Beranda blog Halaman 67

Wapres Gibran Hadiri Festival Pacu Jalur 2025 di Riau, Tradisi Melayu Jadi Magnet Wisata

6

Nusavoxmedia.id – Riuh masyarakat Kuantan Singingi sudah terasa sejak H-1 penyelenggaraan Festival Pacu Jalur 2025 yang digelar pada 20–24 Agustus 2025. Tepian Narosa dipadati ribuan warga yang antusias menyaksikan peserta menguji jalur di sungai. Menjelang senja, suasana semakin meriah dengan sorakan penonton yang berpadu dengan hentakan dayung memecah air, tanda tradisi berabad-abad itu masih melekat kuat di hati masyarakat.

Pacu Jalur bukan lagi sekadar pesta rakyat. Tradisi ini sudah masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) sejak 2022 dan berhasil menembus 10 besar pada 2024 setelah mencatat 1,4 juta pengunjung dengan perputaran uang Rp42 miliar. Tahun ini, panitia menargetkan lebih besar yaitu 1,5 juta penonton dan peredaran ekonomi mencapai Rp75 miliar.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir dalam pembukaan festival. Dari panggung utama, ia melepas peserta lomba, menyapa warga, dan menekankan pentingnya merawat tradisi sebagai kekuatan bangsa. “Festival ini bukan hanya budaya, tapi juga ekonomi kreatif yang harus terus dikembangkan,” ujarnya.

Baca Juga: Wapres Gibran Diharapkan Hadiri Pembukaan Muktamar Ikatan Pelajar Al Washliyah

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana yang turut mendampingi menegaskan bahwa Pacu Jalur sejalan dengan program “Event by Indonesia” untuk menghadirkan festival berkelas dunia. Menurutnya, promosi gencar dilakukan melalui kanal digital, bandara internasional, hingga kolaborasi dengan influencer. “Pacu Jalur adalah bukti tradisi bisa membanggakan Indonesia di panggung internasional,” katanya.

Gubernur Riau Abdul Wahid turut menekankan bahwa Pacu Jalur adalah simbol marwah Melayu. “Bukan hanya warisan, tapi kebanggaan yang kini mendunia,” katanya.

Sebanyak 228 perahu ikut serta dalam lomba tahun ini, termasuk satu tim dari Sumatera Barat sebagai simbol persaudaraan lintas daerah. Setiap jalur dihias ukiran khas dan dipandu anak coki, penari cilik yang menjaga keseimbangan perahu dengan gerakan lincah. Di sisi lain, ratusan UMKM memanfaatkan festival ini dengan menyajikan kuliner, kerajinan, hingga produk lokal yang semakin menghidupkan perekonomian masyarakat Kuantan Singingi.

Baca Juga: PPh 21 dalam Tunjangan DPR RI: Pajak Dikompensasi Negara, Rakyat Menanggung Sendiri

Festival Pacu Jalur 2025 yang berlangsung hingga 24 Agustus pun menjadi bukti bahwa warisan budaya, bila dikelola bersama, dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi sekaligus memperkuat identitas bangsa.

Kasus Pemerasan Sertifikasi K3, KPK Amankan Wamenaker Immanuel Ebenezer

1

Nusavoxmedia.id – Kementerian Ketenagakerjaan tetap beraktivitas seperti biasa meski Wakil Menteri Immanuel Ebenezer, atau yang akrab disapa Noel, diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada Kamis siang (21/8/2025), lalu lalang pegawai masih terlihat di kantin dan masjid Gedung A, sementara ruang kerja Noel di lantai dua dijaga ketat petugas keamanan.

Operasi tangkap tangan terhadap Noel berlangsung pada Rabu malam (20/8). Dalam aksi itu, tim penindakan KPK mengamankan sedikitnya sepuluh orang. “Benar, ada OTT di Jakarta. Perkara yang ditangani berkaitan dengan dugaan pemerasan dalam proses sertifikasi K3,” ungkap Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto. Meski begitu, lembaga antirasuah itu belum merinci jumlah perusahaan yang diduga menjadi korban.

Hingga berita ini diturunkan, Noel masih diperiksa intensif di gedung KPK. Sesuai aturan, penyidik memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukumnya beserta pihak lain yang ikut terjaring. Sumber internal menyebutkan, selain Noel, ada pula pejabat eselon II yang ikut dibawa dalam operasi tersebut.

Baca Juga: PPh 21 dalam Tunjangan DPR RI: Pajak Dikompensasi Negara, Rakyat Menanggung Sendiri

Kabar penangkapan Noel langsung sampai ke Istana. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memastikan Presiden Prabowo Subianto telah menerima laporan resmi. Menurut Prasetyo, Prabowo menyesalkan kasus ini karena sudah berulang kali menegaskan pentingnya integritas. “Presiden menghormati proses hukum. Jika terbukti bersalah, tentu akan segera dilakukan pergantian,” jelasnya.

Nama Noel sendiri bukan sosok asing di dunia politik. Ia pernah memimpin relawan Jokowi Mania pada Pilpres 2019, lalu sempat menyatakan dukungan kepada Ganjar Pranowo di 2024, sebelum akhirnya beralih mendukung Prabowo Subianto bersama Gibran Rakabuming Raka. Jejak politiknya yang penuh dinamika membuatnya cukup dikenal publik.

Di luar persoalan hukum, Noel tercatat sebagai pejabat dengan kekayaan fantastis. Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) per Januari 2025, ia memiliki aset senilai Rp17,62 miliar. Kekayaan itu sebagian besar berupa tanah dan bangunan senilai Rp12,1 miliar di Depok dan Bogor, serta kendaraan mewah seperti Toyota Land Cruiser dan Mitsubishi Pajero dengan total Rp3,3 miliar. Noel juga melaporkan kas Rp2,02 miliar dan harta bergerak lainnya senilai Rp109,5 juta.

Baca Juga: Raya, Balita Sukabumi yang Meninggal karena Infeksi Cacing: Tragedi dan Pelajaran Besar

Penindakan terhadap Noel menambah daftar panjang operasi tangkap tangan KPK sepanjang 2025. Lembaga antirasuah sebelumnya telah menjerat pejabat daerah hingga direktur BUMN. Kali ini, sorotan publik mengarah ke kementerian karena kasus melibatkan pejabat setingkat wakil menteri.

Wapres Gibran Diharapkan Hadiri Pembukaan Muktamar Ikatan Pelajar Al Washliyah

5

Nusavoxmedia.id – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, diharapkan hadir pada Muktamar Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) ke-XIV yang akan digelar pada 2–4 September 2025 di Syahida Inn Hotel, UIN Jakarta.

Muktamar ini menjadi momentum penting bagi para pelajar Al Washliyah dari seluruh Indonesia. Lebih dari 500 peserta dari berbagai provinsi akan hadir untuk menyatukan gagasan, memperkuat persatuan, serta merumuskan langkah strategis organisasi pelajar terbesar di bawah naungan Al Washliyah.

Al Washliyah sendiri merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di tanah air yang telah berkontribusi nyata dalam dunia pendidikan. Saat ini, Al Washliyah memiliki lebih dari 1.300 sekolah yang tersebar di berbagai provinsi dengan jumlah pelajar mencapai lebih dari 1 juta orang.

Baca Juga: Frank Caprio Wafat di Usia 88 Tahun, Hakim Viral yang Dijuluki “Paling Baik di Dunia”

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Al Washliyah, Afri Yandi Putra, menyampaikan bahwa kehadiran Wapres Gibran sangat diharapkan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan generasi muda, khususnya dalam bidang pendidikan, kepemimpinan, dan pembangunan karakter bangsa.

“Kami berharap Wapres Gibran dapat memberikan arahan dan motivasi kepada jutaan pelajar Al Washliyah agar semakin bersemangat membangun masa depan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Muktamar IPA ini juga akan menjadi ajang konsolidasi nasional pelajar Al Washliyah, sekaligus memperkuat kontribusi organisasi dalam membangun pendidikan yang berkarakter, kreatif, dan berorientasi pada keberlanjutan bangsa.

Frank Caprio Wafat di Usia 88 Tahun, Hakim Viral yang Dijuluki “Paling Baik di Dunia”

2

Nusavoxmedia.id – Hakim Frank Caprio, sosok yang dikenal dunia lewat gaya persidangan penuh empati, meninggal dunia pada usia 88 tahun. Kabar duka itu diumumkan keluarganya melalui media sosial resmi pada Rabu (20/8/2025) waktu Amerika Serikat atau Kamis pagi waktu Indonesia. Sang hakim asal Providence, Rhode Island, menghembuskan napas terakhir setelah perjuangan panjang melawan kanker pankreas yang didiagnosis sejak akhir 2023.

Lewat pernyataan resmi di Facebook, keluarganya menyebut Caprio sebagai pribadi penuh kasih sayang, rendah hati, dan percaya pada kebaikan setiap orang. “Beliau meninggalkan warisan kebaikan yang akan terus hidup dalam tindakan kita sehari-hari,” tulis pernyataan tersebut.

Dalam kesempatan lain, Caprio pernah mengatakan dirinya tak hanya mengenakan jubah hakim, tapi juga membawa hati nurani ketika memutus perkara. Kalimat itu kini kembali diingat publik sebagai pesan yang menggambarkan sosoknya.

Baca Juga: PPh 21 dalam Tunjangan DPR RI: Pajak Dikompensasi Negara, Rakyat Menanggung Sendiri

Nama Caprio melambung melalui acara televisi Caught in Providence, program yang menyoroti perkara pelanggaran lalu lintas ringan di kotanya. Dari acara ini, ia dijuluki “hakim paling baik di dunia” karena sering memberi keringanan hukuman disertai nasihat humanis.

Tayangan yang awalnya berskala lokal itu akhirnya mendunia lewat YouTube dan media sosial, bahkan masuk nominasi Daytime Emmy Awards. Popularitasnya membuat jutaan orang terinspirasi, termasuk di Indonesia, tempat videonya kerap viral.

Perjalanan hidup Caprio tak lepas dari didikan keluarganya yang berasal dari Italia. Dalam wawancara, ia pernah bercerita bahwa orang tuanya selalu menolong tetangga dan kebiasaan itu membentuk karakter dirinya. Lahir pada 23 November 1936, ia sempat mengajar pemerintahan di Hope High School sebelum menempuh pendidikan hukum di Suffolk University School of Law, Boston. Karier hukumnya dimulai ketika terpilih sebagai hakim pada 1985, lalu menjabat di Pengadilan Kota Providence hingga pensiun pada 2023.

Baca Juga: Raya, Balita Sukabumi yang Meninggal karena Infeksi Cacing: Tragedi dan Pelajaran Besar

Saat mengumumkan penyakitnya, Caprio dengan tulus meminta doa dari masyarakat. “Saya percaya doa adalah kekuatan terbesar yang bisa membantu saya melalui ini,” katanya dalam video emosional pada Desember 2023. Meski sempat menjalani perawatan dan merayakan selesainya terapi radiasi pada Mei 2024, kesehatannya menurun kembali hingga harus dirawat di rumah sakit tahun ini. Beberapa hari sebelum wafat, ia masih menyapa pengikutnya di Instagram, bahkan menyampaikan ucapan selamat Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80.

Frank Caprio meninggalkan istrinya, Joyce, yang telah mendampinginya hampir enam dekade, serta lima anak, tujuh cucu, dan dua cicit. Untuk menghormatinya, Gubernur Rhode Island meminta bendera dikibarkan setengah tiang di seluruh instansi negara. Sosoknya dikenang bukan hanya sebagai hakim yang dihormati, melainkan juga sebagai manusia yang menjadikan belas kasih sebagai pijakan keadilan.

PPh 21 dalam Tunjangan DPR RI: Pajak Dikompensasi Negara, Rakyat Menanggung Sendiri

3

Nusavoxmedia.id – Isu mengenai gaji dan fasilitas anggota DPR RI periode 2024–2029 kembali menuai perhatian publik. Kabar yang beredar menyebutkan penghasilan anggota dewan bisa mencapai Rp100 juta per bulan. Ketua DPR RI Puan Maharani membantah keras rumor tersebut.

Ia menegaskan tidak ada kenaikan gaji, melainkan hanya pergantian fasilitas rumah jabatan dengan uang tunjangan perumahan. “Bukan ada tambahan penghasilan, hanya kompensasi karena rumah dinas sudah tidak disediakan,” ujarnya saat ditemui di Istana Merdeka pada, Minggu (17/8/2025).

Sekretaris Jenderal DPR, Indra Iskandar, menjelaskan bahwa tunjangan perumahan untuk periode 2024–2029 ditetapkan sebesar Rp50 juta per bulan berdasarkan Surat Setjen DPR Nomor B/733/RT.01/09/2024. Kebijakan ini diambil karena rumah jabatan di Kalibata, Jakarta Selatan, dan Ulujami, Jakarta Barat, dianggap sudah tidak lagi layak huni.

Selain tunjangan perumahan, anggota DPR juga menerima fasilitas lain, seperti biaya perjalanan dinas yang diatur dalam Peraturan Sekretaris Jenderal DPR RI Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perjalanan Dinas Sekretariat Jenderal DPR RI. Hal ini meliputi uang harian transportasi, akomodasi, uang representasi dan sewa kendaraan dalam kota, dilansir dari Good News from Indonesia.

Baca Juga: Raya, Balita Sukabumi yang Meninggal karena Infeksi Cacing: Tragedi dan Pelajaran Besar

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 75 Tahun 2000, gaji pokok anggota DPR relatif kecil. Lihat daftar di bawah ini:

  • Ketua DPR menerima Rp5,04 juta.
  • Wakil Ketua Rp4,62 juta.
  • anggota biasa Rp4,2 juta per bulan.

Namun, penghasilan mereka meningkat signifikan karena berbagai tunjangan yang diatur dalam Surat Edaran Setjen DPR RI No.KU.00/9414/DPR RI/XII/2010 dan Surat Menteri Keuangan nomor S-520/MK.02/2015. Berikut rincian tunjangan bulanan untuk anggota DPR biasa:

Pendapatan anggota DPR dalam sebulan. (foto:BBC News Indonesia)


Jika dilihat dari gambar di atas, total penghasilan bulanan anggota DPR bisa melebihi Rp100 juta per bulan. Puan Maharani menegaskan bahwa tunjangan perumahan ini merupakan pengganti rumah jabatan yang telah dikembalikan ke Kementerian Keuangan, bukan kenaikan gaji baru.

Tunjangan PPh 21 dan Kritik Publik

Salah satu aspek yang menuai sorotan adalah tunjangan PPh Pasal 21 sebesar Rp2,69 juta per bulan, yang diberikan untuk mengkompensasi beban pajak penghasilan anggota DPR. Berdasarkan tarif progresif PPh Pasal 17 UU Pajak Penghasilan, dengan penghasilan kena pajak sekitar Rp100 juta per bulan (setelah dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak/PTKP sebesar Rp54 juta per tahun untuk wajib pajak lajang), beban pajak anggota DPR diperkirakan mencapai Rp24 juta per bulan atau sekitarRp288 juta per tahun.

Tunjangan PPh 21 hanya menutup sebagian kecil dari beban pajak ini, tetapi tetap disetor ke kas negara, sehingga anggota DPR tetap membayar pajak sesuai ketentuan. Namun, keberadaan tunjangan ini dipandang oleh publik sebagai bentuk kompensasi yang mengurangi beban pajak mereka, berbeda dengan pekerja biasa yang menanggung pajak sepenuhnya dari penghasilan pribadi.

Prinsip keadilan pajak (equity) menekankan bahwa mereka yang berpenghasilan lebih tinggi seharusnya menanggung beban pajak yang lebih besar. Sebagai perbandingan, pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan sering kali tidak dikenakan PPh 21 jika penghasilan tahunan mereka di bawah PTKP (Rp54 juta untuk lajang, lebih tinggi jika memiliki tanggungan). Namun, bagi pekerja yang dikenakan pajak, potongan PPh 21 diambil langsung dari gaji mereka tanpa kompensasi tambahan.

Kritik bermunculan dan polemik pun terjadi di media sosial. Salah satu kritik datang dari Lucius Karus dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi). Ia menyoroti bahwa tunjangan seperti ini mencerminkan ketimpangan, terutama di tengah tantangan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Kontroversi Buku Jokowi’s White Paper Diluncurkan, Penulis Klaim Akan Didistribusikan ke 25 Negara

Dilansir dari BBC News Indonesia, Lucius menyatakan bahwa pemberian tunjangan perumahan Rp50 juta per bulan dianggap sensitif karena masyarakat menghadapi kenaikan harga beras menjadi Rp14.260/kg untuk beras medium dan peningkatan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebesar 32,19% pada semester I 2025, yang mencakup 42.385 pekerja.

Konteks dan Dampak Politik

Kebijakan tunjangan perumahan Rp50 juta per bulan menuai kritik karena dianggap tidak mendesak dan membebani anggaran negara. Indonesia Corruption Watch (ICW) memperkirakan bahwa tunjangan ini menghabiskan Rp1,74 triliun untuk 580 anggota DPR selama lima tahun. Kritik ini diperkuat oleh rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap DPR, yang hanya mencapai 69% berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia pada Januari 2025, dilansir dari BBC News Indonesia. Selain itu, banyak anggota DPR dari Jabodetabek tidak menggunakan rumah jabatan karena sudah memiliki rumah pribadi, sehingga tunjangan perumahan dianggap kurang efisien.

Meski demikian, beberapa anggota DPR memiliki pandangan berbeda. Habiburokhman menyatakan bahwa tunjangan Rp50 juta tidak cukup untuk menyewa rumah di kawasan strategis seperti Senayan, sementara Irma Suryani Chaniago dari Fraksi Nasdem menyebut rumah jabatan sebelumnya mubazir karena jarang ditinggali, terutama oleh anggota DPR yang sudah memiliki rumah pribadi, dilansir dari Kumparan dan Tempo.

Namun, di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit, kebijakan ini tetap dianggap kurang sensitif oleh publik. Lucius Karus dari Formappi menyarankan agar DPR mempertahankan rumah jabatan hingga pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk menghemat anggaran.

Penutup

Penghasilan anggota DPR yang mencapai lebih dari Rp100 juta per bulan memang bukan karena kenaikan gaji pokok, melainkan karena tunjangan perumahan baru dan berbagai tunjangan lainnya.

Namun, keberadaan tunjangan PPh 21 dan tunjangan perumahan memicu persepsi ketimpangan, terutama karena simbol politiknya yang dianggap tidak sejalan dengan prinsip keadilan pajak dan kondisi ekonomi masyarakat. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran DPR perlu ditingkatkan untuk meminimalkan kritik publik dan memastikan bahwa fasilitas yang diberikan benar-benar mendukung tugas legislatif demi kepentingan rakyat.

Raya, Balita Sukabumi yang Meninggal karena Infeksi Cacing: Tragedi dan Pelajaran Besar

1

Nusavoxmedia.id – Kisah Raya balita 3 tahun asal Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, menjadi viral setelah video berdurasi sekitar 9 menit yang diunggah Rumah Teduh, organisasi relawan, menyebar luas dengan lebih dari 9,8 juta penonton di media sosial pada 19 Agustus, kemarin.

Dalam video itu memperlihatkan, Raya meninggal dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing gelang (askariasis). Kasus ini memantik duka sekaligus pertanyaan dari ruang publik. bagaimana infeksi cacing bisa menjadi fatal? dan apa yang luput dari sistem kita?

Rekaman medis dan keterangan rumah sakit memberi gambaran yang lebih jelas. Raya masuk IGD RSUD R. Syamsudin, Kota Sukabumi, pada 13 Juli 2025 dalam keadaan tidak sadar. Humas RS, dr Irfan, menjelaskan tim awalnya menduga penurunan kesadaran terkait infeksi lain, hingga tiba-tiba cacing keluar dari hidung pasien yang mengarahkan kecurigaan ke askariasis. Setelah stabilisasi awal, Raya dipindahkan ke perawatan intensif anak.

“Infeksi terjadi saat telur cacing tertelan. Larva bisa menyebar lewat aliran darah ke organ, bahkan otak,” kata dr Irfan. Hasil CT scan menunjukkan adanya telur cacing di otak, sebuah komplikasi langka yang memperburuk kondisi Raya.

Ia menambahkan, sarang utama cacing ada di usus, namun cacing dapat bermigrasi ke saluran napas dan itulah sebabnya bisa keluar lewat hidung atau mulut. Raya wafat pada 22 Juli 2025.

Faktor Lingkungan dan Sosial yang Parah

Fakta di lapangan memperlihatkan faktor sosial – lingkungan yang berat. Keluarga tinggal di rumah panggung sederhana yang bagian kolong dipakai untuk ternak ayam sehingga tanah di bawah rumah rawan kontaminasi. Rumah panggung keluarga sempat hancur dan dibangun kembali oleh warga, namun alasnya dirusak untuk bahan bakar, memperburuk kontaminasi tanah.

Kondisi ekonomi dan daya asuh keluarga sangat terbatas. Raya tercatat sebagai anak Bawah Garis Merah (BGM) sejak bayi dan menerima bantuan makanan tambahan melalui posyandu, namun pola asuh buruk akibat keterbatasan mental kedua orang tua menghambat perbaikan gizi.

Selain itu, akses administrasi dan jaminan kesehatan pun bermasalah. Raya disebut belum memiliki dokumen kependudukan lengkap saat perawatan, sehingga biaya sempat menjadi kendala. Biaya perawatan sekitar Rp23 juta ditanggung jejaring relawan Rumah Teduh, dengan sebagian didiskon oleh rumah sakit. Kronologi penanganan lintas lembaga yang berbelit ikut memperlambat intervensi.

Pemerintah daerah bereaksi. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, menyatakan akan memberikan sanksi kepada Kepala Puskesmas Kabandungan terkait evaluasi pelayanan dan deteksi dini kasus keluarga rentan. “Kami akan menindak tegas,” ujarnya, seraya menegaskan pentingnya respons yang cepat di level posyandu dan puskesmas.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga mengkritik kelalaian aparat desa, termasuk PKK dan posyandu, serta mengancam menunda dana bantuan untuk Desa Cianaga sebagai sanksi.

Kronologi Medis dan Pencegahan

Dari sisi medis, mengapa kecacingan bisa berujung kematian?
Pada anak, infeksi cacing tanah (soil-transmitted helminths) merusak gizi lewat “pencurian” nutrisi, malabsorpsi, dan kehilangan darah kronis (anemia), sehingga daya tahan tubuh anjlok. Pada beban cacing tinggi, gumpalan cacing dapat menyumbat usus (ileus) dan bermigrasi ke saluran empedu atau organ lain, memicu kondisi gawat.

Dalam kasus Raya, dokter rumah sakit juga menyinggung kemungkinan komorbid meningitis TB yang memperparah keadaan dan ini menjadi kombinasi yang amat berbahaya. Kemungkinan ini diperparah oleh riwayat kedua orang tua Raya yang menjalani pengobatan TB paru, meningkatkan risiko penularan, serta dugaan gangguan jiwa (ODGJ) yang berkontribusi pada pola asuh buruk.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa kecacingan merupakan penyakit tropis terabaikan yang bisa mematikan bila dibiarkan. Dilansir dari Sukabumi Update, anggota UKK Infeksi Tropik IDAI, dr Ayodhia Pitaloka Pasaribu, menekankan faktor kebersihan, sanitasi, dan praktik cuci tangan sebagai benteng pertama. Ia menambahkan, bila satu anggota keluarga terinfeksi, semua anggota serumah sebaiknya diobati dan lingkungan rumah dibersihkan menyeluruh. IDAI juga merekomendasikan pengobatan massal untuk seluruh anggota keluarga guna mencegah penularan ulang.“Kecacingan yang dibiarkan bisa menyebabkan kematian,” tegasnya.

Dimensi pencegahan tak kalah penting. WHO sejak lama merekomendasikan deworming (pemberian obat cacing pencegahan) berkala pada anak di daerah endemis untuk menurunkan beban penyakit. Berdasarkan data Kemenkes, prevalensi kecacingan di Indonesia bervariasi, dengan 66 kabupaten memiliki prevalensi di bawah 5% dan 26 kabupaten di atas 10%, menunjukkan endemisitas di beberapa wilayah.

Di Indonesia, program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) rutin dijalankan di daerah dengan contoh jadwal dan dosis tunggal albendazole yang disesuaikan usia melalui posyandu/sekolah. POPM telah menjangkau 36,97 juta anak pada 2021 dengan albendazole sebagai obat standar. Jadi, prinsip dasarnya adalah pencegahan terjadwal, sanitasi dasar, air bersih, alas kaki, dan edukasi cuci tangan.

Pelajaran dari Kejadian ini

Pelajaran dari kasus Raya terasa tegas. Pertama, deteksi dini di lini terdepan (kader posyandu, bidan desa, puskesmas) harus aktif menyisir keluarga rentan, bukan hanya menunggu pasien datang. Meskipun Raya menerima bantuan makanan tambahan melalui posyandu, intervensi ini gagal karena pola asuh buruk akibat keterbatasan keluarga.
Kedua, hambatan administrasi tak boleh mengorbankan waktu emas pertolongan. Hambatan ini sering kita temukan dengan alasan harus sesuai prosedur. Harusnya sistem rujukan dan pembiayaan bagi anak tanpa dokumen mesti punya jalur darurat.
Ketiga, kesehatan lingkungan adalah isu yang terkait hidup-mati. Jadi, harus ada kesadaran untuk membersihkan lantai rumah, kandang ternak terpisah, dan air layak pakai. Itu semua bukanlah kemewahan, melainkan prasyarat mencegah infeksi.
Dan terakhir, edukasi masyarakat. Harus ada edukasi yang meyatakan bahwa cacingan bukan “penyakit kecil” dan ini perlu diulas seterang mungkin.

Tragedi ini adalah kehilangan yang tak bisa ditebus. Namun, bila sistem benar-benar belajar, ada nyawa lain yang bisa kita selamatkan. melalui pencegahan yang disiplin, layanan dasar yang hadir tepat waktu, dan keberpihakan pada anak-anak dari keluarga paling rapuh. Raya sudah pergi dan ini seharusnya menjadi pelajaran bagi buruknya sistem kita. Semoga kejadian ini bisa jadi pengingat bahwa kesehatan anak bukan sekadar urusan klinis, tetapi cermin keberadaban kita bersama.

Garnacho Pilih Chelsea, Manchester United Siap Lepas dengan Harga Tinggi

3

Nusavoxmedia.id – Masa depan Alejandro Garnacho di Manchester United tampaknya segera berakhir. Winger berusia 21 tahun itu semakin mendekat ke Chelsea, meski negosiasi kedua klub masih alot terkait harga.

Setan Merah sudah memasukkan nama Garnacho ke daftar jual sejak akhir musim lalu. Keputusan itu tak lepas dari perseteruannya dengan Ruben Amorim. Pelatih asal Portugal tersebut bahkan mencoretnya dari skuad pramusim dan laga pembuka Premier League. Situasi kian runyam sejak final Liga Europa, ketika Garnacho hanya dimainkan sebagai pengganti. Sejak saat itu, ia dipaksa berlatih terpisah dari tim utama.

Chelsea langsung mencium peluang. Klub London Barat itu sejak lama tertarik, dan kini bersiap melayangkan tawaran resmi. BBC Sport melaporkan bahwa proposal pertama akan segera diajukan dalam pekan ini. Namun, perbedaan valuasi cukup jauh. United menginginkan tak kurang dari £50–60 juta, sedangkan Chelsea baru berani mengajukan sekitar £30 juta.

baca Juga: Al Nassr Singkirkan Al Ittihad 2-1, Ronaldo Antar Joao Felix Cetak Gol Perdana

Garnacho sendiri sudah menegaskan pilihannya. Ia menolak tawaran dari Bayern Munich maupun klub-klub Italia demi tetap berkiprah di Premier League. “Saya hanya ingin bermain reguler dan berkembang di level tertinggi,” ujarnya dalam wawancara bulan Mei lalu, tanpa menyebut nama klub secara spesifik.

Chelsea diyakini masih perlu melepas beberapa pemain untuk mendanai transfer ini. Nama-nama seperti Nicolas Jackson dan Raheem Sterling masuk daftar jual. Jika ada yang terlepas, The Blues bisa langsung mengamankan tanda tangan Garnacho.

Di Old Trafford, keputusan menjual Garnacho juga tak lepas dari kritik publik. Legenda MU, Nicky Butt, menilai sikap sang pemain menjadi masalah utama. Ia menyebut Garnacho “belum pantas disebut bintang dunia” dan perlu mengubah perilakunya bila ingin bertahan di level atas.

Baca Juga: Napoli Cari Pengganti Lukaku, Rasmus Hojlund Masuk Radar Transfer

Di sisi lain, absennya Garnacho dari skuad Argentina menambah tekanan. Lionel Scaloni tidak memanggilnya untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 karena menit bermainnya minim. Kondisi itu membuat Garnacho semakin mendesak kepindahan agar bisa menjaga peluang tampil di Piala Dunia.

Hingga kini, Chelsea masih menjadi satu-satunya tujuan yang realistis. Jika negosiasi harga berhasil disepakati, Garnacho berpeluang segera bergabung dengan pasukan Enzo Maresca di Stamford Bridge.

Al Nassr Singkirkan Al Ittihad 2-1, Ronaldo Antar Joao Felix Cetak Gol Perdana

1

Nusavoxmedia.id – Al Nassr melaju ke final Saudi Super Cup 2025 setelah menaklukkan rival beratnya, Al Ittihad, dengan skor tipis 2-1 pada laga semifinal di Hong Kong, Selasa (19/8/2025) malam WIB. Drama mewarnai duel ini karena pasukan Jorge Jesus harus bermain dengan sepuluh orang sejak pertengahan babak pertama.

Kemenangan ditentukan oleh gol Joao Felix pada menit ke-61. Rekrutan anyar asal Portugal itu memanfaatkan umpan Cristiano Ronaldo untuk mencetak gol debutnya. Ronaldo yang sudah berhadapan dengan kiper memilih mengoper bola kepada Felix, dan keputusan altruistik itu menjadi momen penentu.

Sebelumnya, pertandingan berjalan dengan tempo tinggi. Sadio Mane membuka keunggulan cepat pada menit ke-10 setelah menyambar umpan Marcelo Brozovic. Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan enam menit. Steven Bergwijn berhasil menyamakan kedudukan bagi Al Ittihad lewat penyelesaian jarak dekat.

Baca Juga: Napoli Cari Pengganti Lukaku, Rasmus Hojlund Masuk Radar Transfer

Petaka menimpa Al Nassr pada menit ke-25 ketika Mane diusir wasit. Eks penyerang Liverpool itu mendapat kartu merah langsung setelah dianggap melakukan pelanggaran keras terhadap kiper lawan. Dengan 10 pemain, Al Nassr dipaksa bertahan disiplin sambil menunggu peluang serangan balik.

Meski demikian, justru Al Nassr yang mampu memanfaatkan momentum. Ronaldo sempat gagal menuntaskan peluang emas, tetapi kemudian menebusnya dengan assist untuk Felix. Pemain berusia 24 tahun itu bahkan hampir mencetak gol keduanya, namun VAR menganulir karena ada pelanggaran lebih dulu dari Ronaldo.

Al Ittihad yang diperkuat Karim Benzema, N’Golo Kante, dan Fabinho gagal mengonversi keunggulan jumlah pemain menjadi hasil. Mereka kesulitan menembus rapatnya pertahanan Al Nassr dan tak mampu mencetak gol tambahan hingga laga usai.

Dengan hasil ini, Al Nassr lolos ke partai final Saudi Super Cup. Cristiano Ronaldo dkk akan berhadapan dengan pemenang laga semifinal lainnya antara Al Ahli melawan Al Qadisiya yang dijadwalkan berlangsung hari ini, (20/8/2025) malam.

Kontroversi Buku Jokowi’s White Paper Diluncurkan, Penulis Klaim Akan Didistribusikan ke 25 Negara

2

nusavoxmedia.id – Sebuah buku berjudul Jokowi’s White Paper resmi diperkenalkan di Coffee Shop UC Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (18/8/2025). Karya setebal hampir 700 halaman ini ditulis bersama oleh Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tiffauzia Tiyassuma atau Dokter Tifa, dengan fokus pada kajian mengenai keaslian ijazah Presiden Joko Widodo.

Para penulis menyebut buku tersebut akan dicetak dalam edisi koleksi, reguler, serta versi digital. Dokter Tifa mengatakan distribusi tidak hanya dilakukan di dalam negeri, tetapi juga ke luar negeri dengan menggandeng Forum Diaspora Indonesia (FDI). “Kami menargetkan buku ini sampai ke 25 negara lewat jaringan diaspora,” ujarnya. Ia menambahkan ribuan kampus di Indonesia juga akan menjadi tujuan distribusi.

FDI sendiri memastikan akan membantu penyaluran ke lembaga internasional seperti Human Rights Watch, Amnesty International, hingga sejumlah kantor berita asing. Sekjen FDI, Agus Yunanto, menegaskan buku tersebut akan tersedia dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris. “Selain untuk diaspora, kami juga akan mengirimkannya ke lembaga HAM dunia dan jurnalis internasional,” tuturnya.

Konten buku ini memuat analisis digital forensik, telematika, hingga neuropolitika. Roy Suryo menjelaskan, salah satu bagian menyoroti pernyataan Jokowi dalam sebuah dialog publik pada 2013 yang memicu pertanyaan tentang status akademiknya. Sementara Rismon mengaku menggunakan metode Error Level Analysis (ELA) untuk memeriksa file digital ijazah, dan mengklaim menemukan indikasi manipulasi. Adapun Dokter Tifa menyumbang kajian berbasis neurosains politik yang menilai perilaku pemimpin dari gestur serta pola komunikasi.

Peluncuran buku ini berlangsung di tengah proses hukum yang menjerat ketiga penulis, setelah laporan Presiden Jokowi mengenai dugaan fitnah terkait isu ijazah. Dokter Tifa menegaskan mereka tidak gentar menghadapi penyidikan. “Kami tahu ada konsekuensi hukum, tapi kami tetap lanjut,” katanya.

Pihak relawan Pro-Jokowi (Projo) menanggapi peluncuran buku ini dengan hati-hati. Wakil Ketua Umum Projo, Freddy Damanik, menyatakan pihaknya tidak mempermasalahkan penerbitan buku, namun memperingatkan risiko hukum apabila isi buku terbukti memuat fitnah.

Buku Jokowi’s White Paper rencananya akan di-launching secara resmi di Jakarta pada 27 Agustus 2025, dengan cetakan awal sebanyak 5.000 eksemplar. Harga edisi premium dibanderol Rp500 ribu, sementara versi ekonomis Rp250 ribu agar bisa dijangkau publik lebih luas.

Napoli Cari Pengganti Lukaku, Rasmus Hojlund Masuk Radar Transfer

1

Nusavoxmedia.id – Napoli dipaksa mencari penyerang baru setelah Romelu Lukaku mengalami cedera serius pada laga pramusim kontra Olympiakos. Striker Belgia yang musim lalu mencetak 14 gol di Serie A itu dipastikan menepi berbulan-bulan, sehingga peluang I Partenopei mempertahankan Scudetto terancam terganggu.

Kondisi darurat ini membuat manajemen Napoli menyeleksi sejumlah nama. Menurut pakar transfer Ciro Venerato, ada tujuh striker yang dipantau, termasuk Rasmus Hojlund. Penyerang muda asal Denmark itu sedang berada dalam situasi sulit di Manchester United setelah dicoret dari skuad pembuka Premier League melawan Arsenal.

Hojlund didatangkan MU dari Atalanta pada 2023 dengan banderol £72 juta, tetapi kontribusinya belum sesuai ekspektasi. Dalam dua musim, ia hanya mencatat 14 gol di liga. Kehadiran pemain anyar seperti Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Sesko membuat posisinya makin terpinggirkan.

Baca Juga: Benzema Ingatkan Rivalitas, Al Nassr vs Al Ittihad di Semifinal Saudi Super Cup 2025

Pelatih Ruben Amorim pun mengakui ada kesamaan karakteristik Hojlund dengan Sesko sehingga salah satu harus disisihkan. “Kami harus membuat keputusan untuk kepentingan tim. Hojlund tetap bagian dari skuad, tapi persaingan di lini depan sangat ketat,” ujarnya.

Situasi ini membuka pintu bagi Napoli maupun AC Milan. Rossoneri sempat lebih dulu mengajukan proposal peminjaman dengan opsi pembelian permanen. Direktur Olahraga Milan, Igli Tare, menyebut striker Denmark itu masih punya reputasi baik di Serie A setelah bersinar bersama Atalanta. “Dia bisa jadi opsi menarik bagi kami. Namun, di bursa transfer semua kemungkinan terbuka,” katanya.

Baca Juga: Harry Kane Akhirnya Raih Dua Trofi dalam Kariernya Bersama Bayern Munich

United dikabarkan memasang harga sekitar £30 juta untuk penyerang 22 tahun itu, meski masih bersedia mempertimbangkan opsi pinjaman dengan klausul tertentu. Sementara itu, keikutsertaan Napoli di Liga Champions diyakini memberi nilai tambah untuk meyakinkan Hojlund kembali ke Italia.

Selain Hojlund, Napoli juga mempertimbangkan Joshua Zirkzee, Nicolas Jackson, Nikola Krstovic, hingga Roberto Piccoli. Namun beberapa opsi, seperti Mehdi Taremi dan Aleksandar Mitrovic, disebut tidak realistis. Bursa transfer sendiri akan ditutup pada 1 September 2025, memberi waktu singkat bagi Conte dan manajemen untuk menemukan pengganti Lukaku.