Nusavoxmedia.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri, Jawa Timur, menemukan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada sejumlah sampel makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa sekolah dasar. Temuan tersebut didapat setelah puluhan siswa mengalami tanda-tanda keracunan.
Kepala Dinkes Kota Kediri, Hamida, mengatakan pemeriksaan laboratorium dilakukan terhadap beberapa sampel makanan yang disajikan dalam program MBG. Hasilnya, bakteri E. coli ditemukan pada sampel nasi putih dan buah melon.
“Hasil pemeriksaan lab terkait makanan MBG yang menyebabkan tanda-tanda keracunan, ditemukan kuman E. Coli di sampel nasi dan buah melon,” ujar Hamida, Selasa (22/9/2026). Di lansir Kompas.com
Meski telah menemukan bakteri tersebut, Dinkes Kota Kediri belum membeberkan kadar E. coli yang terdapat dalam sampel maupun faktor yang menyebabkan bakteri tersebut muncul pada makanan.
Sementara itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Kediri, Endang Kartika, meminta seluruh Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) meningkatkan kewaspadaan dalam proses penyediaan makanan. Langkah itu dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
SPPG Kaliombo yang berkaitan dengan kejadian tersebut juga telah dihentikan sementara atau di-suspend. Endang menyebut keputusan itu merupakan kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Tindak lanjutnya kami sampaikan ke dapur-dapur lain agar tidak terulang dan untuk SPPG-nya kemarin sudah di-suspend dan itu kewenangan BGN,” ujar Endang.
Selain persoalan keamanan makanan, pemilihan menu yang diberikan kepada siswa juga menjadi perhatian. Salah satu yang disorot adalah menu nasi pecel yang dinilai kurang sesuai apabila diberikan kepada siswa kelas 1 SD karena cenderung memiliki rasa pedas.
Atas persoalan tersebut, Endang meminta SPPG memperhatikan kesesuaian makanan berdasarkan jenjang kelas siswa. Ia mengatakan perbedaan menu untuk kelompok usia tertentu sebelumnya telah disampaikan kepada para pengelola SPPG.
“Sebenarnya untuk hal ini sudah sejak awal kami sampaikan kepada SPPG agar ada pembedaan menu. Tapi koordinasi nanti akan kami sampaikan lagi.” pungkas Endang Kartika.
Kasus dugaan keracunan makanan MBG tersebut sebelumnya terjadi pada Kamis, 17 September 2026. Sebanyak 37 siswa dari tiga sekolah dasar di Kota Kediri dilaporkan mengalami tanda-tanda keracunan setelah menyantap makanan dalam program tersebut.
Ketiga sekolah yang terdampak yakni SDN Kampung Dalem 3, SDN Kampung Dalem 4, dan SDN Kaliombo.

