Beranda blog Halaman 48

Resmi! Jadon Sancho Pindah ke Aston Villa, Tinggalkan Old Trafford

2

Nusavoxmedia.id – Kepastian karier Jadon Sancho akhirnya menemukan jalan keluar. Winger berusia 25 tahun itu diumumkan sebagai pemain anyar Aston Villa dengan status pinjaman dari Manchester United pada penutupan bursa transfer musim panas. Bagi Sancho, kesempatan di Villa Park menjadi ruang baru untuk menghidupkan kembali performanya yang sempat meredup.

Kepindahan ini sempat dihantui banyak drama. Chelsea dan Borussia Dortmund sebelumnya sudah memberi Sancho kesempatan dengan status pinjaman, tetapi masa-masa tersebut belum benar-benar mengangkat kembali kariernya.

Bahkan ketika dipinjam ke Stamford Bridge, klausul pembelian permanen sudah tersedia, namun The Blues memilih mengembalikannya ke Old Trafford. Situasi itu membuat Sancho semakin tersisih dari rencana pelatih Ruben Amorim.

Baca Juga: Nicolas Jackson Resmi Gabung Bayern Munchen Usai Drama Transfer dari Chelsea

Manchester United sejatinya merekrutnya dengan nilai fantastis 73 juta poundsterling dari Dortmund pada 2021. Sayangnya, ekspektasi tinggi tersebut tidak sejalan dengan performa. Sancho hanya mencatat 12 gol dari 83 laga, dan kontraknya yang berakhir 2026 semakin menekan United agar segera mengambil keputusan. “Kami pastikan sudah ada kesepakatan, Sancho akan menghabiskan musim ini di Aston Villa,” kata jurnalis transfer Fabrizio Romano dalam unggahannya di X.

Di balik transfer ini, terselip kisah menarik. United sempat mendorong skema barter dengan kiper Aston Villa, Emiliano Martinez. Namun keinginan pribadi Sancho membuat rencana itu kandas. Pada akhirnya, negosiasi berakhir dengan kesepakatan pinjaman murni. Aston Villa setuju menanggung 80% gajinya, sementara 20% sisanya tetap dibayar Man United.

Bagi Villa, tambahan amunisi di sektor sayap menjadi penting untuk mendukung kiprah mereka musim ini. Klub asuhan Unai Emery bahkan baru saja mengamankan Victor Lindelof di hari terakhir jendela transfer. Dukungan manajemen jelas memberi keyakinan bahwa Sancho bisa menjadi solusi kreativitas serangan di Premier League.

Sancho sendiri menyatakan optimismenya dengan tantangan baru di bawah arahan Emery. Baginya, keputusan pindah ke Villa bukan sekadar menyelamatkan karier, tetapi juga kesempatan membuktikan diri masih layak bersaing di level tertinggi.

Nicolas Jackson Resmi Gabung Bayern Munchen Usai Drama Transfer dari Chelsea

1

Nusavoxmedia.id – Nicolas Jackson akhirnya bisa bernapas lega setelah kepindahannya ke Bayern Munchen rampung di detik-detik akhir bursa transfer. Striker asal Senegal itu menyebut bergabung dengan klub raksasa Jerman sebagai langkah besar dalam kariernya. “Saya sangat gembira bisa menjadi bagian dari Bayern, klub dengan sejarah dan para legenda besar. ucapnya lewat laman resmi Bayern.

Jackson sebenarnya tidak asing dengan sorotan publik. Sejak direkrut Chelsea pada 2023 dari Villarreal, ia berhasil mencatat 30 gol dalam 81 pertandingan. Ia juga ikut menyumbang trofi UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub, meski kerap dikritik karena penyelesaian akhir yang naik turun. Persaingan di Stamford Bridge semakin ketat setelah Joao Pedro dan Liam Delap tiba, membuat posisinya terpinggirkan. Situasi inilah yang membuka jalan baginya menuju Bundesliga.

Perjalanan menuju Munich tak berjalan mulus. Jackson sudah berada di Jerman bersama agennya pada akhir Agustus untuk menjalani tes medis, namun rencana itu sempat buyar. Cedera yang dialami Liam Delap di laga kontra Fulham membuat Chelsea ragu melepas Jackson. Bahkan, dokumen peminjaman sempat ditolak hingga muncul kabar dirinya akan dipulangkan ke London.

Baca Juga: Resmi! Gianluigi Donnarumma Jadi Kiper Baru Manchester City

Chelsea lantas berupaya cepat mencari penyerang cadangan. Keputusan memanggil kembali Marc Guiu dari Sunderland akhirnya menjadi solusi. Setelah itu, negosiasi dengan Bayern kembali hidup, dan titik temu pun tercapai. ESPN melaporkan, biaya pinjaman naik menjadi 16,5 juta euro, plus klausul wajib beli di angka 65 juta euro bila syarat tertentu terpenuhi.

Di Bayern, Jackson akan mengenakan nomor punggung 11 dan diharapkan menjadi tandem sekaligus pelapis bagi Harry Kane. Kehadirannya penting bagi Die Roten yang kehilangan beberapa penyerang utama karena cedera panjang, termasuk Kingsley Coman dan Leroy Sane. Dengan kecepatan dan fleksibilitasnya, Jackson diyakini bisa menjadi tambahan kekuatan lini depan klub Jerman tersebut untuk musim 2025/2026.

Langkah ini bukan hanya menandai awal baru bagi Jackson, tapi juga menjadi bukti Bayern tetap agresif di bursa transfer. Striker 24 tahun itu kini siap menatap tantangan baru setelah drama panjang yang hampir membuat kepindahannya gagal.

Gas Air Mata Tembus Kampus Unisba dan Unpas, Mahasiswa Jadi Korban

1

Nusavoxmedia.id – Rekaman video yang beredar luas di media sosial Selasa (2/9/2025) dini hari, menunjukkan suasana mencekam di kawasan Tamansari, Bandung. Kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas) disebut terkena imbas tembakan gas air mata aparat kepolisian. Dalam rekaman terlihat mahasiswa berlarian sambil berteriak, memperingatkan petugas bahwa gas tersebut masuk ke lingkungan kampus.

Sejumlah mahasiswa yang berada di area kampus tampak panik. Ada yang berteriak mengingatkan, “Ini kampus, jangan tembak sembarangan!” teriak seorang mahasiswa, menirukan suasana yang terekam dalam video. Aparat disebut sebelumnya melakukan penyisiran usai aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat yang berlangsung sejak pekan lalu.

Keterangan saksi mata menyebutkan, gas air mata dilepaskan dari arah Jalan Tamansari, tepat di depan gerbang Unisba. Kepulan asap membuat mahasiswa, relawan medis, hingga satpam kampus terkena dampak langsung. Beberapa korban mengalami sesak napas dan mata perih. Bahkan salah satu satpam, Mulyadi, mengaku dadanya terkena selongsong gas air mata yang ditembakkan aparat, dilansir dari akun Instagram @suaramahasiswa.info.

Baca Juga: Kerusuhan Demo di Jakarta Rugikan Rp 55 Miliar, Pemprov DKI Tanggung Biaya Korban

Menurut laporan lembaga pers mahasiswa Unisba, kejadian bermula sekitar pukul 23.40 WIB. Saat itu mahasiswa yang usai mengikuti aksi di DPRD Jabar beristirahat di lingkungan kampus. Namun patroli gabungan TNI-Polri disebut datang mendekat, dan tanpa peringatan jelas langsung menembakkan gas air mata ke arah kerumunan.

Video amatir dan rekaman CCTV memperlihatkan aparat berpakaian anti huru-hara masuk hingga dekat gedung kampus. Beberapa relawan medis yang sedang membantu korban justru ikut terpapar. Jeritan dan seruan meminta pertolongan memenuhi lini masa media sosial, dengan tagar All Eyes on Bandung dan All Eyes on Unisba-Unpas menjadi trending.

Namun, pihak kepolisian membantah tudingan bahwa aparat sengaja menyerang ke dalam kampus. Dilansir dari CNN Indonesia, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan gas air mata ditembakkan ke jalan raya karena adanya kelompok anarko yang memprovokasi dengan pelemparan molotov ke arah petugas. “Asapnya terbawa angin hingga masuk ke area parkiran Unisba. Tidak benar kalau polisi menyerbu masuk kampus,” jelas Hendra. Ia menegaskan tindakan itu dilakukan semata-mata untuk mempertahankan diri.

Meski begitu, publik tetap mengecam keras insiden ini. Bagi banyak kalangan, kampus seharusnya menjadi zona aman, bukan medan konflik. Bandung pun kini menjadi sorotan nasional, simbol perlawanan sekaligus peringatan bahwa ruang akademik tidak lagi sepenuhnya steril dari konflik sosial.

Resmi! Gianluigi Donnarumma Jadi Kiper Baru Manchester City

1

Nusavoxmedia.id – Drama bursa transfer musim panas mencapai puncaknya ketika Gianluigi Donnarumma akhirnya dipastikan berseragam Manchester City. Kiper asal Italia itu didatangkan dari Paris Saint-Germain setelah klub Inggris tersebut merelakan Ederson menuju Fenerbahce.

Kabar kepindahan Donnarumma pertama kali ditegaskan jurnalis kenamaan Fabrizio Romano. “Donnarumma ke Manchester City, kesepakatan selesai. Tes medis dilakukan sore ini,” tulisnya lewat unggahan di platform X. Romano menambahkan, perjanjian personal sudah tercapai sejak beberapa pekan lalu, dan negosiasi klub rampung usai Ederson resmi hengkang.

Nilai transfer Donnarumma diperkirakan berada di kisaran €35 juta, jauh lebih rendah dari harga awal yang sempat dipatok PSG sebesar €50 juta. Kontrak kiper berusia 26 tahun itu di Parc des Princes sejatinya masih berlaku hingga 2026, namun PSG memilih melepasnya agar tidak kehilangan secara gratis tahun depan.

Di sisi lain, Ederson mengakhiri delapan tahun masa baktinya di Etihad Stadium dengan torehan 18 trofi, sebelum memutuskan menerima tawaran dari Fenerbahce. Transfernya senilai €13–14 juta menjadi pembuka jalan City untuk bergerak cepat mengamankan Donnarumma.

Baca Juga: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer, Alexander Isak Tinggalkan Newcastle

Pep Guardiola memang tengah melakukan perombakan besar di sektor kiper. James Trafford yang baru didatangkan dari Burnley belum cukup meyakinkan, sementara Stefan Ortega juga dikabarkan siap angkat kaki. Dengan pengalaman Donnarumma yang sempat mengantarkan Italia juara Euro 2020, The Citizens yakin kehadirannya bisa memberi kestabilan di bawah mistar.

Bagi Donnarumma, ini menjadi awal baru setelah periode sulitnya di Prancis. City menyodorkan kontrak jangka panjang, dan ia diproyeksikan sebagai pilihan utama musim 2025/2026. Publik Etihad tentu berharap kehadirannya bisa memperkokoh pertahanan tim yang musim lalu sempat rapuh di sejumlah laga penting.

Kerusuhan Demo di Jakarta Rugikan Rp 55 Miliar, Pemprov DKI Tanggung Biaya Korban

3

Nusavoxmedia.id – Kerusakan fasilitas umum akibat gelombang demonstrasi di Jakarta diperkirakan menimbulkan kerugian hingga Rp 55 miliar. Sejumlah halte Transjakarta terbakar, stasiun MRT rusak, hingga pintu tol ikut jadi sasaran amuk massa.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebutkan ada 22 halte Transjakarta yang terdampak, enam di antaranya hangus terbakar dan dijarah, sementara sisanya mengalami kerusakan berat akibat vandalisme. Kerugian terbesar ditanggung Transjakarta dengan nilai mencapai Rp 41,6 miliar. Untuk infrastruktur MRT, terutama di Stasiun Istora Mandiri, nilai kerusakan diperkirakan Rp 3,3 miliar. Kerugian lain termasuk kerusakan CCTV dan fasilitas penunjang sebesar Rp 5,5 miliar.

“Total estimasi kerusakan infrastruktur mencapai sekitar Rp 55 miliar,” kata Pramono saat memberikan keterangan di Balai Kota, Senin (1/9/2025). Ia menambahkan bahwa dana kontijensi APBD akan dipakai untuk biaya perbaikan, yang ditargetkan rampung paling lambat 8–9 September mendatang.

Baca Juga: Di Tengah Isu Mundur, Sri Mulyani Angkat Bicara soal Penjarahan Rumahnya

Meski fasilitas transportasi sempat terganggu, layanan Transjakarta dan MRT kembali beroperasi dengan sejumlah penyesuaian. Jalur BRT, Mikrotrans, dan hampir semua koridor telah berjalan normal. Di MRT, hanya pintu masuk sisi GBK Stasiun Istora Mandiri yang masih ditutup, sementara akses melalui Entrance B, C, D, dan elevator sisi IDX tetap dibuka.

Selain kerugian materil, aksi demonstrasi juga menimbulkan korban jiwa dan luka. Data Pemprov DKI mencatat sebanyak 716 orang terluka selama sepekan kerusuhan, di luar aparat kepolisian. Seluruh biaya pengobatan mereka ditanggung penuh oleh pemerintah daerah. “Kami pastikan semua korban sipil yang terluka mendapatkan penanganan medis gratis,” ujar Pramono.

Demonstrasi yang awalnya berlangsung damai berubah ricuh sejak Kamis (28/8), dipicu insiden meninggalnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan setelah dilindas kendaraan taktis Brimob. Peristiwa itu menyulut amarah publik hingga merembet ke berbagai daerah, termasuk pembakaran markas polisi dan gedung DPRD di sejumlah kota.

Pemerintah memastikan proses pemulihan fasilitas publik sudah berjalan. Selain perbaikan fisik, sebagai bentuk kompensasi, layanan Transjakarta dan MRT digratiskan selama satu pekan, dengan estimasi subsidi mencapai Rp 18 miliar.

Di Tengah Isu Mundur, Sri Mulyani Angkat Bicara soal Penjarahan Rumahnya

1

Nusavoxmedia.id – Ketegangan politik dan sosial semakin terasa setelah kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Bintaro, Tangerang Selatan, diserbu massa pada Minggu (31/8/2025) dini hari. Video yang tersebar luas di media sosial menunjukkan kelompok orang masuk ke rumah sang bendahara negara dan membawa kabur barang-barang, mulai dari elektronik hingga perlengkapan rumah tangga.

Isu kian memanas ketika muncul kabar bahwa Sri Mulyani mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto. Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto langsung menepis rumor itu. “Ibu Sri hadir dalam rapat kabinet, jadi kabar soal mundur itu tidak benar,” ucapnya singkat saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, dikutip dari DetikFinance.

Airlangga juga dimintai tanggapan terkait dampak isu mundurnya Sri Mulyani terhadap pasar keuangan, tetapi ia memilih berhati-hati. “Nanti kita lihat situasinya dulu,” katanya.

Sementara itu, Sri Mulyani sendiri akhirnya angkat bicara melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin (1/9). Ia menyampaikan terima kasih atas doa dan simpati publik, seraya menegaskan bahwa semua kritik, bahkan makian sekalipun, akan dijadikan bahan untuk berbenah. “Membangun Indonesia adalah perjuangan yang penuh risiko. Saya disumpah untuk menjalankan UUD 1945, bukan selera pribadi,” tulisnya.

Baca Juga: Demo Indonesia 2025: Gelombang Amarah Rakyat dan Krisis Legitimasi Negara

Dalam pernyataannya, Sri Mulyani mengingatkan bahwa sistem demokrasi memberi ruang untuk mengoreksi kebijakan lewat jalur hukum, bukan dengan tindakan anarkis. Ia menekankan bahwa UU disusun secara transparan bersama DPR, DPD, dan partisipasi masyarakat, sehingga jika ada keberatan seharusnya ditempuh melalui judicial review ke Mahkamah Konstitusi. “Kita perbaiki demokrasi dengan cara beradab, bukan dengan intimidasi atau kekerasan,” ungkapnya.

Sri Mulyani juga meminta maaf atas segala kekurangan dan mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan. “Mari kita bangun negeri ini bersama, bukan dengan menjarah atau membakar. Kritik itu penting, tapi jangan sampai mengkhianati perasaan publik,” ujarnya.

Sebelumnya, Sri Mulyani juga menjadi sorotan karena pernyataan tentang kesejahteraan guru dan dosen yang dianggap menyinggung. Video yang beredar luas kemudian diklarifikasi Kementerian Keuangan sebagai hasil manipulasi digital (deepfake). Selain itu, namanya terseret dalam isu tunjangan rumah DPR yang memicu gelombang protes besar di Jakarta.

Pascaperistiwa penjarahan, aparat keamanan bersama TNI diturunkan untuk menjaga kediaman Sri Mulyani dan lingkungan sekitar. Meski kabar pengunduran dirinya sempat berembus kencang, hingga kini ia tetap menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih.

Liverpool Pecahkan Rekor Transfer, Alexander Isak Tinggalkan Newcastle

1

Nusavoxmedia.id – Drama panjang transfer Alexander Isak akhirnya menemukan ujungnya. Striker asal Swedia itu dipastikan meninggalkan Newcastle United dan bergabung dengan Liverpool dalam kesepakatan fantastis senilai £130 juta atau setara Rp2,8 triliun. Angka tersebut menjadikan Isak sebagai pemain termahal dalam sejarah Premier League, melampaui rekor sebelumnya milik Florian Wirtz yang juga dibeli The Reds dari Bayer Leverkusen musim lalu.

Kesepakatan tercapai setelah negosiasi berbulan-bulan antara dua klub Inggris itu. Pada awal Agustus, tawaran Liverpool di angka £110 juta sempat ditolak mentah-mentah. Newcastle kala itu bersikeras hanya akan melepas sang penyerang jika ada klub yang berani menawar mendekati £150 juta. Namun, setelah The Magpies berhasil mendapatkan penyerang muda Nick Woltemade dari Bundesliga, pintu keluar bagi Isak mulai terbuka.

Jurnalis Fabrizio Romano menyebutkan, Senin (1/9/2025), bahwa Isak saat ini tengah bersiap menjalani tes medis sebelum menandatangani kontrak jangka panjang di Anfield. “Semua detail utama sudah disepakati, tinggal menunggu pemeriksaan medis untuk merampungkan transfer,” tulisnya di media sosial.

Baca Juga: Manchester United Lepas Garnacho ke Chelsea, Kontrak Panjang Disepakati

Kepindahan ini bukan tanpa drama. Isak sejak awal musim panas sudah menyatakan ingin meninggalkan St. James’ Park. Ia bahkan absen dari tur pramusim Newcastle dan memilih berlatih dengan mantan klubnya, Real Sociedad. Dalam pernyataan publik, penyerang 25 tahun itu menuding manajemen Newcastle ingkar janji serta menyesatkan suporter, sehingga hubungannya dengan klub retak.

Kedatangan Isak diyakini bakal menambah kedalaman skuad sekaligus menjaga ambisi Liverpool mempertahankan supremasi domestik maupun Eropa setelah musim lalu menjuarai Piala Dunia Antarklub dan UEFA Conference League.

Newcastle, di sisi lain, kini berpacu dengan waktu untuk mencari pengganti. Meski sudah mendatangkan Woltemade, klub masih berburu satu striker lagi. Nama Yoane Wissa (Brentford) dan Jorgen Strand-Larsen (Wolves) disebut masuk daftar incaran.

Isak sendiri tak menyembunyikan kegembiraannya. Ia menyebut Liverpool sebagai langkah berikutnya yang paling tepat dalam kariernya. Dengan kontrak yang mengikat hingga 2032, Isak diproyeksikan menjadi tulang punggung lini depan The Reds dalam jangka panjang.

Demo Indonesia 2025: Gelombang Amarah Rakyat dan Krisis Legitimasi Negara

1

Nusavoxmedia.id – Gelombang demonstrasi yang berlangsung sejak 25 Agustus 2025 merebak dari Jakarta ke banyak kota lain. Pemicu awalnya adalah tunjangan rumah anggota DPR sebesar Rp50 juta/bulan, yang oleh publik dipandang tak peka terhadap kondisi ekonomi. Pihak parlemen kemudian menyebut skema itu hanya berlaku hingga Oktober 2025, namun protes telanjur membesar.

Letupan emosi melonjak setelah Affan Kurniawan (21), pengemudi ojol, tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) polisi di sekitar kompleks parlemen. Aksi solidaritas dan kemarahan merambat ke berbagai titik, dari Senayan dan Kwitang di Jakarta hingga Makassar, Surabaya, Bandung.

Presiden Prabowo Subianto membatalkan kunjungan ke Tiongkok untuk menangani krisis, sementara platform seperti TikTok menonaktifkan siaran langsung di Indonesia guna membatasi penyebaran konten bermasalah.

Dampak di lapangan kian nyata. Di Makassar, gedung DPRD dibakar dan menewaskan sedikitnya empat orang serta beberapa orang mengalami luka. Di Jakarta, infrastruktur transportasi rusak, gerbang tol ditutup sementara. Di sekitar Mako Brimob Kwitang, terjadi bentrokan serta insiden penjarahan terbatas di sejumlah ruko. Ratusan penangkapan dilaporkan sebagai bagian dari penertiban.

Baca Juga: Kericuhan Demo di Makassar Berujung Tragedi, Gedung DPRD Dibakar dan Tiga Orang Tewas

Penjarahan Sebagai Bahasa Politik

Malam 30 Agustus menjadi salah satu titik paling dramatis dalam rangkaian demonstrasi. Amarah massa tidak lagi hanya tertuju pada gedung-gedung pemerintah, tetapi merembet ke rumah sejumlah figur publik. Di Tanjung Priok, kediaman Ahmad Sahroni, wakil rakyat yang dikenal dengan gaya hidup mewah, digeruduk massa. Patung Iron Man, mobil Tesla, hingga Lexus miliknya dirusak dan dijarah. Rekaman aksi itu cepat menyebar di media sosial, disertai teriakan lantang massa yang menyebut “duit rakyat” sebagai simbol perlawanan terhadap privilese elit.

Di Jakarta Selatan, rumah anggota DPR sekaligus komedian Eko Patrio juga tak luput dari serangan. Massa memecah masuk, meninggalkan kerusakan besar pada bangunan yang selama ini diasosiasikan dengan status dan kekuasaan. Sementara itu, rumah Uya Kuya ikut jadi sasaran. Bukan hanya harta benda, bahkan kucing peliharaannya pun raib di tengah kekacauan. “Aku ikhlas aja,” ucap Uya setelah kejadian, meski ia menyayangkan hewan peliharaannya ikut menjadi korban. Polisi kemudian mengumumkan telah menangkap tujuh orang yang diduga terlibat dalam penjarahan tersebut.

Aksi serupa juga menyentuh beberapa figur lain seperti rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani dan kediaman Ketua DPR Puan Maharani menjadi pusat kerumunan. Deretan peristiwa ini memperlihatkan bagaimana protes yang semula berfokus pada kebijakan berubah menjadi ledakan sosial, di mana rumah-rumah para elite dijadikan medium ekspresi kemarahan kolektif.

Baca Juga: Tragedi Ojol Tewas Dilindas Rantis, BEM SI dan BEM UI Serukan Gelombang Aksi Nasional

Sinyal Garis Keras dari Aparat

Di level kebijakan, otoritas semakin memperlihatkan garis keras. Kapolri dan Panglima TNI secara terbuka diminta untuk mengambil langkah tegas terhadap aksi-aksi yang dilabeli sebagai anarkis. Narasi ini sekaligus memberi sinyal bahwa negara menyiapkan instrumen kekuatan sebagai jawaban utama atas eskalasi protes.

Namun di lapangan, komando pengamanan di Jakarta menegaskan bahwa personel tidak dibekali senjata api dalam pengamanan demonstrasi tertentu. Aparat hanya menggunakan tahapan bertingkat, mulai dari imbauan lisan, perisai, hingga gas air mata, sesuai prosedur internal. Artinya, secara hukum memang terbuka ruang bagi penggunaan kekuatan bersenjata, tetapi praktiknya diklaim tetap dibatasi dan memerlukan izin khusus dari pimpinan.

Meski demikian, pernyataan resmi itu tidak serta-merta meredam kekhawatiran publik. Bagi banyak orang, sinyal garis keras dianggap sebagai upaya negara mempertebal jarak dengan rakyat. Setiap tembakan gas air mata yang menghantam kerumunan bukan sekadar prosedur keamanan, tetapi juga simbol bahwa negara lebih memilih kekuatan koersif dibandingkan dialog.

Membaca Krisis Ini dengan Pisau Analisis Bakunin

1. Negara sebagai mesin dominasi dan krisis legitimasi
Mikhail Bakunin menilai negara cenderung memusatkan kuasa pada minoritas (kelompok kecil elit penguasa) yang menikmati privilese, sementara mayoritas (rakyat) menanggung beban. Di sini terlihat, bahwa paket tunjangan DPR yang meski dibatasi periodenya menjadi simbol jarak sosial-politik (kesenjangan antara rakyat dan wakilnya). Meskipun kebijakan ini “benar secara prosedural” (sesuai aturan hukum) tetapi gagal memenuhi rasa keadilan.

Ketika tragedi Affan terjadi, akumulasi ketidakpuasan menemukan titik api moral (momen pemicu yang membuat amarah rakyat meledak), sehingga negara tak lagi dipersepsikan sebagai pelindung, melainkan aktor yang gagap melayani dan sigap menindak.

Respons resmi dari pemerintah terlihat dari pernyataan bahwa aparat diperbolehkan menggunakan senjata (meski dibatasi prosedur) hingga sinyal garis keras lain. hal ini menunjukkan negara lebih fokus menjaga ketertiban dengan kekuatan koersif (pemaksaan), ketimbang merawat legitimasi (kepercayaan rakyat) yang sudah tergerus.

2. Spontanitas Massa dan Solidaritas Tanpa Pemimpin
Bakunin percaya bahwa kekuatan perubahan sejati lahir dari solidaritas spontan (kebersamaan yang muncul alami) di antara kelompok tertindas, bukan dari arahan elite politik yang terpusat. Mungkin, itulah yang sekarang terlihat di jalanan yaitu mahasiswa, buruh, pengemudi ojol, serta warga biasa saling terhubung secara organik. Mereka membangun front emosi kolektif (gelombang kemarahan dan rasa senasib) tanpa figur tunggal yang mengatur.

Penyebaran aksi ke berbagai kota, hingga prosesi pemakaman Affan yang diiringi rekan-rekan seprofesi, memperlihatkan adanya jaringan empatik (ikatan emosional) yang menjadi energi utama mobilisasi. Energi ini sulit dipatahkan hanya dengan teknik disiplin aparat seperti barikade, water cannon, atau gas air mata, karena ia bersumber dari rasa ketidakadilan yang dirasakan bersama.

3. Kekerasan sebagai Respons terhadap Penindasan Struktural
Bakunin tidak pernah mengagungkan kekerasan, melainkan melihatnya sebagai akibat dari relasi dominasi (hubungan timpang antara penguasa dan yang dikuasai). Karena itu, aksi massa seperti pembakaran gedung parlemen daerah, perusakan gerbang tol, penyerangan fasilitas publik, hingga penjarahan rumah para elite politik bukan sekadar tindakan brutal, melainkan dapat dibaca sebagai simbol penolakan terhadap struktur sosial-politik yang dianggap tidak adil. Rumah-rumah mewah milik pejabat menjadi target karena dipersepsikan sebagai lambang privilese (hak istimewa) yang kontras dengan penderitaan rakyat banyak.

Di sisi lain, tindakan represif oleh aparat seperti tembakan gas air mata, penyisiran wilayah protes, dan penangkapan massal justru memperkuat siklus eskalasi (lingkaran kekerasan yang saling membalas). Dalam pandangan Bakunin, setiap represi negara sering kali malah menyatukan massa ketimbang memecah mereka, terutama ketika muncul martir (korban yang meninggal atau terluka parah, seperti Affan) yang menegaskan bahwa sistem boleh jadi “sah” di atas kertas (legal secara hukum), tetapi tetap terasa tidak adil dalam kenyataan sehari-hari.

4. Titik Bahaya: Kooptasi dan Kriminalisasi
Bakunin memperingatkan adanya dua bahaya besar dalam gerakan rakyat. Pertama adalah kooptasi (penjinakan gerakan melalui negosiasi elite), yaitu ketika energi massa yang lahir dari kemarahan ditarik masuk ke meja perundingan dan direduksi menjadi sekadar janji teknokratis (janji prosedural yang jauh dari kebutuhan rakyat sehari-hari). Kedua adalah kriminalisasi, yaitu upaya memberi label bahwa seluruh gerakan hanyalah “anarkis” atau “perusuh,” sehingga aspirasi sah ikut tenggelam.

Narasi resmi tentang “langkah tegas sesuai Undang-undang” pada dasarnya berarti aparat diberi legitimasi hukum untuk melakukan tindakan keras, mulai dari penangkapan massal, pembubaran paksa, penggunaan gas air mata, water cannon, hingga, dalam kondisi tertentu, peluru karet atau peluru tajam. Dengan kata lain, hukum dijadikan pagar legal bagi kekerasan negara.

Bagi Bakunin, inilah bentuk nyata bagaimana hukum dijadikan alat delegitimasi (meniadakan legitimasi moral gerakan) sekaligus sarana disiplin (mengendalikan masyarakat dengan ancaman hukuman). Ditambah derasnya disinformasi dan kejadian liar di lapangan, framing bahwa protes hanyalah “kerusuhan” makin mudah terbentuk, sehingga menenggelamkan aspirasi yang sebenarnya lebih luas yaitu soal upah, biaya hidup, dan layanan publik.

5. Jalan Keluar: Federasi Tuntutan, Bukan Sekadar Ledakan Emosi
Bagi Bakunin, alternatif dari negara yang hierarkis (bertingkat dan dikuasai elite) adalah asosiasi horizontal, yakni federasi komunitas atau serikat yang mengatur kebutuhan nyata rakyat secara bersama-sama tanpa dominasi satu pihak. Dalam kerangka sekarang, artinya amarah di jalanan tidak boleh berhenti sebagai kemarahan sesaat, melainkan harus diubah menjadi platform tuntutan minimum yang disepakati lintas kelompok.

Tuntutan itu bisa meliputi evaluasi menyeluruh prosedur penggunaan kekuatan aparat; pengungkapan investigasi kematian Affan secara transparan dan independen; audit kebijakan privilese pejabat dan perbaikan skema kompensasi agar lebih proporsional dan akuntabel; penyediaan kanal pengaduan yang efektif bagi korban kekerasan aparat; serta perlindungan ruang sipil (hak masyarakat untuk berkumpul dan berpendapat) tanpa mudah dicap sebagai “anarkis.”

Tentu, usulan federasi tuntutan horizontal ini sangat idealis dan sejalan dengan pandangan Bakunin. Namun dalam konteks Indonesia, penerapannya menghadapi hambatan besar seperti fragmentasi antar kelompok protes, perbedaan kepentingan, serta tantangan logistik dan keamanan. Meski sulit diwujudkan secara penuh, gagasan ini tetap penting sebagai arah cita-cita yaitu sebuah arah yang dapat menginspirasi agar energi protes tidak berhenti di jalanan, melainkan dirajut menjadi solidaritas yang lebih permanen.

Tanpa langkah konkret semacam itu, negara hanya akan mengatasi gejala (misalnya membubarkan massa atau menutup akses jalan), tetapi membiarkan akar masalah, yakni ketimpangan kuasa dan ekonomi yang tetap bakal tumbuh dan berpotensi meledak lagi di kemudian hari.

Penutup: Krisis Legitimasi, Benih Revolusi

Gelombang demonstrasi yang dipicu tunjangan DPR, tragedi kematian Affan, hingga penjarahan rumah-rumah elite memperlihatkan wajah asli ketegangan sosial yang sedang terjadi di Indonesia sekarang ini yaitu ketidakadilan struktural yang menumpuk dan meledak dalam bentuk perlawanan. Dalam pisau analisis Bakunin, negara tampil gamblang sebagai mesin dominasi yang sigap menindak dengan legitimasi hukum, tetapi gagap menjawab kebutuhan riil rakyat.

Dari perspektif Bakunin, situasi semacam ini selalu mengandung paradoks. Setiap kali negara merespons dengan represi, ia memang bisa meredam gejolak sesaat, tetapi di saat yang sama ia menanam benih perlawanan yang lebih luas. Semua dinamika yang tergambar dari poin-poin sebelumnya bisa bertransformasi menjadi basis perubahan yang lebih radikal jika tidak segera diatasi.

Jalan keluar bagi pemerintah seharusnya bukan menambah lapis kekerasan, melainkan memulihkan legitimasi dengan langkah nyata yang dapat dirasakan publik. Tanpa itu, negara hanya sibuk mengobati gejala, bukan menyentuh akar masalah.

Bakunin mengingatkan bahwa jika akar ketidakadilan dibiarkan, represi justru menjadi bahan bakar revolusi. Dengan kata lain, pilihan pemerintah hari ini akan menentukan, apakah gelombang demonstrasi yang sedang berlangsung ini akan tercatat nantinya sebagai letupan yang reda, atau justru sebagai awal dari transformasi sosial yang lebih mendasar.

Kericuhan Demo di Makassar Berujung Tragedi, Gedung DPRD Dibakar dan Tiga Orang Tewas

2

Nusavoxmedia.id – Situasi di Makassar memanas pada Jumat malam (29/8/2025) ketika aksi demonstrasi yang awalnya digelar mahasiswa di depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) berubah ricuh. Massa yang bergerak dari Jalan AP Pettarani menuju Kantor DPRD Kota Makassar membakar ban, merusak pagar, dan mengadang kendaraan besar untuk dijadikan panggung orasi.

Kerusuhan semakin sulit dikendalikan ketika gedung DPRD Makassar diserbu. Api melalap area parkir setelah massa membakar sejumlah motor dan mobil yang ada di dalam kompleks. “Enam sepeda motor ditarik keluar lalu dibakar. Setelah itu api merembet ke gedung,” tutur salah seorang saksi mata, dikutip dari Liputan6. Dari luar gedung terdengar pekikan massa yang berulang kali meneriakkan “revolusi”.

Tragedi tidak dapat dihindari. Beberapa orang yang terjebak di dalam gedung berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dari lantai atas. Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah, Syaiful, dan seorang anggota Satpol PP menjadi korban setelah mencoba keluar dari lantai tiga. Mereka sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Baca Juga: Prabowo Kecam Insiden Ojol Tewas Dilindas Rantis, Janji Usut Tuntas dan Jamin Keluarga Korban

Kepala Bagian Humas DPRD Makassar, Syahril, menyebut ada pula korban yang meninggal di tempat akibat terjebak kobaran api. Salah satunya adalah staf pendamping anggota dewan, bernama Sarina. “Ada yang terjebak di lantai dua. Satu meninggal karena terbakar,” jelasnya.

Kepala BPBD Makassar, M. Fadli Tahar, menambahkan data terakhir mencatat tiga korban jiwa, sementara lima orang lainnya mengalami luka serius. “Tiga korban meninggal, dua pria dan satu perempuan. Tiga lainnya dalam kondisi kritis,” ujarnya.

Tidak berhenti di situ, amarah massa meluas ke titik lain. Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan Kejaksaan Tinggi Sulsel ikut menjadi sasaran. Pos polisi di persimpangan Jalan Pettarani–Jalan Sultan Alauddin dibakar setelah sebelumnya dilempari batu.

Baca Juga: Tragedi Ojol Tewas Dilindas Rantis, BEM SI dan BEM UI Serukan Gelombang Aksi Nasional

Kerusuhan ini dipicu oleh dua isu besar yaitu protes kenaikan tunjangan anggota DPR serta kemarahan atas meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang sehari sebelumnya dilindas kendaraan taktis Brimob saat aksi di Pejompongan, Jakarta. Peristiwa itu memantik solidaritas mahasiswa dan masyarakat di Makassar, yang kemudian meluas menjadi kerusuhan besar.

Prabowo Kecam Insiden Ojol Tewas Dilindas Rantis, Janji Usut Tuntas dan Jamin Keluarga Korban

1

Nusavoxmedia.id – Tragedi yang menimpa pengemudi ojek online Affan Kurniawan di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8/2025) malam, memantik reaksi keras dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menyampaikan duka mendalam sekaligus rasa kecewa terhadap tindakan aparat melalui keterangan video di akun YouTube Kementerian Sekretariat Negara RI, Jumat (29/8).

“Saya sangat prihatin dan sedih atas peristiwa ini. Saya terkejut dengan tindakan berlebihan petugas,” ucap Prabowo.

Kepala Negara menegaskan bahwa kasus tersebut tidak boleh berhenti begitu saja. Ia menginstruksikan agar insiden itu diusut tuntas dan transparan. Bahkan, ia menekankan aparat yang terbukti bersalah akan dikenakan sanksi hukum paling tegas. “Mereka yang terbukti melanggar akan bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.

Baca Juga: Tragedi Ojol Tewas Dilindas Rantis, BEM SI dan BEM UI Serukan Gelombang Aksi Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga almarhum Affan. Pemerintah, kata dia, akan memberi perhatian khusus terhadap keluarga korban. “Kehidupan orang tua maupun saudara-saudara almarhum akan dijamin negara,” tambahnya.

Sebelumnya,Insiden ini terjadi ketika aparat Brimob tengah mengamankan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR yang berujung ricuh. Rantis yang melintas diduga menabrak Affan hingga tewas di tempat. Sejumlah saksi menyebut korban dilindas oleh Rantis itu padahal seharusnya masih bisa mundur.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga telah menemui keluarga korban di RSCM pada Jumat dini hari. Dengan wajah muram, ia meminta maaf secara langsung kepada keluarga almarhum. “Saya menyampaikan belasungkawa dan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas musibah ini,” ujarnya.

Baca Juga: Kapolri Listyo Sigit Prabowo Minta Maaf ke Keluarga Ojol Korban Rantis Brimob

Dalam pesannya, Presiden Prabowo juga mengingatkan publik untuk tetap tenang. Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat tetap bisa disampaikan dengan cara yang sah, namun harus dihindari upaya-upaya provokasi yang berpotensi menimbulkan kekacauan. “Kita tidak boleh memberi ruang bagi pihak-pihak yang ingin menimbulkan huru-hara,” jelasnya.

Prabowo menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa bangsa Indonesia tengah berbenah untuk menjadi negara yang kuat, mandiri, dan sejahtera. Ia mengajak seluruh rakyat untuk tetap bersatu menghadapi situasi sulit ini.