Nusavoxmedia.id – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia meluncurkan buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global di Jakarta, Minggu (14/12/2025). Buku yang disusun dalam sepuluh jilid ini melibatkan 123 sejarawan dari 34 perguruan tinggi serta 11 lembaga nonperguruan tinggi dan merekam perjalanan panjang bangsa Indonesia dari masa prasejarah hingga era Reformasi dan konsolidasi demokrasi.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, sepuluh jilid tersebut tidak dimaksudkan untuk menuliskan sejarah Indonesia secara lengkap, melainkan sebagai rangkuman dinamika penting perjalanan bangsa.
“Kalau sejarah kita ditulis secara lengkap mungkin harusnya 100 jilid. Jadi ini adalah highlight dari perjalanan,” kata Fadli dalam peluncuran buku di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, dikutip dari Kompas.
Dalam konstruksi narasinya, buku ini menempatkan Indonesia sebagai subjek utama sejarah dengan menonjolkan kekuatan internal bangsa dan berbagai bentuk perlawanan di daerah, termasuk terhadap Belanda, Inggris, dan Jepang. Pendekatan tersebut sekaligus merevisi narasi lama yang menyebut Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun.
“Selama ini kita diwarisi pemikiran bahwa kita dijajah 350 tahun. Saya kira ini perlu direvisi,” ujar Fadli.
Pandangan tersebut merujuk pada riset profesor hukum internasional GJ Resink yang menyebut klaim penjajahan 350 tahun sebagai kesimpulan keliru. Resink menjelaskan, dalam rentang waktu tersebut Nusantara juga mengalami hubungan dagang dengan bangsa Eropa seperti Spanyol dan Portugis, sementara banyak kerajaan di berbagai wilayah tetap merdeka. Ucapan Gubernur Jenderal BC de Jonge tentang keberadaan Belanda selama 300 tahun dinilai turut membentuk narasi tersebut.
Fadli menegaskan, penulisan buku dilakukan sepenuhnya oleh para sejarawan secara independen, sementara kementerian hanya berperan sebagai fasilitator.
“Ini bukan ditulis oleh saya atau oleh orang kementerian. Kita memfasilitasi para sejarawan untuk menulis sejarah,” katanya.
Proyek penulisan berlangsung intensif selama satu tahun, dari Januari hingga November 2025, dan menghasilkan 7.958 halaman. Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, mengatakan setiap tahap penulisan dijalankan sesuai kaidah akademik.
“Kami memastikan sinkronisasi metodologi, penyuntingan substansi, diskusi publik, hingga penyelarasan bibliografi,” ujarnya.
Isi buku mencakup berbagai fase penting sejarah Indonesia, mulai dari akar peradaban Nusantara, interaksi global, kolonialisme, pergerakan kebangsaan, hingga Reformasi. Salah satu periode yang disoroti adalah perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada 1945–1950 yang dinilai memiliki dinamika sangat kompleks dan perlu pendalaman lebih lanjut.
Selain peluncuran buku, Kementerian Kebudayaan juga menetapkan Hari Sejarah Indonesia yang diperingati setiap 14 Desember melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 206/M/2025. Tanggal tersebut merujuk pada pelaksanaan Seminar Sejarah Indonesia pertama di Yogyakarta pada 14–18 Desember 1957.
Meski menuai polemik, Fadli menilai perbedaan pandangan sebagai bagian dari dinamika demokrasi. Ia berharap buku ini dapat menjadi rujukan dalam memperkuat kesadaran sejarah nasional dan merawat ingatan kolektif bangsa.


[5227]BoVegas Casino Philippines: Top Online Slots & Exclusive Bonuses. Access BoVegas Casino Login, Sign Up Today, or start your BoVegas App Download for the ultimate gaming experience. Join BoVegas Casino Philippines for top online slots! Access BoVegas Casino Login, Sign Up, or BoVegas App Download to claim your exclusive BoVegas Casino Bonus. visit: BoVegas