Nusavoxmedia.id – Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, dinilai memiliki potensi untuk menjadi akses masuk wisatawan Malaysia ke Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.
Potensi tersebut menjadi perhatian Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia dan Daerah Terpencil (BNPPDT) saat melakukan peninjauan ke PLB Temajuk, Kamis (5/11/2026). Lokasinya yang berbatasan langsung dengan Telok Melano, Sarawak, Malaysia, dinilai dapat membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan dari kedua negara.
Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPPDT Irjen Pol Edfrie R Maith mengatakan, akses melalui PLB Temajuk berpeluang memudahkan wisatawan dari Sarawak untuk mengunjungi sejumlah destinasi di kawasan tersebut, termasuk Pantai Temajuk. Sebaliknya, masyarakat Indonesia juga berpeluang memanfaatkan akses tersebut untuk menuju wilayah perbatasan Malaysia.
Menurut Maith, meningkatnya aktivitas lintas batas akan membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan warga, terutama pelaku usaha lokal, agar mampu mengambil manfaat dari perkembangan kawasan perbatasan.
“Kalau perbatasan kita di PLB semakin ramai dan nantinya PLBN dibangun, tentu peluang ekonomi masyarakat juga semakin terbuka. Masyarakat sekitar harus memiliki kesiapan untuk menangkap peluang tersebut,” kata Maith dalam rilis pers, Sabtu (7/11/2026). Dilansir Kompas.com.
Ia menilai, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) perlu menjadi bagian dari perencanaan pengembangan kawasan perbatasan. Dengan demikian, pembangunan fasilitas tidak hanya berorientasi pada peningkatan konektivitas, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Maith juga menyoroti perlunya dukungan infrastruktur untuk menunjang pengembangan Temajuk. Ketersediaan fasilitas yang memadai dinilai penting untuk mempermudah akses menuju kawasan wisata, memperlancar mobilitas penduduk, serta mendukung aktivitas ekonomi lintas batas.
Dalam peninjauan tersebut, Maith didampingi Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Sambas Septiza. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi PLB Temajuk beserta kawasan sekitarnya sekaligus mengidentifikasi potensi dan kebutuhan pengembangan wilayah perbatasan.
PLB Temajuk sendiri direncanakan mengalami peningkatan status menjadi Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan perlintasan sekaligus meningkatkan konektivitas masyarakat Indonesia dan Malaysia.
Di sisi Malaysia, Pemerintah Sarawak juga tengah membangun Border Post Telok Melano dengan status Pos Kawalan Sempadan (PKS). Kehadiran fasilitas perbatasan di kedua wilayah diharapkan dapat menunjang kelancaran mobilitas masyarakat serta membuka peluang kerja sama pengembangan pariwisata lintas negara.
BNPPDT melihat pengembangan kedua fasilitas tersebut sebagai peluang untuk mengoptimalkan posisi strategis Temajuk. Selain memperkuat hubungan antarwilayah perbatasan, kawasan itu diharapkan berkembang menjadi salah satu tujuan wisata yang mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.

