Jokowi Bertemu Relawan, Pengamat Sebut Sinyal Tegas Gibran Maju Pilpres 2029

Nusavoxmedia.id – Pertemuan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dengan kelompok relawan di Solo dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dipastikan bakal kembali bertarung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Langkah konsolidasi awal tersebut dipandang penting untuk menjaga keberlanjutan pengaruh dan eksistensi politik trah Jokowi dalam panggung politik nasional di masa mendatang.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai gerak-gerik politik Jokowi yang mulai menerima barisan pendukung menunjukkan ketegasan arah politik keluarga tersebut.

“Ini tanda tegas bahwa Gibran di 2029 harus maju. Itu harga mati. Hanya dengan cara inilah Gibran tetap relevan di perpolitikan tanah air di masa mendatang,” ujar Adi kepada Kompas.com, Rabu (12/8/2026).

Pernyataan tersebut menanggapi agenda kunjungan Relawan Gibran Penerus Jokowi (GPJ) ke kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah, pada Selasa (11/8/2026). Kelompok sukarelawan yang didominasi oleh para pengusaha sound horeg asal Jawa Timur itu secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk mengawal langkah Gibran menuju Pilpres 2029.

Ketua Umum GPJ, Joko Loreng, mengungkapkan bahwa pembentukan wadah relawan ini memang ditujukan untuk agenda jangka panjang kontestasi politik lima tahunan.

“GPJ sudah lama (terbentuk). Untuk persiapan Pilpres 2029,” kata Joko seusai menemui Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Selasa. Di kutip dari kompas.com

Kendati menyatakan kesiapan penuh, Joko menyebut pihaknya diminta untuk tidak terburu-buru merespons dinamika politik yang ada.

“Arahan dari beliau suruh menunggu dulu. Arahannya begitu,” ungkapnya.

Menanggapi pergerakan massa di tingkat akar rumput tersebut, Adi Prayitno berpandangan bahwa skenario utama yang tengah dibangun saat ini adalah mendorong Gibran untuk kembali mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada periode kedua.

Konsolidasi relawan dianggap sebagai jalan untuk memperkuat posisi tawar politik Gibran di hadapan Prabowo.

“Itu proposal utamanya. Tak heran jika pendukung Gibran melakukan konsolidasi untuk memberikan bobot politik supaya punya bargaining politik kuat ke Prabowo,” ucapnya.

Meski demikian, Adi tidak menampik kemungkinan munculnya dinamika lain jika konfigurasi politik di masa depan berubah. Menurutnya, ada dua opsi manuver politik yang dapat diambil oleh pihak Jokowi dan Gibran pada kontestasi mendatang.

“Opsinya cuma dua, pertama tetap bersama Prabowo. Kedua, maju sendiri, baik sebagai capres atau sebagai cawapres dengan figur lain. Melihat kecenderungannya, sepertinya Jokowi akan dorong Gibran maju sekalipun tak lagi jadi cawapres Prabowo,” imbuh Adi.

Menurut Adi, tanpa kepastian maju pada Pilpres 2029, Gibran beserta trah politik Jokowi akan menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan pengaruh politik mereka di tanah air.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kunjungi Media Sosial Kami

440PengikutMengikuti
2,430PelangganBerlangganan

Latest Articles