Pengamat Militer: Disiplin Tidak Mutlak Milik TNI, Kritik Pembekalan Calon Manajer Kopdes Merah Putih

Pengamat militer Jaleswari Pramodhawardhani atau Dani mengkritisi pelaksanaan pembekalan bela negara dan manajerial bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digelar di sejumlah satuan pendidikan TNI di berbagai daerah. Menurutnya, pembentukan disiplin tidak harus dilakukan dengan pendekatan militer karena nilai tersebut juga dimiliki oleh kalangan sipil.

Dalam tayangan Gaspol Kompas.com yang dikutip pada Senin (6/7/2026), Dani menilai calon manajer koperasi tidak memerlukan pola pendidikan yang identik dengan kehidupan militer, seperti tinggal di barak maupun mengikuti latihan dasar kemiliteran.

“Saya rasa kawan-kawan yang bertugas sebagai karyawan koperasi tidak membutuhkan disiplin ala militer, atau harus tinggal di barak, atau apa namanya, menguasai soal latihan dasar militer, baris-berbaris,” kata Dani.

Ia menegaskan bahwa disiplin bukanlah karakter yang hanya dimiliki institusi TNI sehingga tidak semua profesi harus dibentuk melalui pendekatan serupa.

“Karena disiplin itu kan enggak mutlak milik TNI aja. Disiplin ala guru, disiplin ala masyarakat sipil itu kan juga ada, gitu. Kenapa semua harus didisiplinkan tubuhnya?” tambah dia.

Dani juga mempertanyakan relevansi materi latihan fisik yang diberikan kepada para peserta. Menurutnya, tugas sebagai pengelola koperasi lebih membutuhkan kompetensi di bidang manajemen dibandingkan kemampuan fisik.

“Kenapa juga harus lari-lari? Padahal yang dibutuhkan untuk menjadi karyawan koperasi desa atau manajer koperasi desa itu kan lebih kepada hal-hal yang sifatnya manajerial,” ujar dia.

Menurut Dani, pembekalan seharusnya diarahkan pada peningkatan kemampuan mengelola keuangan, mengatur operasional usaha koperasi secara efisien, serta membekali peserta dengan keterampilan teknis yang relevan untuk menjalankan roda organisasi.

Ia juga menilai terdapat perbedaan mendasar antara budaya kerja militer dengan prinsip dasar koperasi. Menurutnya, koperasi dibangun atas semangat gotong royong dan partisipasi bersama, sementara TNI menerapkan sistem yang berlandaskan hierarki komando serta kepatuhan.

“Jadi, ada paradoks-paradoks di sini yang yang harusnya dijawab gitu,” tegas dia.

Lebih jauh, Dani berpandangan bahwa pemerintah hingga kini belum memberikan penjelasan yang memadai mengenai alasan pelibatan TNI dalam berbagai urusan sipil. Ia menilai kritik terhadap kebijakan tersebut kerap dijawab dengan narasi besar mengenai pembangunan atau kepentingan nasional sehingga ruang diskusi menjadi terbatas.

“Ketika kata-kata ‘pembangunan’ itu menjadi argumentasi, siapapun pasti susah untuk menolak. Nanti kalau menolak dibilang, ‘Waduh, itu menolak pembangunan. Enggak pro pembangunan.’ Jadi, hal-hal seperti itu yang yang membuat ruang sipil kita untuk berdialog terkait dengan kepentingannya tuh terbatas gitu,” pungkas dia.

Related Articles

37 KOMENTAR

  1. Definitely believe that which you stated. Your favorite reason appeared to be on the web the simplest thing to be aware of. I say to you, I definitely get irked while people consider worries that they plainly do not know about. You managed to hit the nail upon the top and defined out the whole thing without having side effect , people can take a signal. Will probably be back to get more. Thanks

  2. The very crux of your writing while appearing reasonable initially, did not really work properly with me personally after some time. Someplace within the sentences you actually managed to make me a believer unfortunately only for a short while. I nevertheless have got a problem with your leaps in assumptions and one would do well to help fill in those gaps. In the event that you actually can accomplish that, I would definitely be amazed.

  3. Youre so cool! I dont suppose Ive read something like this before. So nice to search out any individual with some authentic thoughts on this subject. realy thank you for starting this up. this website is one thing that is needed on the internet, someone with a little originality. useful job for bringing one thing new to the internet!

  4. Halo semua, saya menemukan website Anda lewat Google ketika mencari topik yang serupa, blog Anda muncul di bagian atas. Saya harus mengatakan bahwa saya kagum betapa bagus pengaturannya. Saya sangat menikmati membaca ini dan saya akan kembali untuk melihat lebih banyak. Terima kasih banyak!

  5. Hai di sana, saya menjumpai blog Anda melalui Google saat menelusuri subjek yang serupa, situs Anda muncul di posisi atas. Saya perlu mengatakan bahwa saya kagum seberapa rapi penyusunannya. Saya sangat menyukai membaca ini dan saya pasti akan kembali untuk membaca konten lainnya. Terima kasih banyak!

  6. I have been browsing on-line greater than three hours lately, but I by no means discovered any attention-grabbing article like yours. It’s beautiful worth sufficient for me. Personally, if all website owners and bloggers made excellent content as you probably did, the internet will likely be much more useful than ever before.

  7. Saya setuju dengan semua ide yang Anda sajikan dalam posting Anda. Mereka benar-benar meyakinkan dan pasti akan berhasil. Namun, postingnya terlalu singkat untuk pendatang baru. Bisakah Anda memperpanjangnya sedikit mulai waktu berikutnya? Terima kasih atas postingnya.

  8. Seseorang pada dasarnya membantu membuat posting yang sangat baik, saya akan katakan. Ini adalah pertama kali saya mengunjungi halaman web Anda dan sejauh ini? Saya terkagum dengan riset yang Anda lakukan untuk membuat publikasi khusus ini menakjubkan. Kerja yang sangat baik!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kunjungi Media Sosial Kami

440PengikutMengikuti
2,430PelangganBerlangganan

Latest Articles