Banjir dan Galodo di Solok, Dua Warga Belum Ditemukan

Nusavoxmedia.id – Dua warga dilaporkan masih hilang setelah bencana galodo menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (21/9/2026) malam. Hingga Selasa (22/9/2026), petugas belum menerima laporan adanya korban meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Komandan Posko Galodo Solok, Indra Mukhsis, mengatakan dua warga yang masih dalam pencarian yakni Dafa (21) dan Agusra (59). Berdasarkan informasi yang diterima posko, keduanya berada di Jorong Kayu Aro ketika galodo terjadi.

“Data yang kami himpun di posko, kami mendapat informasi dua orang belum ditemukan,” Di lansir Kompas.com, Selasa.

“Yang belum ditemukan pertama atas nama Dafa, 21 tahun, dan Agusra, umur 59 tahun. Keduanya diketahui sedang berada di Jorong Kayu Aro,” ujarnya.

Indra menyebut hingga saat ini belum ada informasi mengenai korban meninggal dunia. Tim gabungan masih diterjunkan untuk mencari dua warga yang belum ditemukan sekaligus melakukan pendataan terhadap dampak bencana di sejumlah titik.

Sementara itu, sejumlah warga yang terdampak galodo telah meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang dinilai lebih aman. Camat Gunung Talang mengatakan sebagian pengungsi ditampung di rumah dinas Wakil Bupati Solok.

“Yang mengungsi di rumah dinas Wabup ada enam KK, kemudian ada satu KK juga di lokasi lainnya. Sementara tujuh,” kata Camat Gunung Talang.

Menurut dia, pendataan terhadap warga terdampak maupun kondisi wilayah masih berlangsung. Untuk sementara, wilayah yang mengalami konsentrasi dampak galodo berada di Nagari Batang Barus.

Dampak bencana juga dilaporkan terjadi di kawasan Perumahan Nuansa Griya Arosuka. Petugas masih memantau sejumlah lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya dampak lanjutan.

Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Solok hingga Selasa (22/9/2026), material longsor telah berdampak pada sejumlah wilayah nagari, terutama Nagari Batang Barus dan Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang.

Sebanyak 11 kantor pemerintahan dilaporkan terdampak material longsor. Selain itu, 21 mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan. Dua kendaraan, yakni satu mobil boks dan satu minibus, juga sempat terjebak material longsor.

Bencana tersebut turut menyebabkan empat orang mengalami luka-luka. Tiga korban menjalani perawatan di RSUD Arosuka, sementara satu korban lainnya dirujuk ke Semen Padang Hospital.

BPBD juga mencatat sebanyak sembilan keluarga atau 32 jiwa telah mengungsi di dua titik penampungan. Jumlah pengungsi dan warga terdampak masih dapat berubah karena proses pendataan di lapangan masih berlangsung.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kunjungi Media Sosial Kami

440PengikutMengikuti
2,430PelangganBerlangganan

Latest Articles