Delegasi Timor Leste Tinjau Dapur MBG, Nilai Indonesia Punya Standar Tinggi

Nusavoxmedia.id – Delegasi Timor Leste yang terdiri atas pejabat perencana anggaran, camat, dan sejumlah kepala desa melakukan kunjungan lapangan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati Asih, Bekasi, pada Rabu (19/11/2025). Mereka ingin mempelajari operasional dan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan Dadan Hindayana.

Rombongan tiba di SPPG Jati Asih dan disambut Sekretaris Utama BGN, Sarwono. Dalam sambutannya, Sarwono menyatakan BGN terbuka untuk kerja sama dan pertukaran pengetahuan dengan negara sahabat.

“Kami menyambut baik kehadiran delegasi Timor Leste. Kunjungan ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk saling berbagi, khususnya terkait praktik penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis,” ucap Sarwono, dikutip dari keterangan resmi.

Baca Juga: BGN Tegaskan MBG Tak Beri Uang Tunai ke Orang Tua, Dana Langsung untuk Makan Anak

Constantino Soares, Kepala Kabinet Timor Leste, menilai mekanisme pembiayaan MBG efektif karena dana disalurkan langsung dari Kementerian Keuangan.

“Ini menarik sekali, di mana dana disalurkan langsung dari Kementerian Keuangan kepada SPPG dan mitra melalui virtual account. Mekanisme ini saya pikir efektif meminimalkan potensi kebocoran serta memastikan dana operasional diterima tepat waktu,” ujarnya.

Delegasi juga mengunjungi Gracia School IT Centre Bekasi untuk mendengarkan pengalaman guru dan murid sebagai penerima manfaat MBG serta meninjau alur pendistribusian makanan dari dapur hingga siswa.

Salah satu delegasi, Anacleto da Costa, Kepala Desa Maubaralisa, menilai dapur tersebut bersih, memiliki alur kerja yang efisien, serta menyajikan variasi menu harian yang memenuhi kebutuhan gizi anak-anak.

“Menu dirancang sedemikian rupa untuk memastikan kecukupan gizi anak-anak,” ujarnya.

Dalam pemaparan, BGN menyebut setiap SPPG mempekerjakan sekitar 50 orang, sebagian besar perempuan yang menanggung rata-rata tiga anggota keluarga, serta meningkatkan permintaan bahan pangan dari petani dan peternak.

“Hal ini menciptakan multiple effect terhadap daya beli pekerja SPPG,” disebutkan dalam pemaparan BGN.

Timor Leste sendiri memiliki program serupa bernama Merenda Escolar untuk anak TK dan SD dengan anggaran terbatas per porsi. Constantino Soares mengatakan pihaknya ingin mengadopsi standar yang diterapkan BGN.

“Kami belajar dari sini untuk bisa (mengadopsi standar) dan membuat program tersebut lebih baik,” ucapnya.

Saat ini pilot project dengan skema serupa sedang berjalan di beberapa wilayah Timor Leste.

Sebagai penutup, Direktur Nacional do Planeamento e das Finanças Municipais Timor Leste, Egidio De Jesus Alves, menyampaikan terima kasih.

“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami. Kami bersyukur dapat berkunjung ke tempat ini untuk menerima ilmu,” pungkas Egidio.

Related Articles

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kunjungi Media Sosial Kami

440PengikutMengikuti
2,430PelangganBerlangganan

Latest Articles