Dari Hilirisasi UMKM hingga Nikel Hijau, Strategi Indonesia Mengejar Target Investasi 2025

Nusavoxmedia.id – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, menegaskan bahwa target realisasi investasi tahun 2025 sebesar Rp1.905,6 triliun sangat mungkin tercapai. Optimisme itu, kata dia, bukan sekadar harapan, melainkan didasarkan pada tren capaian semester pertama tahun ini yang sudah menembus Rp942,9 triliun atau 49,5 persen dari target tahunan.

Jika pertanyaannya, realisasi investasi tahun 2025 bisakah mencapai target? Dengan confidence, kita nyatakan bisa,” ujar Todotua dalam forum diskusi publik Berani Bicara #4, di Jakarta, Rabu (27/8).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa realisasi investasi bukan sekadar angka prediksi, melainkan data konkret yang dilaporkan seluruh pelaku usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS). Definisinya sederhana yaitu jika sebuah warung menambah kursi, itu sudah tercatat sebagai realisasi investasi. Jadi angka ini nyata dan datang dari lapangan.

Premanisme dan Regulasi: Beban Biaya Tersembunyi

Di balik capaian positif tersebut, Todotua tak menutup mata terhadap hambatan mendasar yang masih menghantui iklim usaha di Indonesia. Salah satu yang ia soroti tajam adalah premanisme.

Saya dapat data bahwa premanisme itu menciptakan variabel biaya 5–30 persen dari biaya produksi. Premanisme ini bukan cuma ormas, tetapi juga premanisme birokrasi dan aparat,” tegasnya.

Biaya siluman ini, menurutnya, membuat harga produksi di Indonesia lebih tinggi dibanding negara pesaing. Akibatnya, daya saing nasional tergerus. “Kalau ada biaya-biaya seperti ini, dampaknya kita juga yang sama-sama susah,” ujarnya.

Baca Juga: Kejar Target Investasi, Pemerintah Optimalkan Sektor Informal

Selain premanisme, persoalan klasik lain seperti regulasi yang berbelit, stabilitas politik, dan daya saing industri menjadi tiga faktor utama yang menentukan keberhasilan investasi. “Kalau perizinan berbelit, iklim usaha tidak kondusif, dan biaya produksi tinggi, investor akan enggan masuk. Itu PR kita bersama,” kata Todotua.

Data Realisasi: PMDN Jadi Penopang, PMA Masih Lesu

Kementerian Investasi mencatat realisasi investasi triwulan II-2025 mencapai Rp477,7 triliun, tumbuh 11,5 persen dibanding periode sama 2024 sebesar Rp428,4 triliun. Dari jumlah itu, PMA menyumbang Rp202,2 triliun, sementara PMDN lebih besar yakni Rp275,5 triliun.

Meski tumbuh secara agregat, data BKPM menunjukkan arus masuk FDI (foreign direct investment) turun 6,95 persen secara tahunan (YoY) pada kuartal II, penurunan terdalam sejak 2020, dilansir dari Reuters (29/7/2025). Kondisi ini terjadi di tengah gejolak global, mulai dari tarif dagang Amerika Serikat, perlambatan ekonomi Tiongkok, hingga persaingan ketat antarnegara ASEAN dalam menarik investor.

Namun, kontribusi PMDN yang semakin dominan dianggap sebagai bantalan ekonomi domestik. Todotua menegaskan ekonomi kita cukup resilient. Hampir setengah capaian investasi ditopang PMDN.

Tenaga Kerja dan Hilirisasi

Dampak nyata dari realisasi investasi adalah serapan tenaga kerja. Pada semester pertama 2025 saja, investasi telah menciptakan 1,25 juta lapangan kerja, dan hingga akhir tahun diharapkan mencapai 3,5–3,6 juta tenaga kerja baru.

Sejalan dengan itu, suara dari legislatif juga menyoroti pentingnya hilirisasi yang merata hingga sektor UMKM. Wakil Ketua Komisi XII DPR, Bambang Haryadi, yang turut hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut, menekankan bahwa hilirisasi juga perlu masuk ke sektor UMKM, bukan hanya mineral dan batubara. “Bahkan produk sederhana seperti keripik pisang bisa masuk skema hilirisasi,” ujarnya. Pernyataan Bambang ini menunjukkan bahwa hilirisasi tak hanya dipandang sebagai proyek besar berbasis mineral, tetapi juga bisa menjadi strategi pemberdayaan UMKM.

Baca Juga: Pemerintah Yakin Target Realisasi Investasi Tahun 2025 Akan Tercapai

Di sisi lain, proyek besar seperti kerja sama antara Danantara dan perusahaan Tiongkok GEM untuk membangun pusat pengolahan nikel hijau senilai US$ 8,3 miliar di Sulawesi menjadi sinyal kuat bahwa hilirisasi berbasis sumber daya alam strategis masih menjadi magnet utama investasi, dilansir dari Reuters (26/8/2025).

Danantara, sebagai sovereign wealth fund Indonesia, berperan mempercepat pembiayaan proyek strategis, sementara GEM dikenal sebagai pemain global di industri material baterai. Investasi ini tidak hanya memperkuat industri hilir nikel nasional, tetapi juga menempatkan Indonesia dalam rantai pasok kendaraan listrik dunia. Selain mendorong nilai tambah ekspor mineral, proyek tersebut diperkirakan membuka ribuan lapangan kerja baru di kawasan Sulawesi serta mendukung transisi energi sekaligus komitmen net zero emissions Indonesia pada 2060, sebagaimana tercantum dalam Long-Term Strategy (LTS) yang disampaikan pemerintah ke UNFCCC.

Persaingan dengan Negara Tetangga

Optimisme Todotua Pasaribu beralasan, tetapi persaingan di kawasan sangat ketat. Vietnam, misalnya, mencatat pertumbuhan ekonomi 7,09 persen pada 2024, dilansir dari laporan Reuters (6/1/2025). Pertumbuhan ini ditopang oleh aliran investasi asing langsung (FDI) dengan nilai penyaluran sebesar US$25,35 miliar, berdasarkan data resmi Kementerian Perencanaan dan Investasi Vietnam (MPI).

Sementara itu, Indonesia berhasil merealisasikan FDI sebesar US$55,33 miliar sepanjang 2024, dilansir dari Reuters (31/1/2025). Angka ini menunjukkan bahwa meski Vietnam mencatat pertumbuhan ekonomi tinggi dan menarik investor manufaktur, Indonesia tetap lebih unggul secara mutlak dalam akumulasi realisasi investasi asing langsung.

Faktor yang membedakan adalah efisiensi birokrasi, konsistensi kebijakan, dan minimnya biaya siluman. Selama premanisme dan regulasi berbelit masih membebani, investor akan menilai Indonesia kurang kompetitif dibanding Vietnam atau Malaysia.

Namun, Indonesia tetap memiliki modal besar yaitu pasar domestik 280 juta penduduk, SDA melimpah, serta posisi geopolitik strategis. Dengan perbaikan iklim usaha, hilirisasi berkelanjutan, dan penguatan PMDN, target Rp1.905,6 triliun di 2025 masih sangat mungkin tercapai.

“Presiden betul-betul memikirkan bagaimana kita bisa masuk ke sana. Stabilitas ekonomi, stabilitas politik kita sangat baik. Kita punya semua tinggal bagaimana mengelolanya,” pungkas Todotua.

Related Articles

1 KOMENTAR

  1. [5800]SuperJili Online Casino Philippines: Easy Login, Register & App Download for Top Slot Games Join SuperJili Online Casino Philippines for the ultimate gaming experience! Enjoy a seamless SuperJili login and register process. Get the SuperJili app download now to play top SuperJili slot games and win big today! visit: superjili

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kunjungi Media Sosial Kami

440PengikutMengikuti
2,430PelangganBerlangganan

Latest Articles