Nusavoxmedia.id – Argentina memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Swiss dengan skor 3-1 pada laga perempat final di Stadion Kansas City, Minggu (12/7/2026).
Gol penutup yang dicetak Lautaro Martinez pada menit 120+2 menjadi sorotan, bukan hanya karena memastikan kemenangan Albiceleste, tetapi juga karena selebrasinya yang memicu perdebatan.
Lautaro mencetak gol usai memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Thiago Almada. Penyerang Inter Milan itu kemudian berlari menuju tribun pendukung Argentina, melompati papan iklan, dan merayakan gol bersama para suporter.
Selebrasi tersebut memunculkan pertanyaan dari banyak pihak karena Lautaro sebelumnya telah mengantongi kartu kuning. Aksinya dinilai berpotensi membuatnya menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah, namun wasit Joao Pinheiro memilih tidak memberikan hukuman tambahan.
Keputusan tersebut mengacu pada ketentuan Laws of the Game yang diterbitkan International Football Association Board (IFAB). Dalam Hukum 12 mengenai selebrasi gol disebutkan bahwa, “Pemain boleh merayakan gol, tetapi selebrasi tersebut tidak boleh berlebihan; selebrasi yang terencana tidak dianjurkan dan tidak boleh membuang-buang waktu secara berlebihan.”
Penjelasan aturan itu juga menyebutkan, “Meninggalkan lapangan untuk merayakan gol bukanlah pelanggaran yang dapat dikenai peringatan, tetapi pemain harus kembali sesegera mungkin.”
IFAB menjelaskan, seorang pemain baru wajib menerima kartu kuning apabila “memanjat pagar pembatas dan/atau mendekati penonton dengan cara yang menimbulkan masalah keselamatan dan/atau keamanan.” Peringatan juga diberikan jika pemain melakukan tindakan “provokatif, mengejek, atau menghasut”, “menutupi kepala atau wajah dengan masker atau barang serupa lainnya” atau “melepas baju atau menutupi kepala dengan baju.”
Dalam insiden tersebut, wasit menilai selebrasi Lautaro tidak memenuhi unsur-unsur pelanggaran sebagaimana diatur dalam peraturan IFAB. Aksi pemain berusia 28 tahun itu juga dianggap tidak membahayakan keselamatan dirinya maupun para pendukung sehingga tidak memerlukan sanksi tambahan.
Selain selebrasi Lautaro, laga Argentina kontra Swiss juga diwarnai kontroversi lain terkait keputusan kartu merah yang diterima penyerang Swiss, Breel Embolo.
Insiden bermula ketika VAR melakukan peninjauan menggunakan protokol “kesalahan identitas” terhadap pelanggaran yang terjadi dalam duel antara Leandro Paredes dan Embolo.
Dalam tayangan ulang diketahui wasit sempat keliru memberikan kartu kuning kepada Paredes, padahal gelandang Argentina itu tidak melakukan kontak fisik terhadap Embolo.
Setelah dilakukan peninjauan, kartu kuning tersebut dibatalkan dan dialihkan kepada Embolo. Akumulasi kartu membuat penyerang Swiss itu harus meninggalkan lapangan lebih awal.
Penggunaan protokol “kesalahan identitas” menjadi perhatian karena merupakan kali kedua diterapkan sepanjang Piala Dunia 2026. Aturan tersebut memberikan kewenangan kepada video assistant referee (VAR) untuk mengoreksi keputusan wasit apabila kartu kuning atau kartu merah diberikan kepada pemain yang keliru.

