Nusavoxmedia.id – Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi menyampaikan permohonan maaf terbuka menyusul viralnya potongan video pernyataan serta analisisnya di media sosial terkait potensi percepatan penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) sebelum tahun 2029.
Permohonan maaf tersebut disampaikan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu setelah gagasannya dalam sebuah pertemuan di Jakarta memicu spekulasi publik dan berbagai salah penafsiran.
“Sehubungan dengan viralnya pernyataan dan analisis saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,” kata Budi Arie, Rabu (26/8/2026). Di lansir Kompas.com
Budi Arie menegaskan bahwa gagasan mengenai percepatan pemilu tersebut murni merupakan pandangan serta analisis pribadinya. Ia juga membantah adanya keterkaitan antara pernyataan tersebut dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, meskipun Jokowi tampak hadir dan duduk bersebelahan dengannya dalam rekaman video berdurasi 1 menit 47 detik yang beredar.
“Pernyataan dan analisis tersebut merupakan pernyataan dan analisis pribadi saya,” kata Budi Arie.
“Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait-mengkait dengan Bapak Joko Widodo,” sambung dia.
Pernyataan yang memicu kegaduhan tersebut bermula dari potongan video saat Budi Arie berbicara di hadapan para sukarelawan. Dalam video itu, ia menyuarakan instingnya mengenai dinamika politik dan kesiapan para sukarelawan jika pemilu terjadi lebih cepat dari jadwal seharusnya.
“Saya ingin sampaikan, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong Pemilu 2029, tetapi kalau terjadi percepatan bagaimana? Kita siap tidak?” kata Budi Arie, dalam potongan video itu.
Keyakinan Budi Arie mengenai potensi percepatan pemilu tersebut didasari atas analisanya terhadap keresahan masyarakat mengenai kondisi perekonomian terkini dan rasa ketidakpuasan terhadap situasi saat ini. Atas dasar itu, ia sempat mengajak sesama sukarelawan untuk memikirkan langkah antisipasi apabila terjadi gejolak politik.
Menanggapi sorotan publik atas analisanya tersebut, Budi Arie mengaku siap bertanggung jawab penuh atas dampak dan konsekuensi yang ditimbulkan dari pernyataannya.
“Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisis dan pernyataan saya tersebut,” ujar dia.
Mengakhiri penjelasannya, Budi Arie mengimbau seluruh elemen masyarakat dan para pihak terkait untuk tetap menjaga kondusivitas serta persatuan nasional.
“Terima kasih, jaga terus persatuan Indonesia,” pungkas dia.

