Nusavoxmedia.id – Presiden RI Prabowo Subianto menerima laporan dari Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon, terkait nama-nama tokoh yang diusulkan mendapat gelar Pahlawan Nasional 2025. Dalam laporan tersebut, terdapat 49 tokoh, termasuk Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta aktivis buruh Marsinah.
Fadli menjelaskan bahwa seluruh nama yang diajukan telah melalui proses panjang, mulai dari Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) hingga Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) di Kementerian Sosial.
“Jadi prosesnya ini dari bawah, dari beberapa layer itu sudah memenuhi syarat. Enggak ada masalah dan itu datangnya dari masyarakat juga,” ujar Fadli usai menemui Presiden di Istana, Rabu (5/11/2025), dikutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Baca Juga: MKD DPR Jatuhkan Sanksi ke Sahroni dan Eko Patrio, Uya Kuya dan Adies Kadir Dipulihkan
Salah satu nama yang menuai perhatian adalah Soeharto. Menurut Fadli, mantan Presiden tersebut memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah bangsa, terutama dalam Serangan Umum 1 Maret 1949, Operasi Trikora, serta berbagai kebijakan pembangunan nasional.
Namun, di tengah dukungan, muncul pula penolakan dari sejumlah pihak. Lebih dari 500 akademisi, aktivis, dan tokoh masyarakat menilai rekam jejak pelanggaran HAM serta praktik korupsi di masa Orde Baru tidak bisa diabaikan.
Salah satunya datang dari Romo Franz Magnis Suseno, yang berpendapat bahwa gelar setinggi pahlawan nasional semestinya diberikan kepada tokoh tanpa catatan pelanggaran serius terhadap kemanusiaan.
“Seorang pahlawan nasional butuh dari sekedar itu (berjasa kepada negara). Dan jelas bahwa ia tidak melakukan hal-hal yang jelas melanggar etika dan mungkin juga jahat. (Sebab) Tidak bisa disangkal bahwa Soeharto yang paling bertanggung jawab satu dari lima genosida terbesar di abad 20,” ujar Magnis dalam konferensi pers di Kantor LBH, Jakarta, Selasa (4/11/2025), dikutip dari Kompas.
Selain Soeharto, Fadli juga menyebut nama Marsinah, aktivis buruh yang tewas secara tragis pada 1993, sebagai salah satu tokoh yang layak menerima gelar serupa. Ia menilai perjuangan Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak pekerja memberi dampak besar bagi gerakan buruh di Indonesia.
Juru Bicara Istana sekaligus Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah mempelajari sejumlah nama yang diusulkan Kementerian Sosial untuk mendapat gelar pahlawan nasional. Ia menjelaskan, daftar nama tersebut merupakan hasil rekomendasi resmi dari Dewan Gelar dan Tanda Jasa yang telah diterima oleh pihak Istana.


[6335]Good88 Philippines: Best Online Casino & Slot Games. Quick Good88 Register, Login, and Official App Download. Join Good88 Philippines, the top online casino for premium good88 slot games. Quick good88 login, fast good88 register, and secure good88 download for mobile play. visit: good88