Serangan Amerika ke Nuklir Iran: Trump Klaim Sukses, Dunia Was-Was Menanti Respons Iran

Nusavoxmedia.id –Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan serangan militer terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran yaitu Fordow, Natanz, dan Isfahan pada Sabtu malam, 21 Juni 2025. Dalam pidato di Gedung Putih, Trump menyebut operasi yang dinamai “Operation Midnight Hammer” ini sebagai “sukses militer spektakuler” yang “memusnahkan sepenuhnya” kemampuan pengayaan uranium Iran. Namun, di tengah euforia kemenangan, kekhawatiran dunia meningkat menyusul ancaman balasan dari Tehran dan potensi eskalasi konflik di Timur Tengah.

Serangan Bom Penghancur Bunker

Serangan dimulai pada pukul 02:10 waktu Iran, Minggu dini hari, melibatkan enam hingga tujuh pesawat B-2 Spirit yang menjatuhkan 14 bom Massive Ordnance Penetrator (MOP) seberat 30.000 pon, dikenal sebagai “bunker buster”, ke fasilitas Fordow dan Natanz. Sementara itu, kapal selam AS meluncurkan lebih dari 30 rudal Tomahawk ke Isfahan, pusat penelitian dan produksi nuklir Iran. “Semua pesawat kembali dengan selamat,” kata Trump dalam unggahannya di Truth Social, menegaskan keberhasilan operasi tanpa korban di pihak AS.

Fasilitas Fordow, yang terkubur dalam gunung di dekat Qom menjadi target utama karena sulit dihancurkan oleh serangan Israel sebelumnya. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pernah melaporkan Fordow mengaya uranium hingga 83,7%, mendekati 90% yang dibutuhkan untuk senjata nuklir. Natanz sebagai situs pengayaan uranium terbesar Iran, dan Isfahan, yang memiliki fasilitas konversi uranium, juga mengalami kerusakan signifikan, meskipun Tehran mengklaim kerusakan “dapat dipulihkan”.

Latar Belakang dan Dukungan Israel

Serangan ini menandai keterlibatan langsung AS dalam konflik Israel-Iran, setelah Israel gagal menghancurkan Fordow dalam serangan pada 13 Juni 2025 kemarin. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji langkah Trump sebagai “keputusan berani yang akan mengubah sejarah”. Dalam pernyataan video, Netanyahu menyebut serangan AS sebagai pemenuhan janji untuk menghentikan program nuklir Iran. “Kami berterima kasih kepada Presiden Trump atas kekuatan luar biasa AS,” ujarnya.

Konflik meningkat sejak Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA) pada 2018, memicu Iran untuk mempercepat pengayaan uranium. Ketegangan memuncak setelah serangan Israel terhadap fasilitas militer dan nuklir Iran sejak awal Juni 2025, yang memicu serangan balasan rudal Iran ke Tel Aviv. AS, yang memiliki sekitar 40.000 pasukan di kawasan, memilih intervensi untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Ancaman Balasan dan Ketegangan Global

Iran mengecam serangan ini sebagai “agresi teroris” yang “menghancurkan diplomasi”. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Tehran “berhak membalas” untuk mempertahankan kedaulatan. Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran yaitu Hossein Shariatmadari, bahkan menyerukan serangan rudal ke kapal perang AS dan penutupan Selat Hormuz, jalur kunci pengiriman minyak global.

Houthi Yaman, sekutu Iran, mengancam menargetkan kapal perang AS di Laut Merah, sementara Hizbullah Lebanon menyebut serangan AS sebagai “agresi barbar”. Di Tehran, ribuan demonstran memprotes serangan tersebut, mengibarkan poster Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Harga minyak melonjak 3,6% menjadi US$76,47 per barel di Wall Street, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas karena perang yang terjadi. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebut serangan ini sebagai “titik balik berbahaya” yang dapat memicu konflik regional lebih luas.

Kontroversi di Dalam Negeri AS

Meski Trump mengklaim serangan ini “menjadikan dunia lebih aman”, keputusannya menuai kritik di AS. Anggota Kongres dari Partai Republik, Thomas Massie, menyebut serangan itu “inconstituentional” karena tidak mendapat persetujuan Kongres. “Ini bukan soal mendukung Israel, tapi menghindari perang yang tidak perlu,” katanya di X. Sebaliknya, pendukung Trump seperti Chris Cuomo berpendapat serangan ini mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

Mantan pejabat Pentagon Mick Mulroy memperkirakan serangan ini dapat menunda program nuklir Iran selama dua hingga lima tahun, tetapi lokasi uranium kelas bom Iran masih belum diketahui. “Kerusakan signifikan, tapi tidak sepenuhnya memusnahkan,” ujarnya.

Penutup

Dunia kini menanti respons Iran, yang dapat berkisar dari serangan siber hingga aksi militer langsung. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan serangan ini bukan untuk pergantian rezim. Selain itu, Trump menyiratkan kemungkinan perubahan pemerintahan di Tehran dengan slogan “MAKE IRAN GREAT AGAIN”.

Ketegangan ini menempatkan Indonesia, sebagai anggota Organisasi Kerja Sama Islam, dalam posisi sulit untuk menyerukan dialog damai. Dengan risiko konflik yang kian membesar, dunia harus bersiap menghadapi perang terbuka di Timur Tengah.

Related Articles

2 KOMENTAR

  1. [1601]9awin Philippines: Official Link for 9awin Login, Register, App Download & Top Slot Online Games. Join 9awin Philippines! Access the 9awin official link for 9awin login & 9awin register. Play top 9awin slot online games and get the 9awin app download today! visit: 9awin

  2. [8282]J8PH Online Casino Philippines: Easy J8PH Login, Register, App Download & Best J8PH Slot Games. Experience the best at J8PH Online Casino Philippines. Enjoy quick J8PH login and J8PH register access. Get the J8PH app download for top J8PH slot games and big wins! visit: j8ph

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kunjungi Media Sosial Kami

440PengikutMengikuti
2,430PelangganBerlangganan

Latest Articles