Bahasa Inggris Wajib Kelas 3 SD Mulai 2027, 58 Ribu Guru Disiapkan

Nusavoxmedia.id– Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai mempersiapkan penerapan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 sekolah dasar (SD) pada 2027. Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah meningkatkan kemampuan guru SD dalam mengajar bahasa Inggris.

Program peningkatan kompetensi tersebut dilaksanakan melalui bantuan pemerintah bertajuk Pengembangan Kompetensi Guru SD dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI). Program ini dirancang dalam bentuk pelatihan singkat selama 10 hari yang ditujukan bagi guru kelas 3 SD.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan, pelaksanaan program tersebut melibatkan perguruan tinggi yang memiliki program studi pendidikan bahasa Inggris. Dari total 107 perguruan tinggi yang ditawarkan untuk berpartisipasi, sebanyak 101 kampus menyatakan kesediaannya.

“Ini melibatkan semua perguruan tinggi yang memiliki prodi bahasa Inggris, baik negeri maupun swasta,” tuturnya dalam acara Koordinasi dan Penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bantuan Pemerintah Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI) di Hotel Merlynn Park, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2026).

Nunuk menjelaskan, program PKGSD MBI direncanakan menjangkau 58.482 sekolah yang tersebar di 19 provinsi, 227 kabupaten/kota, dan 2.717 kecamatan. Setiap sekolah akan mengirimkan satu guru untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Dengan skema itu, sebanyak 58.482 guru kelas 3 SD ditargetkan mendapatkan peningkatan kompetensi sebelum kebijakan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib diterapkan.

Untuk memastikan program berjalan sesuai sasaran, Kemendikdasmen telah menyiapkan pemetaan sekolah penerima bantuan sekaligus pembagian wilayah pelaksanaan bagi perguruan tinggi yang terlibat.

Perguruan tinggi nantinya memiliki sejumlah tanggung jawab, mulai dari mengelola bantuan pemerintah, menyiapkan fasilitator dan sumber daya pelatihan, menyelenggarakan kegiatan, hingga menyusun laporan pelaksanaan serta mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran.

“Melalui pembagian peran ini dan koordinasi ini, diharapkan pelaksanaan program dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan tetap menjaga kualitas pelatihan,” jelas Nunuk. Dilansir detikNews.

Pelatihan guru tersebut berlangsung selama 10 hari dengan total 80 jam pelajaran. Kegiatan dibagi menjadi pembelajaran tatap muka dan pelatihan mandiri.

Dalam sesi tatap muka, para guru akan mendapatkan penguatan pemahaman materi, penyusunan perangkat pembelajaran, praktik mengajar, hingga pengembangan strategi pembelajaran bahasa Inggris yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.

Pelaksanaannya menggunakan skema perguruan tinggi mendatangi sekolah atau wilayah yang menjadi sasaran program. Mekanisme ini dipilih agar guru tetap dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar sebelum mengikuti pelatihan.

“Bukan mengirim guru ke sekolah, tapi para pengajar itu datang ke lokasi karena supaya guru-guru tetap bisa mengajar jam pertama, kedua, ketiga setelah itu boleh mulai pelatihan. Jadi esensinya meskipun pelatihan guru, mereka tidak meninggalkan siswanya,” sampai Nunuk.

Selain melibatkan perguruan tinggi, Kemendikdasmen juga akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan di tingkat kabupaten/kota pada wilayah sasaran. Kampus yang berpartisipasi dapat mengoptimalkan sumber daya masing-masing, termasuk memanfaatkan fasilitator dan alumni program PKGSD MBI yang telah disiapkan pemerintah.

Pemanfaatan sumber daya tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan serta ketersediaan tenaga pendukung di setiap wilayah pelaksanaan.

Nunuk berharap keterlibatan perguruan tinggi dapat memperluas jangkauan pelatihan sekaligus mengoptimalkan kapasitas akademik, keilmuan, dan sumber daya manusia yang dimiliki kampus.

“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya mendukung terlaksananya pelatihan, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi berkelanjutan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk melalui pendampingan kepada guru sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat,” ucapnya.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kunjungi Media Sosial Kami

440PengikutMengikuti
2,430PelangganBerlangganan

Latest Articles