Nusavoxmedia.id – Inter Milan harus mengakui keunggulan Bodo/Glimt setelah kalah 1-2 pada leg kedua playoff babak 16 besar Liga Champions di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Rabu (25/2/2026) dini hari WIB. Kekalahan itu memastikan Nerazzurri tersingkir dengan agregat 2-5, menyusul hasil 1-3 pada leg pertama di Norwegia pekan lalu.
Hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah kompetisi, karena Bodo/Glimt—tim kecil dari kota kecil di Lingkar Arktik Norwegia, berhasil menyingkirkan finalis musim lalu. Ini juga menjadikan mereka tim Norwegia pertama yang memenangi pertandingan fase gugur Liga Champions.
Inter datang dengan beban mengejar defisit dua gol dan tanpa dua pemain kunci, Lautaro Martinez serta Hakan Calhanoglu, yang absen karena cedera. Meski demikian, pasukan Cristian Chivu langsung menekan sejak menit awal.
Sundulan Davide Frattesi dari sepak pojok pada menit ke-27 dan peluang Piotr Zielinski juga mengancam, tetapi pertahanan rapat Bodo/Glimt serta penampilan gemilang Haikin membuat babak pertama berakhir tanpa gol.
Dominasi Inter terlihat jelas dari statistik, mereka mencatat 30 percobaan tembakan berbanding tujuh milik lawan, serta 525 operan sukses dibanding 185. Namun, ketajaman penyelesaian akhir menjadi masalah utama.
Petaka bagi tuan rumah datang pada menit ke-58 babak kedua. Manuel Akanji melakukan kesalahan di lini belakang, bola direbut Ole Didrik Blomberg yang langsung menggiring dan melepaskan tembakan. Yann Sommer berhasil menepis, tetapi Jens Petter Hauge sigap menyambar rebound untuk membawa Bod0/Glimt unggul 1-0. Gol itu menjadi yang keenam Hauge di turnamen ini, rekor untuk pemain klub Norwegia dalam semusim Liga Champions.
Baca Juga: Hasil Atletico Madrid vs Club Brugge: Skor 4-1, Hattrick Sorloth Bawa ATM ke 16 Besar
Inter berusaha membalas. Tembakan Akanji pada menit ke-68 membentur tiang gawang, dan sejumlah peluang lain dimentahkan. Alih-alih menyamakan kedudukan, mereka malah kebobolan lagi pada menit ke-72. Hauge memberikan umpan terukur kepada Hakon Evjen, yang melepaskan sepakan akurat ke pojok bawah gawang Yann Sommer, membuat skor menjadi 0-2.
Alessandro Bastoni sempat memperkecil skor pada menit ke-76 melalui situasi sepak pojok. Bola yang disentuh Haikin dinilai telah melewati garis gawang oleh wasit, sehingga skor menjadi 1-2. Namun, waktu tersisa tak cukup bagi Inter untuk membalikkan keadaan.
“Kami kecewa. Kami ingin melangkah sejauh mungkin di setiap kompetisi, tetapi mereka memang lebih baik. “Bodo/Glimt memenangi kedua leg, jadi mereka pantas lolos,” kata Nicolo Barella pasca-pertandingan, dikutip dari ESPN.
Pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen, tak bisa menyembunyikan kegembiraan. “Bisa dipercaya? Tim dari kota kecil di utara. Ini luar biasa,” ujarnya. Ia menekankan hasil ini buah kerja keras dan keyakinan banyak pihak pada proyek klub.
Kini Bodo/Glimt, melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi Manchester City atau Sporting Lisbon.
Sementara itu, Inter Milan yang musim lalu melaju ke final Liga Champions harus menelan kenyataan pahit tersingkir lebih awal di ajang Liga Champions musim 2025/2026. Kegagalan memanfaatkan peluang serta kerapuhan pada momen-momen krusial menjadi penyebab utama.

