Saham Teknologi Anjlok, Nvidia hingga Tesla Kehilangan Nilai Pasar

Nusavoxmedia.id – Pasar saham perusahaan teknologi di Amerika Serikat (AS) dan Asia mengalami tekanan besar setelah hasil pemilihan sela AS memunculkan kekhawatiran terhadap masa depan industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kekhawatiran terhadap rencana pembatasan ekspansi AI dan pembangunan pusat data menjadi salah satu pemicu aksi jual saham.

Indeks Nasdaq yang didominasi perusahaan teknologi tercatat merosot lebih dari 5,5 persen. Penurunan tersebut diperkirakan menghapus sekitar 2,5 triliun dolar AS dari total kapitalisasi pasar.

Tekanan tidak hanya terjadi di Wall Street. Sejumlah bursa saham Asia juga mengalami pelemahan tajam pada perdagangan Jumat (6/11/2026), terutama saham perusahaan semikonduktor dan produsen perangkat yang menjadi penopang pengembangan teknologi AI.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 sempat turun sekitar 6 persen pada awal perdagangan. Saham Kioxia melemah lebih dari 12,6 persen, sedangkan Tokyo Electron terkoreksi 9,5 persen.

Penurunan lebih dalam juga dialami perusahaan semikonduktor Korea Selatan. Saham SK Hynix merosot lebih dari 11,5 persen, sementara Samsung kehilangan hampir 10 persen.

Tekanan di pasar saham Seoul membuat indeks Kospi anjlok lebih dari 8,5 persen hingga memicu penerapan circuit breaker atau penghentian sementara perdagangan. Sementara itu, indeks Taiex Taiwan turun lebih dari 8,3 persen, dengan saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) melemah hampir 8,5 persen.

Gelombang aksi jual tersebut berlangsung di tengah meningkatnya perdebatan mengenai besarnya investasi untuk pengembangan AI. Investor mulai mempertanyakan apakah dana besar yang digelontorkan perusahaan teknologi untuk membangun infrastruktur AI dapat menghasilkan keuntungan sesuai harapan.

Situasi politik AS turut menjadi perhatian pasar. Sejumlah kandidat Partai Demokrat dalam pemilihan sela mengangkat isu pembatasan pembangunan pusat data dan pengembangan AI. Salah satunya Gubernur Texas terpilih dari Partai Demokrat, Gina Hinojosa, yang diketahui berkampanye menentang pembangunan pusat data.

Kemenangan politik Partai Demokrat dalam pemilihan tersebut disebut memunculkan kekhawatiran mengenai arah kebijakan pemerintah terhadap industri teknologi. Partai tersebut mendorong pengawasan lebih ketat terhadap ekspansi pusat data, termasuk dampaknya terhadap lingkungan dan kebutuhan energi.

Presiden AS Donald Trump turut menanggapi gejolak pasar saham tersebut melalui unggahan di media sosial. Ia menyalahkan lawan politiknya atas penurunan yang terjadi setelah hasil pemilihan diumumkan.

“Pasar Saham mengalami salah satu Hari Terburuk dalam Sejarah berdasarkan hasil Pemilu,” katanya.

“Ingat, ini bukan salah Partai Republik, tapi Dumocrats (ejekan untuk Demokrat). Namun jangan takut, kita akan segera, dengan satu atau lain cara, menjadi LEBIH BESAR DAN LEBIH KUAT DARI SEBELUMNYA. JADIKAN AMERIKA HEBAT KEMBALI!,” imbuhnya.

Sejumlah politikus Demokrat menilai perkembangan AI berlangsung terlalu cepat tanpa perlindungan dan pengawasan yang memadai. Mereka menyoroti potensi dampak teknologi tersebut terhadap lapangan kerja, lingkungan, serta kehidupan masyarakat.

Senator Demokrat Bernie Sanders bahkan menyerukan penghentian sementara pembangunan pusat data berskala nasional.

“Rakyat Amerika tidak ingin oligarki Teknologi Besar merusak lingkungan, memusnahkan lapangan kerja, dan mengancam masa depan umat manusia. MORATORIUM PUSAT DATA NASIONAL SEKARANG,” kata Sanders.

Sentimen negatif tersebut turut menekan saham sejumlah perusahaan teknologi besar. Nvidia, salah satu pemain utama dalam industri chip AI, merosot lebih dari 9 persen. Penurunan itu memangkas sekitar 400 miliar dolar AS dari kapitalisasi pasarnya.

Produsen chip lainnya juga mengalami koreksi tajam. Saham AMD dan Micron masing-masing turun lebih dari 17 persen. Intel melemah 10,3 persen, sedangkan SanDisk merosot lebih dari 22 persen.

Tekanan juga menjalar ke perusahaan yang berkaitan dengan Elon Musk. Saham Tesla turun hampir 11 persen, sementara SpaceX disebut mengalami penurunan sekitar 8 persen.

Musk sebelumnya menggelontorkan hampir 450 juta dolar AS untuk mendukung kampanye Partai Republik. Dana tersebut termasuk sedikitnya 45 juta dolar AS untuk mendukung Ken Paxton dalam perebutan kursi Senat Texas. Namun, hasil pemilihan di Texas justru menjadi salah satu sorotan dalam pergeseran dukungan politik kepada Partai Demokrat.

Secara keseluruhan, tujuh perusahaan teknologi terbesar yang dikenal sebagai Magnificent Seven, termasuk Apple, Nvidia, dan Tesla, kehilangan sekitar 1 triliun dolar AS nilai pasar hanya dalam satu hari perdagangan.

Kekhawatiran investor juga berkaitan dengan kemungkinan pengetatan aturan pembangunan pusat data. Pengawasan yang lebih ketat terhadap perizinan, penggunaan energi, dampak lingkungan, hingga biaya listrik berpotensi memperlambat proyek dan meningkatkan biaya operasional perusahaan teknologi.

Penolakan masyarakat terhadap pembangunan pusat data juga menjadi perhatian sejumlah pemimpin industri teknologi. Mereka menilai perusahaan perlu lebih aktif menjelaskan manfaat pengembangan AI kepada komunitas yang terdampak pembangunan infrastruktur tersebut.

Presiden sekaligus salah satu pendiri OpenAI, Greg Brockman, mengaku terkejut dengan besarnya penolakan terhadap pembangunan pusat data. Menurut dia, perusahaan teknologi perlu membangun dukungan masyarakat secara langsung, bukan hanya melalui komunikasi di media sosial.

“Anda tak bisa hanya menge-tweet dan mengatakan: ‘Ini akan berdampak baik.’ Anda harus hadir di dalam komunitas-komunitas tersebut,” kata Brockman yang dikutip Nusavoxmedia dari detikINET dari BBC, Jumat (6/11/2026).

Related Articles

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kunjungi Media Sosial Kami

440PengikutMengikuti
2,430PelangganBerlangganan

Latest Articles