Nusavoxmedia.id – Rekaman video yang beredar luas di media sosial Selasa (2/9/2025) dini hari, menunjukkan suasana mencekam di kawasan Tamansari, Bandung. Kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas) disebut terkena imbas tembakan gas air mata aparat kepolisian. Dalam rekaman terlihat mahasiswa berlarian sambil berteriak, memperingatkan petugas bahwa gas tersebut masuk ke lingkungan kampus.
Sejumlah mahasiswa yang berada di area kampus tampak panik. Ada yang berteriak mengingatkan, “Ini kampus, jangan tembak sembarangan!” teriak seorang mahasiswa, menirukan suasana yang terekam dalam video. Aparat disebut sebelumnya melakukan penyisiran usai aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat yang berlangsung sejak pekan lalu.
Keterangan saksi mata menyebutkan, gas air mata dilepaskan dari arah Jalan Tamansari, tepat di depan gerbang Unisba. Kepulan asap membuat mahasiswa, relawan medis, hingga satpam kampus terkena dampak langsung. Beberapa korban mengalami sesak napas dan mata perih. Bahkan salah satu satpam, Mulyadi, mengaku dadanya terkena selongsong gas air mata yang ditembakkan aparat, dilansir dari akun Instagram @suaramahasiswa.info.
Baca Juga: Kerusuhan Demo di Jakarta Rugikan Rp 55 Miliar, Pemprov DKI Tanggung Biaya Korban
Menurut laporan lembaga pers mahasiswa Unisba, kejadian bermula sekitar pukul 23.40 WIB. Saat itu mahasiswa yang usai mengikuti aksi di DPRD Jabar beristirahat di lingkungan kampus. Namun patroli gabungan TNI-Polri disebut datang mendekat, dan tanpa peringatan jelas langsung menembakkan gas air mata ke arah kerumunan.
Video amatir dan rekaman CCTV memperlihatkan aparat berpakaian anti huru-hara masuk hingga dekat gedung kampus. Beberapa relawan medis yang sedang membantu korban justru ikut terpapar. Jeritan dan seruan meminta pertolongan memenuhi lini masa media sosial, dengan tagar All Eyes on Bandung dan All Eyes on Unisba-Unpas menjadi trending.
Namun, pihak kepolisian membantah tudingan bahwa aparat sengaja menyerang ke dalam kampus. Dilansir dari CNN Indonesia, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan gas air mata ditembakkan ke jalan raya karena adanya kelompok anarko yang memprovokasi dengan pelemparan molotov ke arah petugas. “Asapnya terbawa angin hingga masuk ke area parkiran Unisba. Tidak benar kalau polisi menyerbu masuk kampus,” jelas Hendra. Ia menegaskan tindakan itu dilakukan semata-mata untuk mempertahankan diri.
Meski begitu, publik tetap mengecam keras insiden ini. Bagi banyak kalangan, kampus seharusnya menjadi zona aman, bukan medan konflik. Bandung pun kini menjadi sorotan nasional, simbol perlawanan sekaligus peringatan bahwa ruang akademik tidak lagi sepenuhnya steril dari konflik sosial.


[9362]Phtaya11: The Best Online Casino and Slot Games in the Philippines visit: phtaya11