Nusavoxmedia.id – Atletico Madrid meraih kemenangan telak 4-0 atas Barcelona pada leg pertama semifinal Copa del Rey 2025/2026 di Stadion Riyadh Air Metropolitano, Madrid, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB.
Keempat gol tuan rumah tercipta di babak pertama. Barcelona gagal membalas sepanjang laga dan harus bermain dengan 10 pemain menjelang akhir setelah Eric Garcia mendapat kartu merah.
Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Joan Garcia melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan peluang Giuliano Simeone dari jarak dekat. Namun, petaka bagi Barcelona datang pada menit ke-7. Eric Garcia mengirim umpan balik rutin ke kiper Joan Garcia, tetapi bola licin dan lolos dari kendali kiper tersebut.
Meski Joan Garcia berusaha menyelamatkan dengan menepis bola kembali ke lapangan, wasit sudah mengesahkan gol karena bola telah melewati garis gawang lebih dulu. Gol dicatat sebagai bunuh diri Eric Garcia, membuat Atletico unggul 1-0.
Atletico langsung mendominasi. Pada menit ke-14, mereka menggandakan keunggulan lewat serangan tim apik. Ademola Lookman menerima bola panjang di sisi kiri, mengoper ke Julian Alvarez yang mengalihkan ke Nahuel Molina. Molina mengirim umpan terobosan ke Antoine Griezmann, yang dengan tenang menaklukkan Joan Garcia dari sudut sempit menjadi 2-0.
Barcelona sempat mengancam pada menit ke-19 ketika Fermin Lopez melepaskan tembakan voli yang membentur mistar gawang usai memanfaatkan sepak pojok. Namun, Atletico cepat merespons. Pada menit ke-33, Giuliano Simeone menggiring bola di sisi kiri, mengoper ke Alvarez yang menyodorkan first-time pass ke Lookman. Lookman melepaskan sepakan mendatar keras ke sudut gawang untuk gol ketiga.
Babak pertama ditutup dengan gol keempat di masa tambahan waktu (menit 45+2). Lookman kembali menjadi aktor kunci dengan cutback matang dari sisi kanan, yang diselesaikan Julian Alvarez dengan tembakan keras dari dalam kotak penalti. Skor 4-0 bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, Barcelona meningkatkan tekanan dan mendominasi penguasaan bola. Mereka sempat merayakan gol Pau Cubarsí pada menit ke-52 setelah bola memantul di area penalti usai tendangan bebas. Namun, setelah tinjauan VAR selama hampir delapan menit, gol dianulir karena offside dalam proses build-up.
Kondisi Barcelona semakin sulit pada menit ke-85. Eric Garcia melakukan pelanggaran sebagai pemain terakhir terhadap Alex Baena yang lolos ke depan gawang. Wasit awalnya menunjukkan kartu kuning, tetapi setelah melihat tayangan ulang via VAR, keputusan diubah menjadi kartu merah langsung. Barcelona menyelesaikan laga dengan 10 pemain.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengakui timnya tampil buruk di babak pertama. “Kami tidak bermain bagus sebagai tim di babak pertama. Jarak antar pemain terlalu jauh, dan kami tidak melakukan pressing seperti yang diinginkan. Di 45 menit pertama atau lebih, kami mendapat pelajaran berharga,” ujar Flick, dilansir dari ESPN.
Meski demikian, Flick tetap optimistis menatap leg kedua. “Kami punya leg kedua. Kami akan berjuang untuk itu. Jika kami bisa menang 2-0 di setiap babak, itu target kami. Kami butuh dukungan fans di Camp Nou,” tambahnya.
Di kubu Atletico, Diego Simeone memuji performa tim dan kontribusi lini depan, terutama Julian Alvarez yang mengakhiri paceklik gol selama 11 laga.
“Fakta berbicara sendiri soal Alvarez. Assist-nya untuk Lookman luar biasa, kerja kerasnya di babak pertama fantastis. Mencetak gol adalah kemampuannya, dan syukurlah dia kembali. Gol itu sangat dibutuhkannya,” kata Simeone.
Kemenangan ini memberi Atletico modal besar menuju leg kedua di Spotify Camp Nou pada 3 Maret 2026. Barcelona membutuhkan keajaiban untuk membalikkan defisit empat gol dan mempertahankan gelar juara bertahan Copa del Rey. Pemenang agregat akan bertemu Real Sociedad atau Athletic Club di final.

