Sultan Najamudin Minta Tambahan Anggaran untuk Penanganan Gempa NTT

Nusavoxmedia.id – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Najamudin meminta pemerintah pusat menambah dukungan anggaran bagi pemerintah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mempercepat penanganan dampak gempa bumi.

Menurut Sultan, tambahan anggaran dibutuhkan pemerintah daerah untuk memulihkan fasilitas publik sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian.

“Pemerintah daerah sebagai ujung tombak pelaksana pemerintahan di sana tentu sangat membutuhkan tambahan anggaran guna mempercepat proses pemulihan fasilitas publik dan melayani kebutuhan masyarakat di lokasi-lokasi pengungsian,” kata Sultan dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026). Di kutip dari kompas.com

Sultan juga mengingatkan masyarakat NTT untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul masih terjadinya gempa susulan di sejumlah wilayah.

“Hal ini mendorong BMKG dan Pemerintah daerah setempat meminta masyarakat untuk tidak beraktivitas di dalam rumah masing-masing,” ujar Sultan.

Di tengah situasi tersebut, DPD RI mengapresiasi langkah pemerintah pusat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam melakukan pendataan korban serta dampak kerusakan akibat gempa secara real time.

Sultan mengatakan, DPD RI juga terus berkoordinasi dengan anggota DPD RI asal NTT yang tengah melakukan pemantauan langsung di wilayah terdampak, khususnya di bagian utara Pulau Flores.

“Saat ini empat anggota DPD RI asal NTT sedang berkoordinasi dan meninjau secara langsung di wilayah Pulau Flores bagian Utara.

Ia menegaskan, DPD RI secara kelembagaan akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

“Seperti biasa, DPD RI secara kelembagaan akan memberikan bantuan bencana kepada masyarakat yang terdampak,” tutupnya.

Sebelumnya, NTT diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026). Gempa tersebut menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di sejumlah wilayah.

Berdasarkan pembaruan data BNPB pada Sabtu pukul 18.48 WIB, sebanyak 47 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut.

“Berdasarkan data sementara pada Sabtu pukul 18.48 WIB, BNPB merilis total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang,” kata Berton, dalam keterangannya, Sabtu.

Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada ratusan rumah. Data sementara BMKG hingga pukul 17.00 WIB mencatat 157 rumah mengalami rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.

Kerusakan turut terjadi pada fasilitas umum. Sebanyak 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, serta enam kantor dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kunjungi Media Sosial Kami

440PengikutMengikuti
2,430PelangganBerlangganan

Latest Articles