Nusavoxmedia.id – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkap adanya praktik kartel haji yang masih terjadi dalam penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Menurutnya, pernyataan tersebut justru membuat dirinya kerap mendapat kritik hingga dimarahi oleh sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dan ulama.
Dahnil menegaskan, istilah kartel haji bukan sekadar asumsi, melainkan berdasarkan temuan yang diperoleh Kementerian Haji. Ia menilai praktik tersebut telah menjadikan jemaah haji sebagai komoditas bisnis yang menguntungkan segelintir pihak.
“Saya dimarahi banyak ormas, ulama. Saya sering menggunakan istilah ada kartel haji. Memang iya (ada kartel haji),” kata Dahnil dalam agenda Rapat Kerja Kementerian Haji di Asrama Haji Jakarta, Pondok Gede, Rabu (8/7/2026).
Menurut Dahnil, praktik kartel haji telah berkembang secara sistematis dan merambah hampir seluruh ekosistem penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Ia mengaku prihatin setelah mengetahui pihak-pihak yang diduga berada di balik praktik tersebut.
“Yang menyedihkan adalah pelaku kartel-kartel ini, kartel haji, adalah orang-orang yang paham agama. Mohon maaf, para Ustaz, para Kiai, bisa jadi dari ormas macam-macam,” tutur Dahnil.
Sebagai langkah pencegahan, Kementerian Haji memperketat pengawasan terhadap Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) selama penyelenggaraan haji 2026.
“Kemarin (Haji 2026) kami agak ketat, KBIH, KBIHU, semuanya kami razia. Kebetulan di Haji itu ada Dirjen Pengendalian. Isinya teman-teman KPK yang kami rekrut,” tutur dia.
Dahnil menjelaskan, Direktorat Jenderal Pengendalian dibentuk untuk memperkuat fungsi pengawasan sekaligus menindak berbagai pelanggaran yang terjadi selama pelaksanaan ibadah haji. Menurutnya, pengawasan tersebut telah membuahkan hasil dengan ditemukannya sejumlah dugaan tindak penipuan yang dilakukan oleh penyelenggara bimbingan haji.
“Yang kami tangkap langsung yang dilakukan oleh teman-teman KBIH misalnya, ada satu KBIH yang melakukan penipuan badal, penipuan dam. Dia bisa mengumpulkan puluhan miliar pada saat musim haji,” kata Dahnil.

