Lulusan Unesa Raih IPK 4,00, Kembangkan E-Book Etno-STEAM untuk Siswa SD

Nusavoxmedia.id – Lulusan magister Pendidikan Dasar Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Firda Emilia, mengembangkan media pembelajaran digital berbasis Etno-STEAM untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas 3 sekolah dasar (SD). Inovasi tersebut mengantarkannya meraih predikat Wisudawan Terbaik Program Magister Unesa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00.

Firda menyelesaikan pendidikan magisternya dalam waktu 1,5 tahun. Ia mengembangkan e-book berbasis Etno-STEAM sebagai solusi atas terbatasnya media pembelajaran yang dapat mendorong siswa sekolah dasar berpikir kritis.

Media tersebut memadukan pendekatan STEAM, yang mencakup sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika, dengan unsur etno atau kearifan lokal. Melalui pendekatan ini, materi yang semula abstrak diharapkan lebih mudah dipahami karena dikaitkan dengan cerita, budaya, dan fenomena yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Dalam penelitiannya, Firda menerapkan media pembelajaran tersebut di SD Darul Ulum Bungurasih, Sidoarjo. Penggunaan e-book digital dirancang untuk mengubah proses belajar yang cenderung pasif menjadi lebih aktif dan eksploratif.

Materi disajikan melalui simulasi visual serta dilengkapi berbagai elemen permainan edukatif. Selain membantu siswa memahami materi, metode ini juga dirancang untuk mendorong keterlibatan mereka selama proses pembelajaran.

Firda turut menyertakan pertanyaan pemantik agar siswa tidak sekadar menerima informasi. Pertanyaan tersebut diarahkan untuk melatih kemampuan menganalisis persoalan, menguji gagasan, hingga menyusun kesimpulan secara mandiri.

Pengembangan media pembelajaran ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan metode belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa sekolah dasar, sekaligus menghubungkan materi akademik dengan lingkungan budaya mereka.

Riset pengembangan e-book berbasis Etno-STEAM yang dilakukan Firda juga telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terakreditasi Sinta 2. Publikasi tersebut menjadi bagian dari rekam jejak penelitian yang mendasari inovasi pembelajaran tersebut.

Sumber: detikEdu

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kunjungi Media Sosial Kami

440PengikutMengikuti
2,430PelangganBerlangganan

Latest Articles