Perang Israel-Iran Makin Panas: Serangan Rudal ke Ladang Gas dan Minyak Picu Krisis

Nusavoxmedia.id – Ketegangan antara Israel dan Iran memuncak menjadi perang terbuka setelah serangkaian serangan rudal sejak Jumat, 13 Juni 2025. Israel meluncurkan “Operation Rising Lion,” menyangkal fasilitas nuklir Natanz dan Isfahan pada 13 Juni, diikuti serangan ke ladang gas South Pars di Bushehr dan kilang minyak di Teheran pada Sabtu, 14 Juni 2025. Iran membalas dengan “True Promise III Operation” pada Minggu, 15 Juni 2025, menghujani Tel Aviv dan Haifa dengan 88 rudal balistik, merusak markas militer Kirya dan kawasan Bat Yam.

Serangan Israel menewaskan 224 orang, termasuk Kepala Garda Revolusi Iran Hossein Salami, menurut Kementerian Kesehatan Iran. Di Israel, 16 orang tewas, dengan puluhan orang luka-luka. Israel mengklaim serangan untuk mencegah Iran memproduksi senjata nuklir, sementara Teheran menyebutnya “terorisme negara,” menuduh AS terlibat meski Presiden Donald Trump membantahnya. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan Iran melanggar Traktat Non-Proliferasi Nuklir, memicu kekhawatiran perang nuklir.

Krisis Energi dan Ancaman Ekonomi

Serangan ke ladang gas South Pars dan kilang minyak Teheran pada 14 Juni memicu kebakaran hebat, menghentikan 30% produksi gas Iran dan 15% pasokan minyaknya. Iran mengancam menutup Selat Hormuz, jalur vital 21% pasokan minyak global, memperburuk ketegangan ekonomi. “Krisis energi ini bisa memicu resesi global,” ujar analis energi dari timur tengah kepada BBC.

Iron Dome Israel kewalahan menghadapi rudal Iran, dengan kerusakan signifikan di Haifa dan Bat Yam. Serangan juga memicu kebakaran di pelabuhan Ashdod, mengganggu rantai pasok regional. Di Teheran, warga sipil berlindung di bunker, sementara di Israel, sirene serangan udara berbunyi berulang kali. Hamas memuji serangan Iran sebagai “balasan heroik,” sementara Hizbullah di Lebanon mengancam bergabung jika konflik meluas.

Reaksi Dunia dan Desakan Diplomasi

PBB menggelar sidang darurat pada 15 Juni 2025, dengan Sekjen Antonio Guterres memperingatkan “eskalasi signifikan” yang dapat memicu perang regional. China mengutuk serangan Israel, menyerukan “penghentian provokasi.” Rusia menawarkan mediasi, sementara AS menegaskan fokus pada diplomasi, meski Iran bersikeras memiliki “bukti keterlibatan AS.” Demonstrasi solidaritas pro-Palestina dan anti-Israel mewarnai kota-kota Eropa dan Asia.

Indonesia, melalui Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono, meminta evakuasi 3.000 WNI dari Timur Tengah. “Prioritas kita menyelamatkan WNI,” ujarnya kepada detik.com. Kementerian Luar Negeri RI menyiapkan rencana kontingensi di Yordania dan Turki.

Ancaman Perang Regional

Konflik ini memicu kekhawatiran perang regional, dengan potensi keterlibatan Hizbullah, Suriah, dan milisi Irak. “Kami tidak akan tinggal diam,” ujar juru bicara Hizbullah. Meski diplomasi diusulkan, kedua pihak menunjukkan sikap keras. Iran bersumpah “membalas sepuluh kali lipat,” sementara PM Israel Benjamin Netanyahu menegaskan operasi akan berlanjut hingga “ancaman nuklir Iran hilang.” Perang Israel-Iran kini mengguncang stabilitas global. Dunia menanti apakah diplomasi dapat meredakan krisis atau konflik akan menyeret Timur Tengah ke jurang perang yang lebih luas.

Related Articles

1 KOMENTAR

  1. [1770]Hand777: The Best GCash Online Casino in the Philippines for Trusted Real Money Slots. Experience Hand777, the best GCash online casino in the Philippines. Play trusted real money online slots and enjoy secure gaming on the #1 casino platform PH. Access your Hand777 official login today for the ultimate online gambling experience! visit: hand777

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kunjungi Media Sosial Kami

440PengikutMengikuti
2,430PelangganBerlangganan

Latest Articles