Nusavoxmedia.id – Grup Facebook bernama Fantasi Sedarah dan Suka Duka yang viral yang memuat konten inses dan pornografi anak, pelakunya sudah berhasil tertangkap. Bareskrim Polri, bekerja sama dengan Direktorat Siber Polda Metro Jaya, berhasil menangkap 6 pelaku yang diduga sebagai admin dan anggota aktif grup tersebut. Kasus ini tidak hanya memicu kemarahan publik, tetapi juga menyoroti ancaman serius di ruang digital yang kian mengikis ruang aman, terutama bagi anak-anak.
Operasi Penangkapan Pelaku
Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri, bekerja sama dengan Direktorat Siber Polda Metro Jaya, berhasil menangkap 6 pelaku dari berbagai lokasi di Pulau Jawa dan Sumatera. Baca juga terkait grup Fantasi sedarah dan ancamannya di sini. Penangkapan ini terjadi secara maraton setelah penyelidikan intensif akibat viralnya grup Fantasi Sedarah dan grup suka duka di media sosial seperti X dan Instagram. Grup tersebut yang sempat punya member aktif 32.000 anggota. Grup itu berisi konten senonoh, termasuk unggahan foto, video, dan fantasi serta narasi seksual yang melibatkan anak di bawah umur.
Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko selaku Karo Penmas Divhumas Polri. Ia mengatakan bahwa para pelaku turut andil dalam mengunggah konten pornografi anak di bawah umur. Bahkan mereka adalah admin dan anggota aktif. Polisi menyita barang bukti yang meliputi komputer, telepon genggam, kartu SIM, serta dokumen digital berupa foto dan video. “Pemeriksaan masih berlangsung untuk mendalami motif dan potensi tindak pidana lain. Tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru,” ujar Trunoyudo, Selasa (20/5/2025).
Jenderal Listyo Sigit Prabowo selaku kapolri memerintahkan jajarannya untuk menindak tegas pelaku. “Kami tidak akan mentolerir ancaman terhadap masyarakat, terutama yang melibatkan eksploitasi anak,” tegasnya. Polri juga berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memblokir grup tersebut dan 30 situs serupa.
Tuntutan Penegakan Hukum
Berbagai pihak mendesak tindakan tegas. Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengapresiasi langkah cepat Polri, seraya menegaskan perlunya efek jera. “Jempol untuk Kapolri! Ini harus berhenti sebelum fantasi menjadi kenyataan dan menghancurkan korban,” ujarnya.
Kementerian Agama juga bersuara. Ia menegaskan bahwa hubungan antar-mahram adalah pelanggaran sakral dalam ajaran Islam, baik dalam praktik nyata maupun glorifikasi di dunia digital. “Konten semacam ini dapat mengaburkan batas halal dan haram,” kata Arsad Hidayat, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag.
Perlindungan Anak di Era Digital
melihat dari kasus ini, grup Fantasi Sedarah dan grup Suka Duka menjadi peringatan keras. Ruang digital atau internet dan sosial media bukanlah tempat yang aman dan netral bagi anak. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, penegak hukum, platform media sosial, dan masyarakat menjadi krusial. Orang tua juga perlu meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak di dunia maya. Edukasi dan deteksi dini adalah kunci untuk melindungi generasi muda dari konten berbahaya.
Penutup
Penangkapan 6 pelaku grup Fantasi Sedarah dan Suka Duka adalah langkah awal dalam memberantas para pelaku yang kelainan seksusal serta ancaman digital. Namun, kasus ini mengingatkan kita bahwa tantangan di dunia maya jauh lebih kompleks. Dengan penegakan hukum yang tegas, pengawasan platform yang lebih ketat, dan kesadaran masyarakat, Indonesia dapat membangun ruang digital yang lebih aman bagi semua, terutama anak-anak.


Kacau ini orang
[9843]AZ777 Official Link: Your Trusted Philippines Slot Online Destination. Fast AZ777 Login, Register, & App Download for Ultimate Casino Gaming. Experience the best gaming at AZ777, the top Philippines slot online destination. Access the AZ777 official link for fast login, easy register, and secure AZ777 app download to start winning today! visit: az777