Nusavoxmedia.id – ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) dalam laporan tahunan terbarunya memperkirakan rasio utang pemerintah Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) akan menembus angka 42 persen pada 2029. Prediksi ini muncul dalam laporan AMRO Annual Consultation Report: Indonesia 2025, yang menggarisbawahi risiko fiskal yang muncul akibat pelebaran defisit keseimbangan primer, naiknya biaya pinjaman, dan stagnasi pendapatan negara.
Laporan tersebut menyoroti batalnya kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) secara menyeluruh tahun depan sebagai salah satu penyebab utama mandeknya penerimaan negara. “Ini membahas soal kredibilitas fiskal jangka menengah dan panjang,” tulis laporan itu.
Kekhawatiran meningkat seiring adanya perbandingan dari sejumlah ekonom terhadap situasi fiskal Indonesia dengan krisis Sri Lanka pada 2022, yang saat itu juga memiliki rasio utang 42 persen terhadap PDB sebelum kolaps dalam waktu 2 tahun. Meski demikian, AMRO menilai struktur ekonomi Indonesia saat ini lebih solid. Namun, pengeluaran negara yang boros dan lemahnya disiplin anggaran tetap dianggap sebagai faktor rawan krisis.
Merespons laporan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa posisi utang Indonesia masih aman. “Utang kita masih jauh di bawah ambang batas 60 persen dari PDB seperti diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara,” ujar Airlangga di Jakarta.
Baca Juga: Mahfud MD Pertanyakan Kejaksaan Soal Eksekusi Silfester Matutina
Di tengah polemik ini, AMRO akhirnya memberikan klarifikasi. Dalam pernyataan resminya, AMRO menegaskan tidak pernah menyatakan bahwa Indonesia akan mengalami krisis atau kehilangan status sebagai kekuatan ekonomi utama di Asia Tenggara. “Kami tidak pernah membuat pernyataan semacam itu,” tegas AMRO dalam rilisnya yang diterima pada 4 Agustus 2025.
Meski mengakui bahwa rasio utang Indonesia dapat meningkat hingga 42 persen jika tren fiskal tidak berubah, AMRO tetap yakin pada fundamental ekonomi Indonesia yang kuat. Lembaga ini bahkan memuji kebijakan fiskal pemerintah yang dinilai hati-hati dan disiplin, serta langkah-langkah mitigasi risiko yang telah diambil otoritas keuangan.
Lebih lanjut, AMRO memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh stabil di atas 5 persen hingga 2029. Inflasi juga diperkirakan tetap dalam kisaran target 2,5±1 persen. Namun, tantangan tetap ada, terutama dari ketidakpastian global, arus modal yang volatil, dan tekanan geopolitik.
Baca Juga: Investasi Peternakan Babi Rp30 Triliun di Jepara Ditolak, MUI Jateng Keluarkan Fatwa Haram
Dalam kondisi seperti ini, AMRO menyarankan Bank Indonesia untuk menjaga bauran kebijakan yang fleksibel dan pemerintah didorong untuk memperkuat penerimaan pajak serta efisiensi belanja. “Reformasi struktural dan pengelolaan fiskal yang transparan harus menjadi prioritas,” tegas laporan itu.
Peringatan fiskal ini, meski tidak bersifat alarmistik, menjadi cermin bahwa pengelolaan utang tidak boleh dianggap remeh. Jika tidak segera diambil langkah korektif, ancaman middle-income trap dan hilangnya momentum pertumbuhan ekonomi bukan tidak mungkin menjadi kenyataan.


[6862]9apiso Online Casino Philippines: Easy Login, Register, and App Download for Top Slot Games Experience the best at 9apiso Online Casino Philippines! Enjoy easy 9apiso login, quick 9apiso register, and 9apiso app download to play top 9apiso slot games today. visit: 9apiso