Nusavoxmedia.id – Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Acara yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri ini dihadiri lebih dari 4.400 peserta, termasuk pimpinan kementerian/lembaga, gubernur, bupati, wali kota, pimpinan DPRD, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari seluruh Indonesia. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut hadir mendampingi Presiden dan menyapa sejumlah kepala daerah.
Rakornas mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”. Forum ini bertujuan mempercepat pelaksanaan program strategis nasional melalui kolaborasi lintas tingkat pemerintahan, termasuk Koperasi Desa Merah Putih, swasembada pangan, pengembangan kampung nelayan, dan program Makan Bergizi Gratis.
Acara diawali laporan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai penyelenggara, dilanjutkan pemutaran video kebijakan pemerintah. Presiden Prabowo kemudian menyampaikan pengarahan, di mana ia mengapresiasi semangat peserta yang hadir langsung dari berbagai daerah.
“Hati saya bergetar, melihat, mendengar, dan merasakan semangat saudara-saudara sekalian. Kalau semangat saudara sungguh-sungguh berasal dari kalbu saudara-saudara sekalian yang paling dalam, masa depan bangsa kita saya yakin aman. Dan saya yakin kita akan berhasil,” ujarnya, disambut tepuk tangan, dilansir dari kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Baca Juga: Pejabat BEI dan OJK Kompak Mundur di Tengah Gejolak IHSG dan Tekanan MSCI
Prabowo menegaskan bahwa aparatur pemerintahan hakikatnya adalah pemimpin rakyat yang bertugas melayani masyarakat. “Kita berada di sini adalah karena rakyat kita. Kita berada di sini untuk melayani rakyat kita. Kita harus mengerti bahwa nasib bangsa ada di pundak kita semua. Saudara-saudara sekalian, sebagai pemerintahan, sebagai pimpinan rakyat,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa rakyat Indonesia mendambakan kehidupan damai dan harmonis, dengan harapan utama pada pemimpin yang adil serta jujur. “Mereka berharap bahkan mereka mendambakan selalu pemimpin yang baik, pemimpin yang adil, pemimpin yang jujur, pemimpin yang bekerja untuk kepentingan rakyat, semuanya bukan segelintir orang,” ucap Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti pengelolaan badan usaha milik negara (BUMN). Ia menyatakan telah menghimpun seluruh aset BUMN di bawah satu manajemen melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai sovereign wealth fund, dengan nilai aset under management mencapai US$ 1 triliun atau tepatnya US$ 1.040 miliar.
Langkah ini dilakukan untuk memperbaiki tata kelola yang sebelumnya terpecah dalam 1.040 perusahaan. Prabowo memperingatkan pimpinan BUMN periode lalu agar bertanggung jawab atas pengelolaan perusahaan negara.
“Saya katakan, pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab. Jangan enak-enakan kau, siap-siap kau dipanggil kejaksaan,” pungkasnya.

