Trump vs Elon Musk: Partai Amerika Muncul sebagai Tantangan Politik Baru

Nusavoxmedia.id – Hubungan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Elon Musk yang dulunya erat, kini berada di titik terendah seiring perseteruan publik yang memuncak. Konflik ini mencapai puncaknya ketika Musk mengumumkan pembentukan Partai Amerika pada Sabtu (5/7/2025), sebagai respons terhadap pengesahan RUU One Big Beautiful Bill Act yang didukung Trump. Langkah ini bukan hanya tantangan politik, tetapi juga sinyal perubahan lanskap politik AS menjelang pemilu sela 2026. Perseteruan ini memicu gelombang diskusi di media sosial dan kekhawatiran akan dampaknya terhadap politik AS.

Akar Konflik Trump dan Elon Musk

Perselisihan bermula ketika Elon Musk menentang keras RUU One Big Beautiful Bill Act. Sebelumnya Elon adalah penyumbang utama kampanye Trump pada Pilpres 2024 dengan sumbangan diperkirakan antara USD 200-290 juta. RUU setebal 1.000 halaman ini telah disahkan DPR pada 22 Mei 2025 dan Senat pada 1 Juli 2025. RUU ini mencakup pemotongan pajak besar-besaran, penghapusan insentif kendaraan listrik (EV), dan peningkatan pengeluaran pemerintah. Menurut Congressional Budget Office (CBO), RUU ini berpotensi menambah defisit anggaran AS antara USD 2,3 hingga 5 triliun dalam satu dekade.

Sebagai mantan kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), Elon menganggap RUU ini bertentangan dengan misinya untuk memangkas pemborosan anggaran. Ketidaksetujuannya memuncak pada akhir Mei 2025, ketika ia mengundurkan diri dari jabatannya. Sejak itu, Musk aktif mengkritik Trump di platform X, menyebut RUU tersebut “mendorong kebangkrutan AS” dan menyerang anggota Partai Republik yang mendukungnya.

Trump membalas dengan nada tajam. Ia mengancam akan mencabut kontrak pemerintah dengan perusahaan Musk seperti Tesla dan SpaceX, bahkan mengisyaratkan kemungkinan mendeportasi Musk ke Afrika Selatan. “DOGE adalah monster yang mungkin harus kembali dan memakan Elon,” kata Trump pada 1 Juli 2025.

Elon Musk Mendirikan Partai Amerika

Pada Jumat 4 Juli 2025 kemarin yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan AS. Musk menggelar jajak pendapat di X dengan menanyakan, “Apakah sudah waktunya membentuk partai politik baru yang mewakili 80% rakyat di tengah?” Dari 1,2 juta responden, 65,4% mendukung ide tersebut.

Keesokan harinya, Musk mendeklarasikan Partai Amerika, dengan visi mengakhiri dominasi sistem dua partai yang ia sebut “sistem satu partai terselubung”. “Jika menyangkut kebangkrutan negara dengan pemborosan dan korupsi, kita hidup dalam sistem satu partai, bukan demokrasi,” tulis Musk di X.

Meski belum terdaftar secara resmi di Komisi Pemilihan Umum Federal (FEC), Partai Amerika menargetkan 2-3 kursi Senat dan 8-10 kursi DPR pada pemilu sela 2026, dengan fokus mendukung kandidat yang menentang pengeluaran boros.

Musk juga berjanji mendanai calon legislatif untuk menggantikan anggota Kongres yang mendukung RUU tersebut. “Mereka yang memilih RUU ini harus menundukkan kepala karena malu,” tegas Musk, menargetkan kekalahan mereka di pemilihan.

Trump Balas dengan Ancaman dan Kritik

Trump, yang awalnya menyebut hubungannya dengan Musk sebagai “Great” pada Februari 2025, kini menyebut Musk “Crazy” dan menolak kritiknya. Dalam wawancara pada 7 Juli 2025, ia menegaskan bahwa sistem dua partai di AS tidak akan tergoyahkan. Trump juga mengancam akan meninjau kontrak pemerintah dengan perusahaan Musk. Hal ini termasuk peluncuran Starlink dan layanan SpaceX, serta menyinggung penghapusan insentif EV, yang dianggapnya sebagai pemicu kemarahan Musk.

Ketegangan ini memuncak pada 5 Juni 2025, ketika Musk mendukung usulan pemakzulan Trump di X, menanggapi unggahan komentator konservatif Ian Miles Cheong yang menyarankan JD Vance menggantikan Trump. “Yes,” balas Musk singkat, memicu spekulasi tentang ambisi politiknya. Trump membalas dengan menyebut Musk “tidak tahu terima kasih,” merujuk pada peran Musk dalam kemenangan Pilpres 2024.

Dampak Ekonomi dan Politik

Perseteruan ini memengaruhi pasar. Saham Tesla anjlok dari USD 342 ke USD 295 dalam 3 hari pada awal Juni 2025 setelah pertengkaran publik keduanya. Hal ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap ancaman Trump terhadap bisnis Musk. Azoria Partners menunda IPO produk turunan Tesla karena ketidakjelasan manajemen. Sementara itu, Partai Republik khawatir konflik ini dapat melemahkan mayoritas mereka di Kongres pada pemilu sela 2026 mendatang, terutama dengan Musk menggalang dukungan untuk kandidat anti-RUU.

Partai Ketiga di AS?

Sejarah menunjukkan bahwa partai ketiga di AS seperti upaya Ross Perot pada 1992, jarang berhasil. Seringnya hal ini gagal untuk memenangkan negara bagian meski mendapat dukungan signifikan. Pakar hukum pemilu menyebutkan Partai Amerika menghadapi tantangan besar, seperti kebutuhan 75.000 anggota atau 1,1 juta tanda tangan di California untuk masuk surat suara. Namun, dengan kekayaan Musk dan pengaruhnya di X, yang memiliki 220 juta pengikut, partai ini berpotensi mengguncang politik AS, terutama jika menarik pemilih yang kecewa dengan sistem dua partai.

Masa Depan Hubungan Trump-Musk

Meski sempat mereda pada awal Juni 2025 kemarin setelah Musk menyesali kritiknya yang berlebihan, ketegangan muncul Kembali pasca-pengumuman Partai Amerika. “Perseteruan ini dapat melemahkan posisi Partai Republik dalam pemilu mendatang,” kata Don Bacon selaku anggota DPR dari Partai Republik yang menyerukan perdamaian. Trump belum memberikan respons resmi terhadap deklarasi Partai Amerika, tetapi ancamannya terhadap bisnis Musk menunjukkan bahwa konflik ini jauh dari selesai.

Related Articles

1 KOMENTAR

  1. [7316]Jili88 Online Casino Philippines: Easy Jili88 Login, Register, & Play Jili88 Slot – Official App Download Experience the ultimate Jili88 Online Casino Philippines! Enjoy a seamless Jili88 login and quick Jili88 register process to play top-rated Jili88 slot games. Secure your Jili88 app download today for the official mobile gaming experience. Join the leading Jili88 online casino in the Philippines for big wins, secure payouts, and exclusive bonuses! visit: jili88

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kunjungi Media Sosial Kami

440PengikutMengikuti
2,430PelangganBerlangganan

Latest Articles