Nusavoxmedia.id – Kesederhanaan menjadi salah satu gambaran kehidupan Nabi Muhammad SAW, termasuk dalam hal tempat tinggal. Rumah Rasulullah SAW disebut jauh dari kemewahan dan memiliki ukuran yang relatif kecil dengan perlengkapan seadanya.
Dilansir dari detikHikmah yang mengutip buku The 10 Habits of Rasulullah karya Rizem Aizid serta Uswah Rasulullah Perspektif Al-Qur’an dan Sunnah karya Abdul Syukur, rumah Nabi Muhammad SAW digambarkan sebagai hunian sederhana yang digunakan untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Bangunan rumah tersebut memiliki dinding yang terbuat dari bata. Sementara bagian atap menggunakan daun kurma yang telah dikeringkan dan disusun hingga condong ke salah satu sisi.
Bagian dalam rumah Rasulullah SAW pun tidak luas. Hunian tersebut disebut hanya memiliki satu ruangan yang digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk sebagai tempat beristirahat dan tidur.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari situs Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), ukuran rumah Nabi Muhammad SAW diperkirakan sekitar 3,5 meter x 5 meter.
Pintu rumah tersebut menggunakan kayu jinten saru (Juniperus Communis) dan menghadap ke arah Raudhah di kawasan Masjid Nabawi, Madinah.
Kesederhanaan juga terlihat dari bagian interior rumah. Rasulullah SAW disebut tidak memenuhi tempat tinggalnya dengan barang-barang mewah, tirai pembatas, maupun berbagai hiasan dinding.
Aisyah RA bahkan meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW tidak menyukai hiasan yang dipasang secara berlebihan di dalam rumah.
Dalam salah satu riwayat, Aisyah RA menceritakan reaksi Rasulullah SAW ketika melihat sebuah permadani yang dipasang di kediamannya.
“Suatu saat, Rasulullah SAW berangkat perang. Lalu aku menggantungkan sebuah permadani. Ketika Rasulullah SAW datang dan melihat permadani tersebut, aku melihat pandangan tidak suka pada wajahnya. Kemudian, beliau mencopot permadani itu seraya berkata, ‘Sesungguhnya, Allah SWT tidak memerintahkan kita untuk menghiasi ruangan dan tanah ini’.”
Selain kondisi rumah yang sederhana, tempat tidur yang digunakan Rasulullah SAW juga tidak menunjukkan kemewahan. Nabi Muhammad SAW diketahui terbiasa beristirahat dengan alas tidur yang sederhana.
Aisyah RA menggambarkan tempat tidur Rasulullah SAW dalam riwayat yang dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas V Sekolah Dasar karya Soleh Baedowi dan Hairil Muhammad Anwar.
“sesungguhnya hamparan tempat tidur Rasulullah terdiri atas kulit binatang, sedang isinya adalah sabut kurma.” (HR Tirmidzi)
Gambaran mengenai bentuk rumah Rasulullah SAW kini dapat ditemukan dalam bentuk replika yang dipajang di Museum Masjid Nabawi. Replika tersebut berada di kawasan sebelah kanan Masjid Nabawi, Madinah.
Kisah mengenai tempat tinggal Nabi Muhammad SAW tersebut menjadi salah satu gambaran kesederhanaan dalam kehidupan Rasulullah. Meski memiliki kedudukan sebagai nabi dan pemimpin umat, kehidupan sehari-harinya tetap dijalani tanpa kemewahan berlebihan.

