Eceng Gondok Diolah Jadi Biogas di Karawang, 13 UMKM Manfaatkan Energinya

Nusavoxmedia.id – Tanaman eceng gondok yang kerap dianggap sebagai gulma dan mengganggu ekosistem perairan ternyata memiliki nilai guna sebagai sumber energi alternatif. Di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, limbah tanaman tersebut diolah menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan memasak.

Pemanfaatan eceng gondok menjadi biogas ini merupakan bagian dari program Desa Energi Berdikari (DEB) Walahar yang dikembangkan PT Pertamina (Persero).

Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita mengungkapkan, pengolahan limbah eceng gondok menjadi energi alternatif telah diterapkan di kawasan Danau Cinta, Karawang. Inovasi tersebut menjadi salah satu upaya memanfaatkan potensi lokal sekaligus mengembangkan energi terbarukan di tingkat desa.

“Di Karawang juga ada di mana mereka menggunakan limbah eceng gondok. Jadi, eceng gondok selama ini kita kenal sebagai limbah kemudian diolah menjadi biogas dan ini bisa digunakan untuk memasak,” ujarnya. Dilansir detikFinance.

Berdasarkan materi Pertamina, pengelolaan tersebut mampu mengolah sekitar 18 ton limbah eceng gondok setiap tahun dari kawasan Danau Cinta Karawang. Energi yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan oleh 13 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.

Arya menjelaskan, program Desa Energi Berdikari tidak hanya berorientasi pada penyediaan energi alternatif. Pengolahan limbah eceng gondok juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk melalui pengembangan ekowisata Danau Cinta Eco Resort.

Dari kegiatan tersebut, pendapatan masyarakat disebut mencapai ratusan juta rupiah setiap tahun.

“Jadi impact ekonomi sudah sampai Rp 340 juta per tahun pendapatan masyarakat bisa meningkat jadi ini beberapa contoh yang bisa kita sampaikan bahwa dan ini banyak tempat lain, tadi ada beberapa tempat juga,” katanya.

Arya menyampaikan hal tersebut dalam acara Pertamina Talk Episode 3 yang digelar di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026).

Sebagai informasi, Pertamina telah mengembangkan 310 Desa Energi Berdikari sejak 2018 melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini mendorong masyarakat desa memanfaatkan sumber energi terbarukan berdasarkan potensi yang tersedia di masing-masing wilayah.

Melalui pengembangan program tersebut, Pertamina mencatat nilai tambah ekonomi mencapai sekitar Rp 26 miliar per tahun. Adapun jumlah masyarakat yang telah menerima manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung, mencapai sekitar 283 ribu orang.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kunjungi Media Sosial Kami

440PengikutMengikuti
2,430PelangganBerlangganan

Latest Articles