Nusavoxmedia.id – CEO Danantara Rosan Roeslani menargetkan penutupan hingga 700 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada akhir 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan aset perusahaan negara.
Rosan mengatakan, proses perampingan atau streamlining BUMN terus dipercepat. Hingga saat ini, Danantara telah menutup 364 perusahaan dari total 1.074 perusahaan yang menjadi bagian dari proses penataan tersebut.
“Dan angka ini akan terakselerasi sampai dengan bulan Desember, sehingga target kami untuk bisa melakukan streamlining, insyaallah mencapai 700 perusahaan itu bisa terwujud di akhir bulan Desember, Bapak Presiden,” ujar Rosan dalam sesi tertutup Sidang Kabinet Paripurna di Istana, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Dilansir Kompas.com
Ia menjelaskan, langkah penutupan perusahaan dilakukan untuk memperbaiki efisiensi operasional sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset yang dimiliki BUMN. Menurutnya, proses tersebut akan terus berlanjut hingga target yang telah ditetapkan tercapai.
“Saat ini sudah mencapai 364 perusahaan yang sudah kita lakukan streamlining atau penutupan,” tuturnya.
Selain merampingkan jumlah perusahaan, Rosan juga menyampaikan perkembangan positif dari sisi profitabilitas Danantara. Ia memperkirakan keuntungan lembaga pengelola investasi tersebut dapat mencapai Rp 334 triliun hingga penghujung 2026.
“Dan juga dari segi pertumbuhan profitabilitas juga meningkat cukup signifikan, Bapak, sehingga pada target di akhir tahun ini bisa mencapai Rp 334 triliun,” imbuh Rosan.

