Nusavoxmedia.id – Kasus penculikan yang berujung kematian Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih bernama Mohamad Ilham Pradipta (37) terjadi pada Rabu (20/08/2025), dengan jenazah korban ditemukan sehari kemudian. Kepolisian menyatakan peristiwa ini terkait rencana pengalihan dana dari rekening dormant di cabang BRI yang dipimpin korban.
Kronologi Penculikan dan Pembunuhan
Penyidik Polda Metro Jaya menjelaskan para pelaku mengincar rekening tidak aktif (dormant) dengan nilai yang diidentifikasi diperkirakan mencapai sekitar Rp60–70 miliar. Rencana pemindahan dana disebut membutuhkan otorisasi pejabat bank sehingga korban dijadikan target penculikan.
“Motif para tersangka adalah berencana melakukan pemindahan uang dari rekening dormant ke rekening penampungan,” kata Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, dalam konferensi pers, Selasa (16/9/2025). Pernyataan serupa juga dimuat oleh Tirto.id.
Baca Juga: Indonesia-Kanada Resmi Sepakati ICA-CEPA, Prabowo dan Carney Teken Perjanjian Bersejarah
Sejak pengungkapan awal, jumlah tersangka bertambah melalui pemeriksaan berjenjang. Pada Sabtu (20/09/2025), Divisi Humas Polri menyebut 18 tersangka telah ditangkap dan satu orang masih buron. Pemaparan polisi membagi peran pelaku dalam beberapa klaster, mencakup perencana, pembuntut, eksekutor penculikan dan penganiayaan, hingga pihak yang membuang korban.
Keterkaitan dengan Sindikat Dormant
Kasus ini kemudian bersinggungan dengan pengungkapan sindikat pembobolan rekening dormant lintas bank. Dilansir dari Divisi Humas Polri, Bareskrim pada Kamis (25/9/2025), mengumumkan sembilan tersangka dalam perkara pembobolan rekening dormant bank BUMN senilai Rp204 miliar, dua di antaranya berinisial C alias K dan DH yang juga diduga terlibat dalam penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BRI Cempaka Putih.

Polisi menjelaskan keduanya berperan sebagai perencana, termasuk menyiapkan perangkat TI untuk pemindahan dana dan merekrut tim di lapangan.
Keterkaitan dua perkara tersebut juga disampaikan pejabat Bareskrim. Dirtipideksus Brigjen Pol. Helfi Assegaf menerangkan garis merahnya yaitu dua tersangka jaringan pembobolan rekening dormant itu turut berperan dalam kasus penculikan terhadap kepala cabang BRI Cempaka Putih, dilansir dari Tempo.
Baca Juga: Pertemuan Prabowo dan Presiden FIFA Bahas Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Meski motif pengambilalihan dana menjadi benang merah, Kombes Wira Satya Triputra menegaskan bahwa uang dalam rekening dormant yang diincar di cabang BRI tersebut belum berpindah ke rekening penampung. Hal ini juga disampaikan saat konferensi pers pada Selasa (16/9/2025), seperti dilansir Divisi Humas Polri.
Penyelidikan Sumber Data
Di sisi lain, penyelidikan atas sumber data rekening dormant terus berjalan. Dilansir dari Republika, analis kriminolog Universitas Indonesia (UI) Josias Simon Runturambi mempertanyakan dari mana para pelaku memperoleh akses awal dan menekankan kemungkinan keterlibatan orang dalam, sejalan dengan fokus polisi memburu pemberi informasi. Polda Metro Jaya disebut tengah mengejar sosok yang diduga menjadi informan terkait daftar rekening dormant.
Sejumlah langkah penegakan hukum masih berlangsung, termasuk pengejaran buronan, pendalaman peran perencana, dan pengembangan perkara tindak pidana perbankan yang berkaitan.
Ringkasnya, hingga hari ini, Jumat (26/09/2025), polisi telah menetapkan banyak tersangka dalam kasus penculikan dan pembunuhan MIP serta membuka hubungan dengan sindikat pembobolan rekening dormant yang bernilai besar.
Kasus ini menjadi peringatan bagi nasabah bank untuk waspada terhadap keamanan rekening dormant, sementara proses pembuktian, pelimpahan berkas, dan pengejaran pihak-pihak yang diduga terlibat masih terus berjalan.


[9831]Top777 Online Casino Philippines: Quick Login, Register & App Download for Premium Slots & Games Experience Top777 Online Casino Philippines! Get quick top777 login, easy top777 register, and the top777 app download for premium top777 slots and games today. visit: top777