Muktamar XXIII Al Washliyah Resmi Dibuka, Ahmad Muzani Sebut Peran Organisasi Islam Sangat Vital

Nusavoxmedia.id – Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah resmi dibuka di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (7/7/2026) malam. Forum tertinggi organisasi yang berlangsung hingga 10 Juli 2026 itu dibuka oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan diikuti sekitar 1.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta perwakilan luar negeri.

Mengusung tema “Berkhidmat untuk Umat, Menuju Indonesia Maju”, muktamar menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus momentum merumuskan arah kebijakan Al Washliyah untuk lima tahun ke depan, termasuk memilih kepengurusan baru.

Ketua Panitia Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah Ahmad Doli Kurnia mengatakan penyelenggaraan muktamar kali ini mendapat antusiasme tinggi dari para kader. Menurut dia, forum tersebut menjadi pertemuan nasional berskala besar pertama setelah muktamar sebelumnya digelar pada masa pandemi Covid-19.

“Ini merupakan kerinduan yang sudah sekitar 10 tahun untuk kembali berkumpul secara besar-besaran dalam muktamar,” kata Doli saat menyampaikan laporan panitia.

Ia menjelaskan, tema yang diangkat mencerminkan komitmen Al Washliyah untuk terus mengabdi kepada masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Menurut Doli, makna berkhidmat tidak hanya sebatas pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga bentuk pengabdian yang dilandasi keikhlasan kepada Allah SWT, penghormatan terhadap konstitusi, serta dukungan kepada kepemimpinan yang sah.

Doli menambahkan, Al Washliyah yang berdiri sejak 1930 memiliki rekam jejak panjang dalam perjalanan bangsa sehingga terus berkomitmen mendukung pembangunan nasional di berbagai bidang.

Ia juga melaporkan, Muktamar XXIII diikuti oleh 38 pengurus wilayah dari seluruh provinsi, 468 pengurus daerah, empat perwakilan luar negeri, tujuh organisasi bagian, serta digelar bersamaan dengan Muktamar Muslimat Al Jam’iyatul Washliyah.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah KH Masyhuril Khamis menegaskan pembangunan Indonesia harus bertumpu pada penguatan akhlak dan keimanan.

Menurutnya, bangsa saat ini dihadapkan pada berbagai persoalan moral, mulai dari penyebaran paham radikal, penyalahgunaan narkoba, korupsi hingga maraknya praktik perjudian digital yang dinilai mengancam generasi muda.

“Al Washliyah hadir sebagai garda terdepan dalam memperkuat nilai keimanan dan akhlak melalui pendidikan, dakwah, dan pembinaan masyarakat,” ujarnya.

Masyhuril juga menyampaikan dukungan organisasi terhadap implementasi Pasal 33 UUD 1945 mengenai pengelolaan sumber daya alam bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Menurutnya, prinsip tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan keadilan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.

Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan muktamar sebagai sarana mempererat ukhuwah, memperkuat konsolidasi organisasi, serta melahirkan keputusan yang memberikan manfaat bagi umat dan bangsa.

Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengapresiasi kontribusi Al Washliyah yang hampir satu abad berkiprah di bidang pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial.

Menurut Muzani, organisasi-organisasi Islam seperti Al Washliyah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama telah membantu negara mencerdaskan kehidupan bangsa melalui jaringan sekolah, madrasah, perguruan tinggi, hingga berbagai layanan sosial di masyarakat.

“Kalau tidak ada organisasi-organisasi seperti Al Washliyah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama, tentu tugas negara akan jauh lebih berat,” ujar Muzani.

Ia juga berharap Al Washliyah terus memperluas kiprahnya di sektor ekonomi, pertanian, dan ketahanan pangan agar mampu memberikan dampak yang lebih besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Muktamar ini harus menjadi momentum untuk menatap masa depan. Al Washliyah harus terus menjadi sumber pengetahuan, sumber kebaikan, dan sumber kemajuan bagi Indonesia,” katanya.

Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah dijadwalkan berlangsung hingga 10 Juli 2026 dengan agenda utama memilih kepengurusan baru serta menetapkan arah kebijakan organisasi untuk periode lima tahun mendatang.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kunjungi Media Sosial Kami

440PengikutMengikuti
2,430PelangganBerlangganan

Latest Articles