Nusavoxmedia.id — Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH., MM., mendampingi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, dalam kunjungan resmi ke Uzbekistan yang berlangsung pada 29 Juni hingga 4 Juli 2026 atau bertepatan dengan 14–19 Muharam 1448 Hijriah.
Rangkaian lawatan tersebut mencakup sejumlah kota bersejarah di Asia Tengah, seperti Bukhara dan Samarkand. Selama berada di Uzbekistan, rombongan menjalani berbagai agenda, mulai dari ziarah ke makam para ulama besar hingga pertemuan dengan tokoh keagamaan setempat.
KH Masyhuril Khamis menjelaskan, salah satu agenda utama adalah berziarah ke makam Imam Bukhari, ulama besar perawi hadis, serta mengunjungi makam pendiri Tarekat Naqsyabandiyah dan sejumlah situs bersejarah Islam di kawasan Asia Tengah.
Selain Ketua Umum PB Al Washliyah, rombongan yang mendampingi Ketua MPR RI juga diikuti para pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, di antaranya Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Persatuan Islam (Persis), Wahdah Islamiyah, Persatuan Muslimin Indonesia (Parmusi), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Mathla’ul Anwar, serta sejumlah pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam agenda ziarah pada Rabu (1/7), rombongan mengunjungi kompleks makam Qutham bin Abbas di Samarkand. KH Masyhuril Khamis mengungkapkan, kunjungan tersebut menjadi salah satu momen penting selama berada di Uzbekistan.
“Pada hari kemarin, (Rabu, 1 Juli-red) ziarah ke makam Qutham Bin Abbas, sepupu Rasulllah, yang mirip dengan Rasulullah dan manusia terakhir yang menyentuh Rasulullah ketika di pemakaman Rasul,” ujar Mashuril.
Setelah itu, rombongan melanjutkan ziarah ke makam Abu Mansur Al Maturidi. KH Masyhuril juga menyempatkan diri mengunjungi makam Ibrahim As-Samarqandi yang dikenal sebagai leluhur Sunan Ampel.
Sebelumnya, pada Selasa (30/6), delegasi Indonesia bertemu Grand Mufti Uzbekistan, Syekh Nuriddin Khaliqnazarov, di Kompleks Museum Islamic Center Uzbekistan, Tashkent.
Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Muzani menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Uzbekistan, Parlemen Uzbekistan, MPR Uzbekistan, serta Grand Mufti Nuriddin Khaliqnazarov atas sambutan hangat yang diberikan kepada delegasi Indonesia.
Mengutip keterangan resmi MPR RI, Muzani menilai hubungan Indonesia dan Uzbekistan memiliki ikatan sejarah yang telah terjalin sejak berabad-abad lalu melalui penyebaran Islam oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik yang berasal dari Samarkand.
“Pada abad ke-15 datang ke Indonesia seorang ulama terkemuka, Syekh Maulana Malik Ibrahim dari Samarkand, Uzbekistan untuk menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa. Jadi hubungan hati ke hati kita itu sudah terpaut sejak abad ke-15. Itu sebabnya Indonesia dan Uzbekistan terasa begitu dekat di hati, meski jauh di mata — kita seperti bersaudara,” kata Muzani.
Ia juga mengingatkan kembali perjalanan Presiden Soekarno yang pernah berziarah ke makam Imam Bukhari. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi tonggak penting dalam mempererat hubungan kedua negara sekaligus membuka kembali kompleks makam Imam Bukhari bagi peziarah dari berbagai belahan dunia.
“Kemudian persahabatan Indonesia-Uzbekistan dirajut kembali oleh Presiden Soekarno ketika berziarah ke makam Imam Bukhari. Momentum sejarah ini telah dicatat dan selalu diingat di hati oleh masyarakat Uzbekistan dan ini juga menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Karena kunjungan ziarah Bung Karno, makam Imam Bukhari dibuka kembali untuk para peziarah dunia,” ucap Muzani.
Di hadapan Grand Mufti Uzbekistan, Muzani menjelaskan bahwa delegasi yang dipimpinnya terdiri atas para ulama, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, serta pengasuh pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia juga memaparkan kondisi Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia yang tetap mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya melalui nilai-nilai Pancasila serta ajaran Islam yang moderat.
“Yang menyatukan kita adalah Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara yang juga menjadi pemersatu dari banyaknya perbedaan agama, suku, bahasa, dan etnis. Selain itu, kami di Indonesia juga diajarkan tentang agama Islam rahmatan lil alamin yang mengajarkan kita pentingnya beragama dengan menghormati perbedaan agama yang sangat beragam di Indonesia,” ucap Muzani.


Saya sering blogging dan saya sangat menghargai konten Anda. Artikel ini benar-benar menarik perhatian saya. Saya akan mem-bookmark situs Anda dan terus memeriksa informasi baru.
Postingan yang luar biasa. Ini benar-benar ditulis dengan baik dan mudah dimengerti. Terima kasih telah berbagi informasi ini.
Saya senang menjadi pengunjung dari blog sempurna ini!, terimakasih atas info langka ini!
Bersama dengan seluruhnya yang terlihat sedang berkembang sepanjang topik khusus ini, banyak pandangan Anda adalah agak menarik. Meskipun demikian, saya memohon maaf, tetapi saya tidak dapat setuju sepenuhnya pada keseluruhan rencana Anda, meskipun menarik. Terlihat bagi kami bahwa ulasan Anda tidak sepenuhnya benar-benar tervalidasi dan pada faktanya Anda diri Anda tidak sepenuhnya yakin terhadap poin tersebut. Dalam hal apa pun saya menghargai membaca.
Saya tidak biasanya berkomentar tetapi saya harus mengakui terimakasih untuk posting yang luar biasa ini : D.
Terima kasih, saya baru-baru ini menelusuri informasi tentang subjek ini dalam waktu yang panjang dan milik Anda adalah yang terbaik yang saya temukan sejauh ini. Namun, bagaimana dengan inti permasalahan? Apakah Anda positif tentang sumber tersebut?
Thanks for the sensible critique. Me & my neighbor were just preparing to do a little research about this. We got a grab a book from our local library but I think I learned more from this post. I am very glad to see such wonderful info being shared freely out there.
After study a couple of of the blog posts in your web site now, and I truly like your means of blogging. I bookmarked it to my bookmark website record and can be checking back soon. Pls check out my website as nicely and let me know what you think.
Saya senang menjadi salah satu dari beberapa pengunjung di website luar biasa ini (:, sangat dihargai telah mengunggah.