Gibran Tinjau Sekolah Rusak akibat Gempa M 7,7 di NTT

Nusavoxmedia.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau SMA Negeri 2 Sambi Rampas di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengalami kerusakan akibat gempa magnitudo 7,7.

Dalam kunjungannya pada Jumat (21/8/2026), Gibran melihat langsung kondisi sejumlah bangunan sekolah yang terdampak gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026).

Kerusakan dilaporkan terjadi pada gedung A dan gedung C yang terdiri atas beberapa ruangan. Sementara gedung B yang memiliki dua ruang kelas mengalami kerusakan berat hingga bangunannya roboh.

Selain ruang kelas, fasilitas perpustakaan juga terdampak. Plafon bangunan dilaporkan roboh, sementara lantai mengalami keretakan.

Sejumlah ruang kantor turut mengalami kerusakan. Ruang guru, ruang tata usaha, ruang sarana dan prasarana, serta ruang kepala sekolah dilaporkan mengalami kerusakan dengan kondisi sebagian dinding bangunan terlihat miring.

Akibat kerusakan tersebut, kegiatan belajar mengajar di SMAN 2 Sambi Rampas dihentikan sementara hingga 28 Agustus 2026.

Menanggapi kondisi itu, Gibran menekankan perlunya percepatan perbaikan fasilitas pendidikan di wilayah terdampak. Menurut dia, penanganan harus diawali dengan identifikasi serta klasifikasi tingkat kerusakan agar perbaikan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

Ia juga meminta agar penanganan bangunan sekolah memperhatikan tingkat urgensi dan keselamatan seluruh warga sekolah.

“Sekolah dengan kondisi bangunan yang tidak memungkinkan digunakan perlu mendapatkan prioritas, termasuk melalui penyediaan ruang belajar sementara atau sekolah darurat,” ujarnya. Di kutip dari Kompas.com

Selain meninjau SMAN 2 Sambi Rampas, Gibran turut mengunjungi sejumlah lokasi terdampak gempa dan posko pengungsian di Manggarai Timur.

Beberapa lokasi yang didatangi di antaranya posko pengungsi Waso di Kecamatan Lamba Leda Utara. Gibran juga meninjau posko pengungsi di wilayah Kecamatan Sambi Rampas, yakni Pota, Paci Panda, Temba Lajar, serta Kampung Telage.

Gibran menyampaikan, penanganan pascabencana akan terus dilakukan secara terkoordinasi agar masyarakat terdampak dapat kembali menjalankan aktivitas seperti semula. Ia juga menekankan pentingnya memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak untuk belajar dalam kondisi yang aman dan layak.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kunjungi Media Sosial Kami

440PengikutMengikuti
2,430PelangganBerlangganan

Latest Articles