Nusavoxmedia.id – Hari Buruh, yang diperingati setiap 1 Mei, menjadi simbol perjuangan pekerja di seluruh dunia. Dikenal juga sebagai May Day, hari ini bukan sekadar libur nasional, tetapi juga momen refleksi atas hak-hak pekerja. Namun, tahukah Anda dari mana asal-usul peringatan ini? Mengapa tanggal 1 Mei dipilih, dan peristiwa apa saja yang pernah mengguncang sejarahnya?
Sejarah Hari Buruh Internasional
Sejarah Hari Buruh berakar dari Revolusi Industri pada abad ke-18 hingga 19 di Eropa dan Amerika. Saat itu, industrialisasi besar-besaran mendorong pertumbuhan pabrik, tetapi juga membawa penderitaan bagi pekerja. Mereka bekerja dalam kondisi yang sangat buruk seperti jam kerja panjang, upah rendah, dan lingkungan kerja yang berbahaya. Anak-anak pun sering dieksploitasi sebagai tenaga kerja murah, bekerja hingga 14 jam sehari tanpa perlindungan.
Pada pertengahan abad ke-19, gerakan buruh mulai muncul. Di Amerika Serikat, Federasi Serikat Pekerja Amerika (AFL) menjadi pelopor perjuangan untuk memperbaiki kondisi kerja. Salah satu tuntutan utama mereka adalah “delapan jam kerja, delapan jam istirahat, delapan jam rekreasi.” Pada 1 Mei 1886, AFL mengorganisasi pemogokan massal di Chicago, sehingga 300.000 pekerja di seluruh AS ikut dalam aksi mogok kerja. Mereka menuntut pengesahan jam kerja maksimal delapan jam sehari, sebuah ide radikal pada masa itu.
Namun, aksi damai ini berubah tragis pada 4 Mei 1886 di Haymarket Square, Chicago. Saat demonstrasi berlangsung, polisi berusaha membubarkan massa. Tiba-tiba, sebuah bom meledak di tengah kerumunan, menewaskan 7 polisi dan 4 demonstran. Peristiwa ini, yang dikenal sebagai Tragedi Haymarket, menjadi sorotan dunia. Pemerintah AS menuding aktivis buruh sebagai dalangnya, meskipun tidak ada bukti kuat. Pemerintah menangkap 8 aktivis, mengeksekusi mati 4 di antaranya, sementara 1 bunuh diri di penjara, dan sisanya menerima pengampunan. Dunia mengenang mereka sebagai “Martir Haymarket,” simbol perjuangan hak pekerja.
Tragedi ini memicu kemarahan global. Pada 1889, Kongres Buruh Internasional di Paris, yang melibatkan delegasi dari 20 negara, menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional atau May Day. Kongres memilih tanggal ini untuk menghormati aksi pemogokan 1 Mei 1886 di Chicago. Sejak itu, 1 Mei menjadi hari solidaritas pekerja di seluruh dunia, di mana mereka berkumpul untuk menuntut hak-hak mereka.
Sejarah Hari Buruh 1 Mei di Indonesia
Di Indonesia, Hari Buruh diperingati setiap 1 Mei, sejalan dengan peringatan global. Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2013 pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Keputusan ini menjadi tonggak bersejarah, karena untuk pertama kalinya pekerja mendapatkan pengakuan resmi atas perjuangan mereka melalui hari libur nasional.
Perjuangan buruh di Indonesia sudah dimulai sejak era kolonial. Pada tahun 1912, Sarekat Islam menjadi pelopor, memperjuangkan hak pekerja pribumi di sektor perkebunan dan pelabuhan. Serikat ini menentang eksploitasi tenaga kerja oleh perusahaan kolonial dan menuntut upah yang lebih layak. Setelah kemerdekaan, perjuangan buruh semakin terorganisasi. Pada 1940-an hingga 1950-an, serikat buruh seperti Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) memperjuangkan hak pekerja di tengah gejolak politik pasca-kemerdekaan.
Namun, pada era Orde Baru (1966–1998), pemerintah melarang peringatan Hari Buruh karena menganggapnya terkait dengan ideologi komunis. Pemerintah menangkap banyak aktivis buruh, termasuk Muchtar Pakpahan, pendiri Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI). Rezim Orde Baru membubarkan serikat pekerja independen dan menggantinya dengan Federasi Buruh Seluruh Indonesia (FBSI) yang mereka kendalikan. “Buruh bukan sekadar tenaga, tetapi jiwa yang memperjuangkan keadilan,” kata Pakpahan, mencerminkan semangat perlawanan di tengah represi.
Reformasi 1998 menjadi titik balik. UU No. 21/2000 tentang Serikat Pekerja menjamin kebebasan berserikat, sehingga masyarakat mulai memperingati Hari Buruh secara terbuka. Pekerja menggelar aksi-aksi besar pada 1 Mei di kota-kota industri seperti Jakarta, Surabaya, Bekasi, dan Tangerang, yang menampung jutaan buruh manufaktur. Salah satu aksi ikonik terjadi pada 2019–2020, ketika puluhan ribu pekerja memprotes UU Cipta Kerja (Omnibus Law), yang mereka anggap melemahkan perlindungan upah minimum dan jaminan sosial. Puncaknya, pengakuan 1 Mei sebagai hari libur nasional pada 2013 menandai kemenangan simbolis bagi gerakan buruh Indonesia.
Refleksi di Hari Buruh
Meskipun telah berlangsung lebih dari seabad, perjuangan buruh masih menghadapi banyak tantangan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS, 2024), 56% tenaga kerja Indonesia bekerja di sektor informal, yang sering tidak mendapat perlindungan hukum seperti upah minimum atau BPJS. Pekerja perempuan juga menghadapi kesenjangan upah hingga 20% lebih rendah dibandingkan pria (ILO, 2023). Selain itu, sekitar 1,6 juta anak usia 10–17 tahun masih bekerja di sektor berbahaya, menunjukkan urgensi perlindungan tenaga kerja.
Di Bekasi dan Tangerang, pusat industri manufaktur, serikat pekerja seperti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) aktif menuntut penghapusan outsourcing dan kontrak kerja tidak manusiawi. Pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri juga menghadapi eksploitasi, dari upah rendah hingga kekerasan fisik. “Hari Buruh adalah momentum untuk mengingatkan bahwa pekerja adalah denyut nadi bangsa,” kata Said Iqbal, Presiden KSPI.
Peringatan Hari Buruh juga menjadi momen refleksi bagi pemerintah, pengusaha, dan pekerja untuk membangun dialog. Dengan kerja sama yang konstruktif, iklim kerja yang adil dan manusiawi bisa tercapai. Lebih dari sekadar hari libur, Hari Buruh 1 Mei adalah panggilan untuk solidaritas, keadilan, dan penghormatan terhadap kontribusi pekerja. Di tengah tantangan seperti upah rendah, diskriminasi, dan disrupsi teknologi, semangat May Day harus terus menyala untuk mewujudkan masa depan yang lebih adil bagi setiap pekerja.


[8249]The Philippines’ Legit Online Casino for Jili Slots and GCash Payments visit: jiliokcc