Nusavomedia.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya menyelamatkan generasi anak Indonesia dari stunting dan kekurangan gizi. Pernyataan itu disampaikan dalam sambutannya saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan gudang ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
Acara tersebut juga mencakup groundbreaking untuk sejumlah SPPG Polri lainnya, yang menandai perluasan infrastruktur pendukung program nasional ini.
Dalam acara itu, Presiden memerintahkan Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari untuk mengumpulkan klip video dari berbagai pihak yang meramalkan kegagalan MBG serta menuduh program itu sebagai penghinaan terhadap bangsa Indonesia.
“Pak Qodari tolong dikumpulin ya, video klip-video klip yang meramalkan kita pasti gagal,” kata Prabowo, dilansir kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Ia menyatakan keinginan untuk menonton video-video tersebut setiap malam guna merefleksikan tuduhan yang dilontarkan.
“Aku minta biar saya bisa tiap malam saya lihat-lihat. Enggak apa-apa. Apa iya saya menghina bangsa Indonesia?” tutur Prabowo, yang disambut tawa hadirin.
Baca Juga: Prabowo Yakin Program MBG di Jalan Benar Meski Dihujani Kritik dan Ejekan
Prabowo menepis tudingan tersebut dengan menjelaskan bahwa MBG semata-mata bertujuan memberikan asupan gizi layak bagi anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Saat ini, program itu telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat, tepatnya sekitar 60,2 juta orang.
Angka tersebut setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan setiap hari, atau 10 kali lipat penduduk Singapura, maupun dua kali lipat penduduk Malaysia setiap harinya.
Pelaksanaan MBG didukung sekitar 23.000 SPPG yang tersebar di 38 provinsi, termasuk yang dioperasikan oleh Polri. Capaian ini, menurut Presiden, membuktikan keseriusan pemerintah meskipun program tersebut kerap menjadi sasaran kritik sejak awal peluncuran.
Dalam pidatonya itu, Ia menegaskan bahwa kritik dan hinaan tidak akan menghentikan langkah pemerintah. Hasil nyata dari MBG, lanjutnya, akan menjadi bukti terbaik atas kebenaran program ini.
“Saya ingin mati di atas jalan kebenaran, saya ingin mati membela kebenaran, keadilan dan keselamatan rakyat saya. Ini kehormatan, kehormatan bagi seorang prajurit mati untuk rakyatnya masa saya mau menghina, tetapi sudah lah sekarang kita buktikan bersama,” pungkasnya.

