua Komisi X DPR RI dalam rapat pleno penetapan pimpinan yang berlangsung di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Agung ditunjuk untuk menggantikan Hetifah Sjaifudian yang kini dipindah tugaskan menjadi anggota biasa di Komisi VIII DPR RI.

Prosesi penetapan susunan pimpinan baru tersebut dipimpin secara langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal.

Cucun menjelaskan bahwa pergantian kepemimpinan di Komisi X dilakukan setelah pihak pimpinan DPR menerima surat resmi dari Fraksi Partai Golkar mengenai perubahan komposisi pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

“Maka pimpinan Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar mengalami perubahan yang semula dari Saudari Hetifah Sjaifudian, nomor anggota A352, digantikan oleh Saudara Agung Widyantoro, nomor anggota A319,” ujar Cucun di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026). Di kutip dari kompas.com

Di hadapan para peserta forum, Cucun kemudian meminta konfirmasi serta persetujuan seluruh anggota Komisi X DPR RI yang hadir untuk mengesahkan posisi baru Agung.

“Oleh sebab itu, dalam rapat Komisi X hari ini, Saudara Agung Widyantoro A319 akan ditetapkan sebagai Ketua Komisi X DPR RI menggantikan Saudari Hetifah Sjaifudian A352. Untuk itu, kami selaku pimpinan rapat akan menanyakan kepada Anggota Komisi X DPR RI, apakah Saudara Agung Widyantoro A319 dapat disetujui untuk ditetapkan sebagai Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, setuju?” tanya Cucun yang langsung disambut seruan “setuju” secara serentak oleh para anggota dewan.

Usai mengetuk palu pengesahan, Cucun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Hetifah atas kontribusi dan kepemimpinannya selama mengawasi bidang pendidikan, kebudayaan, riset, olahraga, dan pariwisata.

Ia turut menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada Agung dalam mengemban amanah barunya.

“Saya atas nama pribadi maupun atas nama pimpinan DPR menyampaikan ucapan terima kasih kepada Saudari Hetifah Sjaifudian yang telah menunjukkan dedikasi yang sangat tinggi selaku pimpinan Komisi X DPR RI,” imbuh Cucun.

Dengan masuknya Agung Widyantoro dari Fraksi Golkar sebagai Ketua, jajaran Wakil Ketua Komisi X DPR RI saat ini ditempati oleh My Esti Wijayati dari Fraksi PDI-P, Himmatul Aliyah dari Fraksi Partai Gerindra, Lalu Hadrian Irfani dari Fraksi PKB, serta Kurniasih Mufidayati dari Fraksi PKS.

Kakek Prabowo, Margono Djojohadikusumo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

0

Nusavoxmedia.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusulkan dua tokoh untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional pada 2026. Salah satunya adalah Margono Djojohadikusumo, kakek Presiden Prabowo Subianto dari pihak ayah.

Selain Margono, tokoh lain yang diajukan adalah KH Sholeh Darat, ulama yang dikenal berperan dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.

Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah Imam Maskur mengatakan, pengusulan kedua tokoh tersebut telah melalui proses kajian di tingkat provinsi sebelum diteruskan kepada pemerintah pusat.

“Ya tahun ini ada dua nama yang diusulkan sebagai pahlawan nasional yaitu Kiai Sholeh Darat dan Margono Djojohadikusumo, mbahnya Pak Prabowo,” kata Imam, Senin (17/8/2026). Di kutip dari TribunJateng

Untuk Margono, kajian dilakukan oleh tim yang dibentuk Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Hasil kajian tersebut kemudian menjadi dasar bagi Pemprov Jawa Tengah untuk mengajukan nama Margono ke pemerintah pusat.

“Pengkajian dari daerah lalu kami usulkan ke pusat,” jelas Imam.

Imam mengatakan, pengusulan calon Pahlawan Nasional merupakan agenda yang dilakukan setiap tahun. Proses pengajuan biasanya berlangsung menjelang peringatan Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November.

Setelah melewati tahapan di tingkat daerah, usulan Margono saat ini masih berproses di pemerintah pusat.

Menurut Imam, pengajuan calon Pahlawan Nasional dilakukan oleh kelompok masyarakat dari daerah asal masing-masing tokoh. Namun, dalam proses pengusulan Margono, terdapat persoalan terkait sikap pihak keluarga.

Imam menyebut keluarga Presiden Prabowo Subianto belum berkenan mengajukan Margono untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

“Keluarga Presiden, belum mau diajukan,” ungkap Imam.

Meski demikian, Pemprov Jawa Tengah tetap melanjutkan proses pengusulan Margono kepada pemerintah pusat. Keputusan mengenai pemberian gelar Pahlawan Nasional selanjutnya berada pada tahapan dan kewenangan pemerintah pusat.

37 Tahun Jadi Buruh Pengupas Bawang di Pasar Legi Solo, Sukinem Bertahan dengan Upah Rp600 per Kg

1

Nusavoxmedia.id – Aktivitas perdagangan di Pasar Legi, Kota Solo, Jawa Tengah, sudah berlangsung sejak pagi. Di lantai 1 pasar, tumpukan karung bawang memenuhi sejumlah sudut, sementara para buruh perempuan sibuk mengupas bawang untuk mendapatkan upah harian.

Salah satunya Sukinem (47), warga Kabupaten Karanganyar, yang telah puluhan tahun menggantungkan hidup dari pekerjaan sebagai buruh pengupas bawang di Pasar Legi.

Selama 37 tahun, pekerjaan tersebut dijalani Sukinem untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia menjadi ibu sekaligus kepala keluarga setelah suaminya meninggal dunia pada 2016.

Setiap hari, Sukinem berangkat ke Pasar Legi sekitar pukul 07.30 WIB. Dengan pisau kecil dan tangan kosong, ia mengupas bawang satu per satu hingga pekerjaannya selesai sekitar pukul 15.00 WIB.

Upah yang diterima Sukinem dihitung berdasarkan jumlah bawang yang berhasil dikupas. Dalam sehari, penghasilannya tidak selalu sama karena bergantung pada banyaknya bawang yang tersedia untuk dikerjakan.

“Upahnya Rp 600 per kilogram. Satu karung ya Rp 10.000. Satu karung itu 20 kilogram,” ujar Sukinem, Selasa (18/8/2026). Di kutip dari kompas.com

Ia mengatakan, pendapatan yang diperoleh dalam sehari biasanya berkisar Rp 35.000 hingga Rp 40.000. Namun, pada hari tertentu, penghasilannya bisa lebih rendah maupun lebih tinggi.

“Bayarannya ya kadang kadang murah, kadang enggak. Ya dapat Rp 30.000, Rp 40.000 sudah banyak itu. Bersyukur, disyukuri.

Rp 50.000 itu kemarin,” ujar Sukinem. “Seringnya Rp 35.000, Rp 40.000. Kan namanya borongan, ya tinggal tangannya. Kadang sedikit, kadang banyak gitu toh,” imbuhnya.

Sukinem mengaku sudah terbiasa mengupas bawang sejak tamat sekolah dasar (SD). Keterbatasan pendidikan membuat pilihan pekerjaannya tidak banyak.

Bahkan, ijazah SD yang menjadi satu-satunya bukti pendidikan yang dimilikinya kini sudah tidak ada. Kondisi tersebut membuat Sukinem kesulitan mencari pekerjaan lain.

“Enggak diterima. Terus ya karena bakat mungkin. Bakate udah kayak gini ya disyukuri aja. Apalagi sampai sekarang kan sudah tua. Umure sudah tua toh ini.” “Disyukuri, dinikmati tinggal anak yang bekerja.

Saya ya cuma ikut ikut. Biar enggak kekurangan ekonomi, kekurangan ekonomi,” tutur Sukinem.

Sukinem mulai bekerja sebagai buruh pengupas bawang setelah mendapat informasi dari sejumlah kenalan. Sebelum menetap sebagai pengupas, ia juga pernah menjalani pekerjaan lain di sekitar pasar, termasuk mengangkut bawang merah.

Pengalamannya bekerja di pasar membuat Sukinem terus bertahan hingga sekarang. Ia masih mengandalkan pekerjaan tersebut meski upah yang diterima bergantung pada jumlah bawang yang dikerjakan.

“Ya awalnya ya cari-cari kerja. Terus terus banyak ada yang kenalan, terus disuruh bekerja di sini. Banyak yang kenalan. Dulu ya pernah gendong brambang (bawang merah).”

Menurut Sukinem, bawang yang selesai dikupas kemudian ditimbang sebelum dibawa ke bagian depan pasar untuk dijual.

“Lah ini kan kupas sehari kan ya nanti ditimbang dulu terus digendong dibawa ke sana, dibawa di depan buat dijual,” terangnya.

Selama puluhan tahun bekerja, Sukinem menyaksikan perubahan upah yang diterimanya. Jika dahulu bayaran yang diterima hanya sekitar Rp 50 per kilogram, nominal tersebut kemudian meningkat menjadi Rp 75, Rp 500, hingga kini Rp 600 per kilogram.

Bagi Sukinem, pekerjaan tersebut bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi cara untuk tetap memenuhi kebutuhan hidup di tengah keterbatasan pilihan pekerjaan. Ia memilih menjalani pekerjaannya dengan menerima penghasilan yang didapat setiap hari.

Wujud Bakti Transmigrasi, UI Bangun Jembatan Patriot di Papua Barat

1

Nusavoxmedia.id – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia (UI) membangun Jembatan Patriot UI Wondama di Lokus Werianggi, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, sebagai bentuk aksi nyata penyerapan semangat kemerdekaan bersama masyarakat setempat.

Inisiatif pembangunan jembatan yang menjadi salah satu akses vital aktivitas warga tersebut merupakan bagian dari tema besar TEP 2026, yakni bakti transmigrasi.

Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengapresiasi kepedulian TEP UI yang tidak hanya fokus pada pemetaan potensi kawasan, tetapi juga turun langsung menjawab kebutuhan riil masyarakat melalui semangat gotong royong dan Transformasi Transmigrasi.

“Saya mengapresiasi kepedulian Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia yang bertugas di Lokus Werianggi, Teluk Wondama. Kehadiran mereka tidak berhenti pada kajian dan rekomendasi, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat. Inilah semangat yang kita harapkan dari para Patriot,” ujar Iftitah , Selasa (18/8/2026). Di kutip dari Kompas.com

Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi antara TEP UI dan warga Werianggi yang diharapkan mampu mempermudah mobilitas, mendukung aktivitas sosial-ekonomi, serta memperkuat konektivitas kawasan transmigrasi.

Dalam konsep Transformasi Transmigrasi, masyarakat ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan.

Oleh karena itu, para anggota TEP UI didorong untuk memahami kebutuhan warga secara langsung sekaligus mengidentifikasi potensi lokal yang berpeluang dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Semangat kemerdekaan harus kita maknai dengan menghadirkan kemajuan yang nyata. Dari Werianggi, kita melihat bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kepedulian, gotong royong, dan keberanian untuk turun langsung dapat menjadi awal perubahan bagi masyarakat,” kata Iftitah.

Pembangunan jembatan ini melibatkan sebanyak 22 anggota TEP UI dari 20 tim yang ditempatkan di kawasan Werianggi-Werabur.

Aksi fisik ini menjadi bagian dari kontribusi nyata akademisi UI melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat.

Perwakilan Ketua Tim Ekspedisi Patriot UI, Hendra Kaprisma, menegaskan bahwa pembangunan akses infrastruktur tersebut menjadi simbol sinergi kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.

“Jembatan ini bagi kami bukan hanya soal memperbaiki sebuah akses yang rusak. Ini adalah simbol bahwa pembangunan akan menjadi lebih kuat ketika dilakukan bersama. Ada pemerintah, perguruan tinggi, dan yang paling penting adalah masyarakat yang ikut bekerja dan memiliki pembangunan tersebut,” ujar Hendra, Minggu (16/8/2026).

Aksi nyata di Lokus Werianggi ini membuktikan bahwa Transformasi Transmigrasi tidak sekadar berfokus pada pembangunan fisik, melainkan juga menciptakan kawasan yang terhubung, produktif, dan berkelanjutan.

Sinergi ini sekaligus menjadi pijakan penting untuk mendorong kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru menuju Indonesia Emas 2045.