Prabowo Temui Ormas Islam di Istana, Bahas Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace Gaza

Nusavoxmedia.id – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan pimpinan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026) siang. Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB itu membahas antara lain keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) Gaza.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari komunikasi rutin Presiden dengan tokoh agama. Peserta mencapai 40-50 orang, meliputi perwakilan PBNU, Muhammadiyah, MUI, Persis, Syarikat Islam, serta tokoh pondok pesantren dari berbagai daerah, termasuk Jawa Timur. Diskusi mencakup kondisi dalam negeri dan luar negeri, termasuk capaian serta program strategis pemerintah.

“Hampir semua organisasi muslim yaitu PBNU, Muhammadiyah, MUI, ada Persis, Syarikat Islam, kemudian tokoh-tokoh Ponpes dari Jawa Timur dan lain sebagainya. Nanti jumlahnya sekitar 40 sampai 50. Diskusi tentang ya, kondisi dalam negeri, luar negeri,” kata Teddy di Istana Kepresidenan, dilansir dari kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Sejumlah tokoh ormas membenarkan undangan tersebut. Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis menyatakan dirinya diundang untuk menyampaikan pandangan organisasi, dengan informasi yang sampai kepadanya terkait BoP.

“Ya saya juga diundang siang ini. Yang sampai ke saya (informasinya agenda pertemuan diskusi) tentang BoP,” ucapnya, dikutip dari Antara.

Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul juga mengonfirmasi agenda pertemuan pukul 14.00 WIB, meski ia belum mengetahui detail pokok bahasan. Hal serupa disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti.

“Iya benar ada agenda tersebut jam 14.00 WIB,” kata Gus Ipul.

Indonesia resmi bergabung dengan BoP yang diluncurkan di sela-sela World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada Kamis (22/01/2026). Peluncuran dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan dihadiri para pemimpin negara anggota.

Presiden Prabowo menandatangani piagam BoP, menjadikan Indonesia salah satu dari sekitar 20 negara pendiri, termasuk Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Hungaria, dan Argentina.

Usai penandatanganan, Prabowo menyatakan keyakinannya terhadap peran BoP dalam meringankan penderitaan rakyat Gaza.

“Yang jelas penderitaan rakyat Gaza sudah berkurang, sangat berkurang. Bantuan-bantuan kemanusiaan begitu deras, begitu besar masuk, sudah masuk. Saya sangat berharap dan Indonesia siap ikut serta,” tutur Prabowo di Davos, dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden.

Menurut Prabowo, anggota BoP adalah negara-negara yang peduli membantu rakyat Palestina dan mengupayakan perdamaian di Gaza.

Ia juga menegaskan peluang bersejarah dari inisiatif tersebut.

“Saya kira ini kesempatan bersejarah. Ini kesempatan bersejarah. Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” kata Prabowo.

Pertemuan di Istana diharapkan menjadi wadah bagi ormas Islam menyampaikan pandangan langsung terkait isu tersebut, di tengah perhatian publik terhadap komitmen Indonesia dalam upaya perdamaian Gaza.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kunjungi Media Sosial Kami

440PengikutMengikuti
2,430PelangganBerlangganan

Latest Articles