TNI AL Ungkap Alasan Kapal Induk Pertama Indonesia Bernama KRI Sriwijaya-100

Nusavoxmedia.id – TNI Angkatan Laut (AL) menjelaskan alasan pemilihan nama KRI Sriwijaya-100 untuk kapal induk pertama Indonesia yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi. Nama tersebut merujuk pada kejayaan kerajaan maritim Sriwijaya dan mencerminkan identitas Indonesia sebagai negara kepulauan.

Penjelasan itu disampaikan dalam upacara serah terima kapal perang dari Italia kepada Indonesia yang berlangsung di Dermaga 106-107 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/9/2026).

Dalam acara tersebut, narator menjelaskan bahwa pemberian nama kapal perang bukan sekadar urusan administratif, melainkan juga berkaitan dengan sejarah dan identitas maritim suatu negara. Penamaan kapal perang TNI AL diatur berdasarkan jenis dan fungsi kapal melalui Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut Nomor Kep/907/VI/2006 tentang Ketentuan Pokok Pemberian Nama Kapal-Kapal Perang Republik Indonesia.

“Sebagai wahana yang mempresentasikan puncak kekuatan proyeksi laut suatu negara, kapal induk diwajibkan diberi nama yang merujuk pada kerajaan-kerajaan maritim besar nusantara, sebagaimana Sriwijaya dan Majapahit,” ungkap narator. Di lansir Kompas.com

Sriwijaya dipilih karena kerajaan tersebut dikenal sebagai salah satu kekuatan maritim besar di Asia Tenggara pada masa lalu. Kerajaan ini berkembang sejak sekitar abad ke-7 hingga abad ke-13 dengan pusat kekuasaan di sekitar Palembang.

Pengaruh Sriwijaya meliputi sejumlah wilayah di Sumatera, Semenanjung Malaya, Jawa, hingga kawasan Asia Tenggara. Posisi strategis kerajaan tersebut turut mendukung penguasaannya atas jalur perdagangan penting, terutama di kawasan Selat Malaka.

“Letaknya yang strategis memungkinkan Sriwijaya menguasai jalur perdagangan penting, khususnya di kawasan Selat Malaka, sehingga jaringan kekuasaannya menjangkau berbagai wilayah di Sumatera, Semenanjung Malaya, Jawa, hingga kawasan Asia Tenggara lainnya,” jelas dia.

Keberadaan dan perkembangan Sriwijaya juga tercatat dalam sejumlah sumber sejarah, di antaranya catatan perjalanan pendeta China, I-Tsing, serta prasasti Kedukan Bukit dan Talang Tuo.

“Kejayaan Sriwijaya kemudian menempatkannya sebagai simbol penting dalam historiografi maritim Indonesia,” jelasnya.

Penggunaan nama Sriwijaya untuk kapal induk pertama Indonesia dinilai memiliki makna simbolis bagi TNI AL. Nama tersebut menghubungkan alutsista yang diperoleh dari luar negeri dengan sejarah maritim dan identitas kebangsaan Indonesia.

“Usulan penamaan eks Italian Ship Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya dengan demikian dapat dibaca sebagai upaya rekontekstualisasi alutsista impor ke dalam kerangka narasi kebangsaan Indonesia,” kata narator.

“Suatu proses indonesianisasi simbolik yang bukan tanpa preseden, mengingat berbagai alutsista hasil pengadaan luar negeri senantiasa mengalami pemberian nama berakar pada khazanah sejarah dan budaya nusantara,” tambahnya.

Sementara itu, proses pengalihan kapal dari Italia ke Indonesia ditandai dengan upacara serah terima yang digelar pada hari yang sama. Prosesi diawali dengan penurunan bendera Italia dari atas geladak kapal. Para awak eks Giuseppe Garibaldi melepas topi ketika bendera negara mereka diturunkan diiringi lagu kebangsaan Italia.

Setelah bendera Italia dilipat dan disimpan, para awak kapal kembali mengenakan topi. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono kemudian menyalami para awak kapal.

Prosesi dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih di ujung geladak. Lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang saat seluruh peserta upacara berdiri tegap memberikan penghormatan.

Pengibaran Merah Putih menandai perubahan identitas kapal tersebut menjadi bagian dari jajaran TNI AL dengan nama KRI Sriwijaya-100.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, Kamis, 24 September 2026. Saya, Jenderal TNI Agus Subiyanto, Panglima TNI, dengan ini saya resmikan KRI Sriwijaya-100 masuk dalam jajaran TNI Angkatan Laut,” ucap Agus.

Dalam upacara tersebut, Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad Hasan juga resmi ditetapkan sebagai Komandan KRI Sriwijaya-100.

Related Articles

2 KOMENTAR

  1. Porrn ube sex on the busVery young fucking girlsPhotobucket amateur sexWife fucks in showerDicck jonas songsPamela andderson xxx pornoBora bora nudce image
    galleriesVirgin steele ageFree gayy erotic stories fictionPhotos of smallest bikini xhxx
    Adult short-term misson tripsDruged and fucked videoSexual enhanchersAdult
    demand japanese videoAsian clubbing londonWome ssex with
    vibratorFree taboo podn siteGerman amature sex vidios downloadsYou llok
    liike a walkming pednis blog.jumpandread.com Hitler pussyPictures oof d cup breastsSex xxl .tvNaked straight ggay menIllustrated story eroticStockings group
    sex bit torrentYoun twink pissOrganellees associated with mmale sex hormonesNudde in publoic stores xnxx Find sexual positionAdult sex store san antonioChina pussy evelyn linHuge black clit pornhubBmi
    ranges forr adultsKimm karashian nude w magazineAsian gods listRedtube hot sister jerk btother’s cockAmateur gangbangBig cofk fantasyKeke palmer lesbianFree sesy russianAdult video
    stores clevelandd ohFreee full length lesbians

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kunjungi Media Sosial Kami

440PengikutMengikuti
2,430PelangganBerlangganan

Latest Articles