Nusavoxmedia.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan hari ini dan kembali menembus level 5.000. Kenaikan tersebut terjadi setelah pasar saham Indonesia mengalami tekanan selama dua hari perdagangan berturut-turut menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Berdasarkan data RTI Business, IHSG pada siang hari tercatat naik 196,42 poin atau 3,93 persen ke posisi 5.193,03. Penguatan indeks sejalan dengan pergerakan mayoritas saham di pasar modal Indonesia, dengan 624 saham tercatat mengalami kenaikan.
Sejumlah saham badan usaha milik negara (BUMN) turut bergerak di zona hijau. Di sektor perbankan, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) tercatat menguat 8,33 persen ke level Rp 3.640 per saham hingga siang hari.
Kenaikan juga dialami PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), yang menguat 6,82 persen ke posisi Rp 2.730 per saham. Sementara itu, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) naik 6,42 persen menjadi Rp 3.150 per saham.
Penguatan saham juga terjadi pada sejumlah emiten pelat merah di sektor konstruksi dan infrastruktur. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), misalnya, naik 95 poin atau 7,39 persen ke level Rp 1.380 per saham.
Saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) juga mencatat kenaikan sebesar 5,83 persen ke posisi Rp 2.180 per saham.
Di sisi lain, sejumlah saham BUMN karya belum menunjukkan perubahan harga hingga siang hari. Saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) terpantau bergerak stagnan.

