Tesla Roadster Pakai Teknologi Roket SpaceX, Bisa Melayang?

Nusavoxmedia.id – Tesla Roadster kembali menarik perhatian berkat teknologi pendorong yang diadaptasi dari pengembangan roket SpaceX. Sistem tersebut diklaim memungkinkan mobil listrik besutan Elon Musk itu menghasilkan gaya dorong tambahan, bahkan melakukan gerakan melayang dan terangkat ke udara dalam demonstrasi.

Kemampuan ini mengingatkan pada mobil DeLorean dalam film Back to the Future. Namun, teknologi yang digunakan Tesla Roadster bukan sekadar efek visual, melainkan mengandalkan sistem pendorong berbasis gas bertekanan tinggi.

Dikutip dari MotorTrend, Tesla Roadster memanfaatkan teknologi cold gas thruster (CGT), yaitu sistem yang menghasilkan gaya dorong melalui semburan gas bertekanan tinggi. Berbeda dengan mesin roket konvensional, sistem ini tidak menggunakan proses pembakaran untuk menghasilkan dorongan.

Secara teknis, sistem CGT terdiri atas tangki penyimpanan gas, pipa penyalur, katup pengatur, serta sejumlah nosel untuk mengarahkan semburan gas. Salah satu komponen pentingnya adalah composite-overwrapped pressure vessel (COPV), yakni tangki bertekanan tinggi yang dilapisi material komposit, seperti serat karbon.

Tangki berbentuk bulat berwarna hitam tersebut ditempatkan di belakang dua kursi depan. Kapasitasnya diperkirakan mencapai 200 liter, dengan tekanan gas hingga 10.000 psi.

Gas yang digunakan terutama berupa nitrogen. Gas bertekanan itu dialirkan melalui jaringan pipa menuju empat nosel di bagian belakang kendaraan.

Ketika gas disemburkan ke arah belakang, reaksi yang dihasilkan menciptakan gaya dorong ke depan. Prinsip kerjanya menyerupai roket, tetapi dengan memanfaatkan gas bertekanan tanpa pembakaran bahan bakar.

Wakil Presiden Teknik Kendaraan Tesla, Lars Moravy, menjelaskan bahwa keseragaman panjang pipa dan jalur distribusi gas menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan aliran menuju setiap nosel.

Apabila aliran gas dari sisi kiri dan kanan tidak seimbang, kendaraan berisiko mengalami perubahan arah atau berputar di luar kendali. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, sistem dilengkapi katup dan aktuator yang berfungsi mengatur aliran gas dari tangki menuju nosel.

Material yang digunakan juga dirancang untuk menghadapi tekanan tinggi sekaligus menjaga bobot kendaraan tetap terkendali. Pipa dan nosel dibuat menggunakan titanium serta Inconel, material yang dikenal memiliki kekuatan tinggi dan mampu bertahan dalam kondisi ekstrem.

Tesla mengklaim Roadster dapat berakselerasi dari posisi diam hingga 60 mil per jam atau sekitar 96 kilometer per jam hanya dalam 0,8 detik dengan bantuan sistem pendorong tersebut. Klaim ini menunjukkan besarnya gaya dorong tambahan yang dibutuhkan untuk mencapai akselerasi ekstrem.

Selain sistem pendorong berbasis gas, Roadster disebut mengandalkan dua motor listrik di bagian belakang dengan total daya sekitar 1 megawatt (MW), setara 1.341 tenaga kuda (Tk).

Kendaraan ini juga dilengkapi sistem kipas pengisap yang menghasilkan gaya tekan ke arah permukaan jalan. Teknologi tersebut bertujuan meningkatkan daya cengkeram ban sehingga mobil tetap stabil saat berakselerasi.

Berdasarkan perhitungan kasar MotorTrend, kedua motor listrik dapat menghasilkan gaya dorong sekitar 32,3 kilonewton (kN). Untuk memenuhi target akselerasi yang diklaim Tesla, sistem pendorong berbasis gas diperkirakan perlu menyumbangkan tambahan gaya sekitar 19,8 kN.

Konfigurasi sistem pendorong menjadi lebih kompleks ketika kendaraan dipersiapkan untuk demonstrasi melayang. Dalam konfigurasi tersebut, kapasitas tangki COPV ditambah sehingga total volume gas yang tersedia diperkirakan mencapai 600 liter.

Selain empat nosel di bagian belakang, terdapat enam nosel tambahan. Empat di antaranya diarahkan ke bawah untuk menghasilkan gaya angkat, sedangkan dua lainnya ditempatkan di bagian depan guna membantu mengendalikan gerakan berputar ke samping.

Susunan nosel tersebut memungkinkan kendaraan memperagakan sejumlah gerakan, mulai dari melayang, melompat, hingga berputar di udara. Meski demikian, kemampuan demonstrasi itu belum otomatis menjadikan Tesla Roadster sebagai mobil terbang yang dapat digunakan untuk perjalanan sehari-hari.

Aspek keselamatan, kestabilan kendaraan, durasi melayang, serta penerapan teknologi tersebut dalam kondisi berkendara nyata masih menjadi hal yang perlu diperjelas.

Dari sisi pasokan, gas bertekanan untuk sistem CGT secara teori dapat diperoleh melalui pemasok gas industri. Namun, ketersediaan gas saja tidak cukup untuk menjamin teknologi tersebut dapat diterapkan secara praktis dan aman pada kendaraan yang digunakan di jalan raya.

Sumber: Kompas.com

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kunjungi Media Sosial Kami

440PengikutMengikuti
2,430PelangganBerlangganan

Latest Articles