Nusavoxmedia.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tertekan tajam pada pembukaan perdagangan Rabu (28/1/2026), anjlok lebih dari 6 persen sejak awal sesi. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka turun 6,53 persen ke level 8.393,51 dari penutupan sebelumnya di 8.975,33. Indeks sempat bergerak fluktuatif di kisaran 8.393–8.600, jauh di bawah level psikologis 9.000.
Pergerakan pasar didominasi aksi jual. Hingga pagi hari, hanya sekitar 50–54 saham menguat, sementara lebih dari 600 saham melemah. Volume perdagangan mencapai miliaran saham dengan nilai transaksi triliunan rupiah. Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat utama IHSG, termasuk DSSA, BREN, BBCA, BYAN, dan BBRI, yang menyumbang penurunan signifikan pada poin indeks. Beberapa saham bahkan menyentuh batas auto reject bawah (ARB), seperti BUVA, RAJA, DEWA, PTRO, BRPT, dan BUMI.
Tekanan ini dipicu pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Selasa (27/1/2026) malam waktu GMT. MSCI menyatakan telah menyelesaikan konsultasi terkait penilaian free float saham Indonesia. Meski BEI telah melakukan perbaikan minor, MSCI menilai langkah tersebut belum cukup mengatasi kekhawatiran investor global terkait transparansi struktur kepemilikan saham.
MSCI menyoroti keterbatasan data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), terutama kategorisasi pemegang saham yang dinilai kurang andal. Kekhawatiran lain mencakup tingginya konsentrasi kepemilikan dan potensi perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu pembentukan harga wajar.
“Sejalan dengan kondisi tersebut, MSCI menerapkan perlakuan sementara atau interim treatment untuk sekuritas Indonesia yang berlaku efektif segera,” tulis MSCI dalam pengumumannya.
Kebijakan interim mencakup pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), tidak adanya penambahan saham Indonesia ke MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta penahanan migrasi saham dari Small Cap ke Standard.
Jika tidak ada kemajuan signifikan hingga Mei 2026, MSCI akan meninjau ulang status aksesibilitas pasar Indonesia.
“Jika hingga Mei 2026 tidak ada kemajuan signifikan, MSCI akan meninjau ulang status aksesibilitas pasar Indonesia, yang berpotensi berujung pada penurunan bobot saham Indonesia di MSCI Emerging Markets Index, atau reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market,” mengutip paparan Phintraco.
Pasar kini bersikap wait and see, menanti perkembangan perbaikan transparansi dari otoritas domestik serta keputusan kebijakan global yang memengaruhi arus modal ke emerging markets.


[3826]Juan365PH: The Philippines’ Top-Rated Online Casino for Best Slots, Sports Betting, and Easy GCash Login. Experience Juan365PH, the Philippines’ top-rated online casino. Play the best online slots, sports betting, and live casino games with a fast Juan365PH GCash casino login. Join the Philippines top rated gambling platform Juan365PH today for an unparalleled gaming experience! visit: juan365ph