Nusavoxmedia.id – Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung rapat penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nagekeo. Rapat tersebut digelar di posko penanganan bencana yang berada di wilayah Nagekeo.
Dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah tiba, Presiden menuju sebuah tenda yang didirikan di area lapang untuk mengikuti rapat koordinasi bersama sejumlah menteri dan pimpinan lembaga.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam rapat tersebut, di antaranya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membuka jalannya rapat sebelum memberikan kesempatan kepada Suharyanto untuk menyampaikan laporan awal mengenai kondisi dan penanganan bencana di NTT.
“Hari ini Rabu 26 Agustus 2026 di posko penanganan bencana gempa bumi NTT bertempat di Batalion Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo,” ujar Teddy.
Setelah pembukaan, Suharyanto memaparkan perkembangan terkini terkait dampak gempa serta langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan pemerintah. Prabowo bersama jajaran Kabinet Merah Putih kemudian menyimak laporan mengenai situasi di wilayah terdampak.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 sebelumnya mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026). Bencana tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka serta berdampak pada sejumlah wilayah. Di lansir Kompas.com
Berdasarkan data pemerintah hingga Senin (25/8/2026), sebanyak 103 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 1.666 orang lainnya mengalami luka-luka.
Pemerintah terus melakukan penanganan terhadap warga terdampak gempa NTT. Rapat yang dipimpin langsung Prabowo di Nagekeo menjadi bagian dari koordinasi pemerintah untuk memantau kondisi di lapangan dan memastikan penanganan bencana berjalan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

