Anggota DPR Minta TNI AU Usut Tuntas Kematian SerdaN Ahmad

Nusavoxmedia.id – Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal mendesak TNI Angkatan Udara (AU) mengusut secara transparan kasus kematian Serda Ahmad Muzzammil Farisa yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya.

Rizal meminta proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan tidak berhenti pada pihak yang diduga sebagai pelaku utama. Menurut dia, setiap anggota yang terbukti terlibat dalam dugaan penganiayaan tersebut harus diproses sesuai ketentuan hukum dan mendapat sanksi tegas.

“Para senior yang terlibat dalam dugaan penganiayaan harus diseret ke meja hukum apabila terbukti melakukan pelanggaran. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi dan tidak boleh ada pihak yang berusaha melindungi para pelaku,” ujar Rizal, Senin (14/9/2026). Di kutip dari Kompas.com

Politikus PKB yang akrab disapa Daeng Ical itu menilai pemeriksaan juga perlu dilakukan terhadap prajurit yang mengetahui, membantu, maupun memiliki keterkaitan dengan dugaan penganiayaan terhadap Serda Ahmad hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Dia menegaskan hubungan senioritas tidak boleh menjadi alasan bagi pihak tertentu untuk terbebas dari pemeriksaan maupun pertanggungjawaban hukum.

“Siapa yang terlibat harus diperiksa. Jangan sampai ada yang lolos hanya karena hubungan senioritas atau alasan apa pun. Penegakan hukum harus berjalan secara adil dan transparan,” ujar dia.

Selain meminta penegakan hukum, Rizal mendorong TNI melakukan evaluasi terhadap sistem pembinaan, pendidikan, dan pengawasan terhadap prajurit. Dia juga menilai mekanisme pengaduan di lingkungan TNI perlu diperkuat agar setiap prajurit memiliki akses untuk melaporkan dugaan pelanggaran.

Rizal menekankan pembinaan disiplin dan pembentukan karakter prajurit tidak seharusnya dilakukan melalui tindakan kekerasan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Harapan kita sederhana, jangan ada lagi kekerasan di tubuh TNI. Prajurit harus dibina menjadi tentara yang kuat, disiplin, dan profesional, bukan melalui kekerasan yang justru mengancam keselamatan sesama prajurit,” pungkas Rizal.

Sebelumnya, keluarga Serda Ahmad juga meminta proses hukum terhadap pihak yang diduga terlibat dalam kematian anggota TNI tersebut dilakukan secara serius dan transparan.

Ayah almarhum, Toni Eko Prasetyo, mengatakan keluarga berharap pihak yang diduga melakukan penganiayaan mendapat hukuman setimpal. Keluarga juga tidak ingin latar belakang maupun alasan tertentu digunakan untuk membenarkan dugaan kekerasan yang dialami Ahmad.

“Kami dari keluarga almarhum berharap ada sanksi yang setimpal kepada empat anggota senior anak kami yang mengakibatkan hilangnya nyawa anak kami,” ujarnya saat ditemui di rumah duka pada Jumat sore (11/9/2026).

Toni mengatakan keluarga menerima kabar mengenai meninggalnya Ahmad pada Kamis (11/9/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, almarhum disebut telah berada di unit gawat darurat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Untuk mengetahui penyebab pasti kematian Ahmad, keluarga kemudian meminta agar dilakukan otopsi. Namun, hingga kini Toni menyebut hasil otopsi tersebut belum diterima oleh pihak keluarga.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kunjungi Media Sosial Kami

440PengikutMengikuti
2,430PelangganBerlangganan

Latest Articles