Nusavoxmedia.id – Anfield kembali menjadi saksi malam suram bagi Liverpool. Tim asuhan Arne Slot harus mengakui keunggulan Crystal Palace dengan skor telak 0-3 pada laga putaran keempat Carabao Cup 2025/2026, Kamis (30/10) dini hari WIB. Dua gol dari Ismaïla Sarr dan satu tambahan dari Yeremy Pino memastikan langkah The Reds terhenti di depan pendukungnya sendiri.
Slot melakukan rotasi besar-besaran dengan menurunkan banyak pemain muda dan cadangan. Keputusan itu terbukti berisiko ketika Palace, yang tampil disiplin dan efektif, mampu memanfaatkan setiap kesalahan. Liverpool memang sempat memegang kendali permainan di awal laga, tetapi kurang tajam dalam penyelesaian akhir. Sebaliknya, Palace mencetak dua gol cepat menjelang turun minum dan membuat suasana di Anfield kian muram di bawah guyuran hujan.
Gol pertama terjadi ketika Joe Gomez gagal menghalau bola dengan sempurna, dan Sarr tanpa ampun menembak keras ke gawang Freddie Woodman. Tak lama kemudian, winger asal Senegal itu menggandakan keunggulan lewat kombinasi apik bersama Pino. Liverpool mencoba bangkit, namun justru kehilangan satu pemain di menit ke-79 setelah Amara Nallo dikartu merah. Delapan menit jelang bubar, Pino memastikan kemenangan tim tamu dengan sepakan mendatar yang menembus sudut kiri gawang.
“Tidak ada alasan yang bisa membenarkan hasil seperti ini,” ujar Arne Slot seusai pertandingan, dikutip dari ESPN. Ia menegaskan bahwa rotasi skuad bukan dalih untuk menerima kekalahan sebesar itu.
“Kami memang ingin memberi kesempatan kepada pemain muda, tapi standar klub ini tetap tinggi, kalah enam dari tujuh pertandingan jelas tidak bisa diterima,” tambahnya.
Baca Juga: Ratusan Wasit Liga Turki Terlibat Judi, TFF Siap Jatuhkan Sanksi Berat
Bagi Slot, ini menjadi kekalahan keenam dari tujuh laga terakhir di semua kompetisi. Situasi tersebut memicu tekanan besar terhadap pelatih asal Belanda itu. Meski begitu, ia masih optimistis bisa membalikkan keadaan.
“Saya melihat dukungan luar biasa dari fans, dan kami akan membalasnya di laga berikutnya melawan Aston Villa,” tegasnya.
Sementara di kubu lawan, pelatih Crystal Palace Oliver Glasner mengaku bangga dengan performa anak asuhnya. “Kami bermain dengan percaya diri dan disiplin tinggi. Mengalahkan juara bertahan tiga kali dalam satu musim bukan hal yang mudah,” ujarnya kepada media, dikutip dari Reuters.
Kekalahan ini juga mencatat sejarah buruk bagi Liverpool yaitu untuk pertama kalinya sejak 1934 mereka kalah tiga gol tanpa mencetak satu pun di laga piala domestik di Anfield. Kini, The Reds harus segera bangkit jika tak ingin tren negatif ini berlanjut ke Premier League.

