Nusavoxmedia.id – Laga leg pertama playoff babak gugur Liga Champions UEFA antara Benfica dan Real Madrid di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB, berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan tim tamu. Gol tunggal dicetak Vinicius Junior pada menit ke-50, namun pertandingan lebih banyak diwarnai dugaan ujaran rasis terhadap pemain Brasil tersebut.
Real Madrid tampil lebih terkendali dibandingkan pertemuan sebelumnya melawan Benfica. Di babak pertama, kedua tim saling jual beli serangan, tetapi tidak ada gol tercipta. Benfica sempat mengancam melalui sundulan Tomas Araujo dari sepak pojok pada menit ke-16, sementara Madrid membalas lewat tembakan Arda Guler dan peluang Vinucius yang masih melebar. Kiper Benfica, Anatoliy Trubin, tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial terhadap upaya Kylian Mbappe dan Guler, sehingga skor tetap 0-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Madrid langsung memecah kebuntuan. Pada menit ke-50, Mbappe mengirim umpan kepada Vinicius di sisi kiri. Pemain Brasil itu menusuk ke dalam kotak penalti dan melepaskan tendangan melengkung dari sudut sempit yang bersarang di pojok atas gawang, melewati jangkauan Trubin. Gol tersebut memberi keunggulan 1-0 bagi Los Blancos.
Usai merayakan gol di depan pendukung tuan rumah, Vinícius terlibat konfrontasi dengan beberapa pemain Benfica, termasuk Gianluca Prestianni. Vinícius kemudian mendekati wasit Francois Letexier dan melaporkan adanya dugaan ujaran rasis dari Prestianni.
Wasit langsung menghentikan pertandingan selama hampir 10 menit dengan mengaktifkan protokol anti-rasisme UEFA. Selama jeda itu, Vinicius lebih banyak duduk di bangku cadangan Madrid.
Seorang anggota staf kepelatihan Benfica dikartu merah selama kekacauan tersebut. Setelah laga dilanjutkan, suasana tetap tegang. Setiap sentuhan bola oleh Vinícius dan Mbappe disambut sorakan dan cemoohan dari tribun. Pada menit ke-85, pelatih Benfica Jose Mourinho menerima kartu merah karena protes keras kepada wasit.
Madrid berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir, meski sempat menghadapi tekanan Benfica di menit-menit akhir, termasuk lemparan botol dari arah tribun. Hasil ini memberi modal berharga bagi Real Madrid menjelang leg kedua di Santiago Bernabeu pada 26 Februari mendatang, di mana hasil imbang sudah cukup untuk lolos ke babak 16 besar.
Pasca-laga, insiden tersebut menjadi sorotan utama. Vinicius memposting pernyataan di media sosial.
“Rasis adalah pengecut di atas segalanya. Mereka perlu menutup mulut dengan baju untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka. Tapi mereka mendapat perlindungan dari pihak lain yang seharusnya bertugas menghukum. Tidak ada yang baru dalam apa yang terjadi hari ini dalam hidup saya atau keluarga saya,” ujar Vinicius.
Dilansir dari ESPN, Kylian Mbappe menambahkan bahwa Prestianni “tidak pantas bermain lagi di Liga Champions” dan menyebut insiden itu sebagai hal yang tidak bisa diterima di kompetisi sepak bola terbesar dunia.
Mourinho, yang absen di leg kedua karena kartu merah juga ikut mengomentari peristiwa tersebut.
“Vinícius bilang satu hal, Prestianni bilang hal lain. Saya tidak tahu mana yang benar. Setelah gol itu, pertandingan selesai,” ujarnya.
Sementara itu, kemenangan ini membawa Real Madrid berada di posisi unggul jelang leg kedua.

