Nusavoxmedia.id – Komisi III DPR RI mulai menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap para calon Hakim Agung dan calon Hakim Ad Hoc pada Mahkamah Agung (MA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Sebanyak 14 nama calon hakim pilihan Panitia Seleksi (Pansel) Komisi Yudisial (KY) menjalani tahapan akhir ini setelah melalui serangkaian proses seleksi yang ketat sejak Maret lalu.
Anggota Pansel KY Andi Muhammad Asrun menjelaskan bahwa proses seleksi diawali dari pendaftaran secara daring yang dibuka pada 26 Maret hingga 16 April 2026.
Dalam rentang waktu tersebut, tercatat sebanyak 175 orang mendaftar sebagai calon Hakim Agung, 40 orang sebagai calon Hakim Ad Hoc HAM, dan 60 orang sebagai calon Hakim Ad Hoc Tipikor.
“Setelah dilakukan seleksi administrasi, lolos administrasi calon Hakim Agung 139 orang, calon Hakim Ad Hoc HAM di Mahkamah Agung 20 orang, dan calon Hakim Ad Hoc Tipikor di Mahkamah Agung 60 orang,” ujar Andi dalam rapat tersebut. Di kutip dari kompas.com
Para peserta yang lolos verifikasi berkas kemudian mengikuti seleksi kualitas pada 5–6 Mei 2026, yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan serta tes kepribadian pada 3–5 Juni 2026. Dari tahapan ini, tersaring 36 calon Hakim Agung, 4 calon Hakim Ad Hoc HAM, dan 2 calon Hakim Ad Hoc Tipikor.
“Diakukan penelusuran rekam jejak dari tanggal 6 Mei sampai tanggal 26 Juli,” ucap dia.
Hasil penelusuran rekam jejak menyisakan 23 peserta, terdiri dari 19 calon Hakim Agung, 2 calon Hakim Ad Hoc HAM, dan 2 calon Hakim Ad Hoc Tipikor.
Para calon yang tersisa lantas mengikuti tahapan wawancara terbuka pada 3–7 Agustus 2026 yang menguji visi, misi, komitmen, kenegarawanan, integritas, wawasan hukum dan peradilan, hingga kompetensi sesuai kamar peradilan pilihan.
Dari seluruh proses panjang tersebut, Pansel KY akhirnya menetapkan 14 calon hakim terbaik untuk diserahkan ke DPR.
Adapun 14 nama yang mengikuti fit and proper test di Komisi III DPR mencakup empat calon Hakim Agung Kamar Pidana, yaitu Syamsul Arief, Sugiyanto, Sudharmawatiningsih, dan Dhifla Wiyani.
Untuk Kamar Perdata, terdapat dua nama yakni Sobandi dan Nurmaningsih, sedangkan Kamar Agama diisi oleh Musthofa dan Mamat Ruhimat.
Sementara itu, Kamar Tata Usaha Negara (Pajak) diisi oleh Maftuh Effendi, Hari Sih Advianto, dan Yeheskiel Minggus.
Untuk posisi Hakim Ad Hoc HAM, nama yang berproses adalah Edwin Partogi Pasaribu dan Roki Panjaitan, serta Sudiyo untuk posisi Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi.

