Nusavoxmedia.id – Pertandingan pembuka Liga Champions 2025/2026 antara Athletic Bilbao vs Arsenal berlangsung sengit. Bertandang ke San Mamés, Rabu (17/9/2025) dini hari WIB, Arsenal akhirnya menang 2-0 lewat gol telat Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard dalam duel yang ketat.
Sejak awal laga, atmosfer di stadion penuh tekanan. Athletic Bilbao, yang kembali ke Liga Champions setelah absen 11 tahun, tampil berani dengan pressing tinggi. Arsenal pun beberapa kali dibuat kerepotan, terutama oleh Alejandro Berenguer yang kerap menembus sisi sayap. Namun, meski penguasaan bola cukup imbang, peluang bersih jarang tercipta di babak pertama.
Kesempatan terbaik Arsenal datang dari Viktor Gyokeres, tetapi sundulannya masih melenceng tipis. Sementara itu, Athletic lebih banyak mengandalkan serangan cepat, meski gagal menguji kiper David Raya secara serius. Hingga turun minum, skor tetap kacamata.
Baca Juga: Drama 8 Gol, Juventus Gagalkan Kemenangan Dortmund di Menit Akhir
Momen penting baru lahir di babak kedua ketika Mikel Arteta melakukan perubahan. Ia memasukkan Trossard (65′) dan Martinelli (71′), dua pemain yang belakangan lebih sering jadi opsi cadangan. Hanya butuh 36 detik bagi Martinelli untuk mencetak gol pembuka setelah menerima umpan terobosan Trossard. Sepakan mendatarnya gagal diantisipasi Unai Simon dan membuat fans Arsenal bergemuruh.
Tak berhenti di situ, kombinasi keduanya kembali jadi penentu. Kali ini Martinelli yang bergerak cepat di sisi kiri dan memberi umpan tarik matang. Trossard dengan tenang mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan yang sempat membentur bek lawan, tapi tetap meluncur masuk ke gawang di menit ke-87.
“Peran pemain pengganti hari ini sangat vital. Mereka masuk dengan energi besar dan membuat perbedaan nyata,” ujar Mikel Arteta dikutip dari laman resmi klub.
Dengan kemenangan ini, Arsenal membawa pulang tiga poin penting dari tanah Spanyol. Selain start sempurna, kemenangan ini juga jadi bukti kedalaman skuad yang dimiliki Arteta musim ini. Martinelli dan Trossard, yang sempat kehilangan tempat utama, membuktikan bahwa mereka tetap bisa diandalkan di momen krusial.



